Wednesday, June 10, 2020

TEDUH DAN TENANG CAMPING DI PULAU PAHAWANG, LAMPUNG

Sebenarnya traveling ke pulau Pahawang ini sudah saya lakukan beberapa tahun silam. Namun karena tingkat kemalasan plus sifat moody yang tidak jelas juntrungannya, akhirnya baru sekarang bisa saya menuliskan tentang traveling ke pulau Pahawang, Lampung.

Saat memutuskan akan traveling ke Lampung kala itu, saya tidak terlalu punya ekspektasi apapun. Kala itu niatnya mau merayakan 17 Agustus di pulau. Kenapa di pulau? Karena di gunung pasti ramailah, jadi mikirnya mungkin di pulau sepi kali ya. Namun berhubung teman di Lampung adalah pekerja freelance yang waktunya tidak tentu sedangkan saya saat itu pekerja kantoran yang sedang liburan, jadinya ya tidak terlalu berharap banyak.
traveling ke lampung, kemping di pulau pahawang
Pemandangan teduh dan tenang saat camping di pulau Pahawang, Lampung
Namun sepertinya keberuntungan sedang berada di pihak saya. Akhir pekan kala itu, teman saya juga ternyata kebetulan sedang kosong jadwalnya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengunjungi salah satu pulau yang kebetulan belum pernah saya datangi, yaitu pulau Pahawang. Teman saya?? Ohh dia mah sudah sering bolak-balik camping di pulau Pahawang ini. Bahkan saat mau berkunjung lagi kesana dia bilangnya, "Mau mengecek patok tanah di sana, barangkali jadi lebih lebar tanahnya," Akamsi (anak kampung sini) mah bebasssss!!!

Sunday, April 19, 2020

TRAVELING DAN JALANI HIDUP APA ADANYA

Entah kenapa teman-teman saya sejak dulu selalu selalu memandang hidup saya tergolong bahagia. Sering jalan-jalan, makan enak, punya banyak teman di mana-mana, punya banyak uang (mari kita aminkan saja saudara-saudara! Aminn!!!) dan masih banyak lagi yang lainnya. Padahal mah saya cuma menjalani hidup apa adanya, tanpa syarat ketentuan lho.

Bahkan beberapa teman pernah bilang kepada saya, "Pengen deh seperti kamu, ndah. Hidupnya lempeng banget, bahagia terus,"
tanpa syarat ketentuan
Siap-siap traveling kemana nih??
pastikan Freedom Internet IM3 Ooredoo buat jalan-jalan
dengan santai dan tanpat syarat ketentuan
Padahal mah yang namanya hidup sebenarnya ada aja sih beberapa kesulitan yang pasti saya alami. Skripsi ditolak dosen, kena tipes karena mengurangi jatah makan dengan drastis demi menghemat uang, tidak bisa pulang kampung (anak rantau kangen sama orangtua woyyy!!), atau ketinggalan pesawat buat liburan padahal sudah pegang cuti 5 hari??? Sakitnya tuh di sini, kakak.... *tunjuk isi dompet*

Wednesday, March 11, 2020

SEKILAS MENGUNJUNGI KEBUN ANGGUR DI BULELENG BALI

Pulau Dewata, Bali. Siapa yang tidak kenal dengan pulau yang satu ini yang hingga saat ini masih menjadi pulau tujuan wisata paling terkenal di Indonesia.

Selain terkenal dengan pantai dan pura-puranya yang eksotis, saya berkesempatan menengok satu tempat yang saya tidak sangka-sangka bisa berada di pulau ini, di dekat pantai pula.
kebun anggur di buleleng
Gapura kecamatan Kalianget, Buleleng, Bali.
Saat menyambangi daerah Kalianget, Buleleng, Bali Barat, untuk meliput salah satu UKM disana, tanpa sengaja mata saya tertuju ke rerimbunan semak di pintu belakang pabrik pengolahan furniture yang kala itu sedikit terbuka. Biasa, lihat yang hijau-hijau segar gitu mata saya langsung jadi hijau deh. Setelah meminta izin untuk melihat sekilas ke belakang pintu itu, saya terkejut saat mengetahui rerimbunan hijau itu adalah perkebunan anggur milik warga.

Tuesday, December 31, 2019

BROTHERHOOD, CAFE COZY DI KOTA PATI

Sebuah kotak telepon merah di pinggir jalan menarik mata saya saat melewati jalan Penjawi di kota Pati. Siapa pun pasti tahu bahwa kotak telepon merah itu mengingatkan pada objek terkenal khas kota London, Inggris. Kini, kotak telepon merah itu berada di pinggiran jalan kota bumi mina tani, Pati.
brotherhood cafe
Brotherhood coffee and co di kota Pati, Jawa Tengah
Di belakang kotak telepon merah itu ada ruang-ruang bangunan dengan jendela berukuran besar sehingga semua orang bisa melihat ke dalamnya. Saya pun memarkirkan motor di halaman depannya dan beranjak memasuki cafe itu melewati pintu putarnya. Brotherhood Coffee and co. Demikian nama dan logo yang terpampang di dinding belakang counter-nya.

Kesan pertama saat memasuki cafe ini adalah bersih, cozy dan nyaman. Area cafe ini terdiri dari dua lantai dan dua tipe, outdoor dan indoor. Jadi terpisah ruang antara yang merokok dan tidak merokok. Buat saya ini poin utama yang bikin saya menyukai cafe ini.

Monday, December 16, 2019

BAHAGIA BERSAMA AIRASIA: PENGALAMAN SERBA PERTAMA KALI


Hari itu sudah larut malam. Namun kelopak mata saya masih belum terpejam karena rasa nervous sekaligus excited yang membuncah di dada. Padahal saya ada penerbangan pukul 05.30 pagi. Dinginnya udara kota Bandung masih belum cukup untuk menenangkan pikiran saya.

Ini adalah penerbangan saya yang pertama kali ke pulau Sumatera. Sebelumnya, saya belum pernah menginjakkan kaki di pulau terbesar ketiga di tanah air ini. Ingatan saya pun kembali ke beberapa bulan sebelumnya. Kala itu AirAsia mengumumkan beberapa rute baru dengan harga termurah 5.000 IDR.
Saya yang malas bangun pagi pun jadi semangat bangun pagi demi traveling euy..
Pilihan saya pun jatuh pada Pekanbaru karena ini kota yang jarang dilirik oleh para traveler lain dan juga karena pertimbangan saya belum pernah berkunjung ke pulau Sumatera sama sekali. Meski jaringan cukup crowded kala itu, saya akhirnya berhasil mendapatkan tiket Bandung-Pekanbaru.

Tuesday, November 12, 2019

KONEKTIVITAS TRANSPORTASI UDARA DI PEDALAMAN PAPUA BARAT

Gerimis mengguyur pesawat terbang yang saya tumpangi 30 menit sebelum mendarat di landasan pacu bandara Domine Eduard Osok. Ada rasa haru yang membuncah di dada melihat bangunan tiga lantai bandara di kota Sorong, Papua Barat. Saat itu beberapa patah kata dengan lirih terucap di bibir, "Sorong, aku pulang!"

Sudah 10 tahun saya tidak menjejakkan kaki di kota ini. Terakhir kali saya pulang ke kota yang sempat dikenal sebagai kota Minyak di bumi Papua ini adalah pada tahun 2008. Saat itu, belum ada bandara dengan bangunan megah tiga lantai di sini. Belum ada garbarata yang bisa mengantarkan penumpang dari ruang tunggu menuju ke dalam badan pesawat, belum ada tempat pengambilan bagasi dengan sabuk conveyor elektronik yang berjalan otomatis, bahkan belum ada ruang tunggu ber-AC yang memadai.

Baca Juga : Saatnya Pulang dan Jelajahi Kota Minyak


Friday, October 25, 2019

SELALU ADA ALASAN UNTUK KE KUALA LUMPUR

Jika ditanya negara mana yang bisa didatangi untuk yang baru pertama kali backpacker ke luar negeri, maka Malaysia selalu berada di urutan teratas. Negara tetangga yang punya sejarah panjang yang sama dengan Indonesia ini memang paling mudah untuk disambangi bagi yang ingin mencoba traveling ke luar negeri untuk pertama kalinya.

Kuala Lumpur adalah ibukota negara yang selalu menjadi tujuan utama untuk traveling. Lucunya, saya pertama kali traveling ke Malaysia justru bukan ke Kuala Lumpur, namun ke Kota Kinabalu di negara bagian Sabah, Malaysia yang letaknya di pulau Kalimantan (kalau warga Malaysia menyebutnya sebagai Borneo).
Namun setelah sekali mengunjungi Kuala Lumpur di akhir tahun 2015, ternyata banyak hal yang bisa saya lakukan di Kuala Lumpur dan membuat saya selalu punya alasan untuk kembali traveling ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Popular Posts

Follow Me on