Sunday, October 15, 2017

(REVIEW) HIJAB FRESH FOR HIJABER TRAVELER

Namanya cewek jilbaber atau hijaber yang doyan traveling macam saya, berpanas-panas ria saat traveling bukanlah masalah besar. Kulit kering pun cuekin saja demi tercapainya hasrat traveling kemana saja di muka bumi ini. Pulang-pulang kulit kering dan dekil mah sudah biasa. Lalu kalau ada yang nyeletuk “Makin iteman, ndah” biasanya saya ngeles dengan menjawab “Ahh nggak kok, Cuma makin eksotis aja nih kulitnya. Maklum, mataharinya lagi sayang-sayangnya sama kulit saya”. Wkwkwkwk.
Muslim traveler yang punya hobi fotografi 
Namun sekarang problema itu sudah bukan masalah lagi karena sudah ada produk hand and body lotion yang dikhususkan untuk para hijaber traveler seperti saya dan kalian yang hobi traveling. Namanya Hijab Fresh. Hijab fresh adalah perawatan kulit atau skin care terbaru dari Unilever yang dirancang khusus bagi para hijaber.

Wednesday, October 11, 2017

SUSAH SENANG CARI MAKANAN HALAL DI KAMBOJA

Sewaktu memutuskan untuk traveling ke Siem Reap, Kamboja, itu dikarenakan khilaf lihat tiket pesawat 85 ringgit alias 260ribuan saja oleh Air Asia. Itupun karena jadwal berangkatnya yang cuma berselang 3 hari dari waktu beli tiket. Maklum saat itu waktu traveling di Malaysia sudah hampir habis jatah free visa sehingga harus segera keluar dan Kamboja lah jadi negara tujuan berikutnya karena harga tiket pesawatnya yang bikin saya tidak pakai mikir belinya. Hehehe.

Meski tinggal 2 hari lagi akan berangkat ke Siem Reap, saya masih menyempatkan diri untuk sekedar membaca-baca mengenai negara ini. Maklum, saya belum pernah kesana sebelumnya dan saya hanya tahu di Siem Reap ada Angkor Wat Archeological Park yang wajib dikunjungi. Sisanya saya buta sama sekali tentang negara ini.


Setelah baca-baca artikel soal kamboja, mendadak saya parno sendiri, bahkan sehari sebelum berangkat saya sempat nangis di kamar mandi karena ketakutan. Ini serius! Betapa tidak, saya membaca beberapa artikel yang menyebutkan bahwa pemerintahan rezim Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot ini sangat anti dengan Islam dan melakukan beberapa tindakan anarkis pada warga negaranya yang beragama Islam. Meski sekarang rezim ini telah lengser puluhan tahun silam, tetap saja saya khawatir. Saya muslim traveler dan traveling sendirian lho. Saya tidak tahu seperti apa sikap warga negara Kamboja saat ini terhadap muslim *Nangis di pojokan kamar mandi lagi*.

Wednesday, October 4, 2017

ROADTRIP KAMBOJA – THAILAND : HURU-HARA DI PERBATASAN

Kalau lagi jalan ke negeri lain yang bahasa aslinya bukan Melayu atau Inggris itu rasanya roaming luar biasa deh. Rasanya ingin punya pendamping doraemon biar bisa minta jelly penerjemahnya. Begitu pula saat saya memutuskan untuk melakukan roadtrip dari Siem Reap, Kamboja menuju Bangkok, Thailand. Selama di tengah kota Siem Reap sih kebanyakan masih menggunakan bahasa Inggris karena merupakan kota wisata, booking bus menuju kota perbatasan Poi Pet, Kamboja  pun bisa lewat hostel yang saya inapi selama 3 malam tanpa kesulitan.


Bus yang saya tumpangi ke perbatasan Kamboja – Thailand seharga 8 USD itu sudah standby di depan hostel pukul 07.30 waktu setempat dan pukul 08.00 pun berangkat menuju ke Poi Pet. Oh ya, harga bus Siem Reap – Bangkok sebenarnya hanya 12 USD, cuma beda 4 USD saja. Namun karena saya ingin merasakan langsung suasana perbatasan dan naik kereta dari Aranyaprathet ke Bangkok, makanya saya memilih tiket bus cuma sampai Poi Pet saja.

Friday, September 29, 2017

MENJADI TRAVELER GEOSPASIAL

Bulan Maret tahun ini, saya berkesempatan untuk melintas wilayah perbatasan 3 negara yaitu Kamboja, Thailand dan Malaysia lewat jalur darat. Sejak kecil saya sudah dibiasakan oleh orangtua saya untuk menikmati dan mengamati semua hal di perjalanan terutama bentang alamnya. Itu sebabnya sejak kecil,  Geografi selalu menjadi pelajaran favorit saya. Senang rasanya bisa melihat dunia lain di selembar peta di tangan saya.
Itu sebabnya meski berada di negara lain, seperti Kamboja, Thailand dan Malaysia, saya tetap memilih jalur darat untuk memuaskan hasrat melihat bentang geografisnya.  Menikmati panasnya udara persawahan dan kota serta megahnya situs Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja, menikmati semilir angin di bawah pepohonan benteng Fort Sumen Phra di tepi sungai Chao Phra Ya di Bangkok, Thailand, atau merasakan dinginnya aroma gua Tempurung di wilayah Perak, Malaysia menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Baca juga : Mengenal Kawasan Angkor di Siem Reap, Kamboja.

Friday, September 22, 2017

BUKU DI BULAN SEPTEMBER

September 2015

Sebuah email masuk ke inbox saya:

"Assalamualaikum Wr.Wb
Hai Mba Endah, selamat siang...

Perkenalkan saya Risa dari Redaksi Buku Traveling, Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia.

Langsung saja ya, Mba…
Saya sangat tertarik dengan postingan Mba di instagram, yang pada akhirnya membawa saya mengunjungi blog Mba Endah dan langsung membayangkan apabila pengalaman traveling dan foto-foto hasil jepretan Mba dibukukan.. ..."

Ehhh serius itu emailnya?? Saya sampai baca setidaknya 3 kali lho itu email untuk memastikan saya beneran orang yang dituju. Perasaan sih blog saya masih belum punya banyak artikel deh.. *ehh sekarang juga masih belum banyak kok, masih di bawah 200 artikel di blog ini* Instagram aja juga masih di bawah 500 followernya saat itu.. Ahh mungkin cuma halusinasi. Dan email itu pun mengendap selama 24 jam di inbox. *lanjut kerja*

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...