Tuesday, November 12, 2019

KONEKTIVITAS TRANSPORTASI UDARA DI PEDALAMAN PAPUA BARAT

Gerimis mengguyur pesawat terbang yang saya tumpangi 30 menit sebelum mendarat di landasan pacu bandara Domine Eduard Osok. Ada rasa haru yang membuncah di dada melihat bangunan tiga lantai bandara di kota Sorong, Papua Barat. Saat itu beberapa patah kata dengan lirih terucap di bibir, "Sorong, aku pulang!"

Sudah 10 tahun saya tidak menjejakkan kaki di kota ini. Terakhir kali saya pulang ke kota yang sempat dikenal sebagai kota Minyak di bumi Papua ini adalah pada tahun 2008. Saat itu, belum ada bandara dengan bangunan megah tiga lantai di sini. Belum ada garbarata yang bisa mengantarkan penumpang dari ruang tunggu menuju ke dalam badan pesawat, belum ada tempat pengambilan bagasi dengan sabuk conveyor elektronik yang berjalan otomatis, bahkan belum ada ruang tunggu ber-AC yang memadai.

Baca Juga : Saatnya Pulang dan Jelajahi Kota Minyak


Friday, October 25, 2019

SELALU ADA ALASAN UNTUK KE KUALA LUMPUR

Jika ditanya negara mana yang bisa didatangi untuk yang baru pertama kali backpacker ke luar negeri, maka Malaysia selalu berada di urutan teratas. Negara tetangga yang punya sejarah panjang yang sama dengan Indonesia ini memang paling mudah untuk disambangi bagi yang ingin mencoba traveling ke luar negeri untuk pertama kalinya.

Kuala Lumpur adalah ibukota negara yang selalu menjadi tujuan utama untuk traveling. Lucunya, saya pertama kali traveling ke Malaysia justru bukan ke Kuala Lumpur, namun ke Kota Kinabalu di negara bagian Sabah, Malaysia yang letaknya di pulau Kalimantan (kalau warga Malaysia menyebutnya sebagai Borneo).
Namun setelah sekali mengunjungi Kuala Lumpur di akhir tahun 2015, ternyata banyak hal yang bisa saya lakukan di Kuala Lumpur dan membuat saya selalu punya alasan untuk kembali traveling ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Wednesday, October 23, 2019

SEJUK SEKEJAP DI AIR TERJUN LATA KEKABU MALAYSIA

Secara setiap kali traveling ke Malaysia tahunya cuma tengah kota dan cafe, maka kali ini saya berkesempatan mengulik sejenak soal wisata alam di sana. Kali ini saya akan berkesempatan menyambangi sebuah air terjun di Malaysia.
air terjun lata kekabu
Jalanan menuju air terjun Lata Kekabu di Malaysia
Sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi beberapa air terjun di Malaysia yang berada di wilayah Royal Belum State Park, Perak yang mungkin butuh sedikit perjuangan karena harus menggunakan houseboat dan speedboat untuk mengunjunginya.

Baca Juga : Basah Kering di Royal Belum

Nah, kali ini saya berkesempatan mengunjungi air terjun di Malaysia yang bisa dijangkau dengan jalur darat. Air terjun itu bernama Lata Kekabu yang terletak di Hutan Lipur seluas 10 hektar dan berada di kawasan Tasik Chenderoh, Lenggong, Perak. Dari pusat kota Kuala Kangsar jaraknya sekitar 25 kilometer atau sekitar 9 kilometer dari pusat kota Lenggong.

Kalau dari kota Kuala Lumpur jaraknya hampir mencapai 270 kilometer atau sekitar 3 jam perjalanan. Jadi yang mau kesini mending menginap sekalian karena di daerah sekitarnya banyak wisata alam lainnya yang bisa dinikmati.

Kota terdekat dengan air terjun di Malaysia ini adalah kota Tampan Air dan air terjun Lata Kekabu ini memang masuk wilayah teritori kota itu. Yes, benaran deh itu nama kotanya. Silakan googling kalau tidak percaya. Hehehe.

Wednesday, October 16, 2019

BEAUTY HACK BUAT PARA TRAVELER

Seringnya bepergian kemana-mana membuat saya tidak terlalu peduli sama penampilan saya sehari-hari. Bagaimana mau mikirin soal warna lipstick yang mau dipakai hari ini, wong mikir besok mau jalan ke tempat A pakai transportasi umum yang paling murah dan gampang saja bisa menyita waktu. Mesti mikirin misalnya bus nomor berapa, warna apa, transit di mana, ongkosnya berapa dan yang lain-lainnya. Buat saya mah warna bus atau kereta yang akan saya tumpangi jauh lebih menarik daripada warna lipstick atau warna bedak saya. Hehehehe.
beauty hack, makeupuccino
Mesti belajar beauty hack nih
biar gak sering foto dari jauh macam begini. 
Makanya saya lebih sering punya foto diri dengan metode long shoot atau dari jauh atau membelakangi kamera. Biar wajah saya yang bulukan tidak terlalu terlihat di kamera euy. Bahkan salah seorang teman blogger sempat bilang tidak terlalu ingat wajah saya karena saya jarang selfie.. Yaa maaf dehh.. Daripada situ eneg lihat wajah buluk saya. Hehehe.

Meski tidak terlalu memikirkan soal penampilan, soal skincare atau perawatan kulit saya memang tidak boleh asal-asalan. Soalnya setelah berjibaku dengan debu dan kotoran di sepanjang perjalanan ke sebuah daerah, tentu saja kulit perlu dibersihkan secara maksimal biar kotoran tidak menempel lama di kulit yang nantinya justru bisa membuat masalah kulit seperti jerawat, kulit kusam dan keriput pun akan bermunculan dengan cepat.

CARA TETAP SEHAT ALA FREELANCER

Sebagai seorang freelancer yang jobdesknya menulis, memotret dan penerjemah, keseharian kerjaan saya sudah barang tentu tidak bisa lepas dari laptop dan handphone dan gadget lainnya. Apalagi kalau lagi banyak utang tulisan dan terjemahan yang harus segera diselesaikan, mau pindah tempat kemana pun mata saya akan tetap terpaku pada layar gadget. Balada freelancer yang gampang bosan euy.

Baca Juga : Balada Freelancer
Balada freelancer, kerjanya di mana saja.
Padahal lama-lama menatap layar gadget itu tidak bagus lho. Menurut Dr. M. Sidik, S.Pm, Ketua Ahli Persatuan Mata Indonesia menatap layat gadget terlalu lama itu bisa menyebabkan CVS (Computer Vision Sindrom) alias mata lelah. Gejala mata lelah ini di antaranya adalah penglihatan jadi buram, penglihatan ganda, mata berair, penglihatan terasa silau saat melihat cahaya, sakit kepala, dan terasa pegal di area sekitar alis, pelipis, dahi hingga ke leher.

Tuesday, October 15, 2019

INTERNET 1O1: EDUKASI INTERNET UNTUK DAERAH PEDESAAN

Sebagai traveler yang pernah mengunjungi beberapa daerah terpencil, terhubung dengan dunia maya selalu menjadi masalah karena masih susahnya orang-orang di daerah yang paham soal internet. Saya pun sebenarnya kesulitan untuk menjelaskan seperti apa internet itu kepada mereka yang masih belum paham soal internet ini.
Internet 1O1, apa itu??
Padahal dengan adanya internet sebenarnya kan bisa memudahkan alur informasi di daerah-daerah ini. Misalnya soal pengetahuan soal perekonomian dan edukasi bagi masyarakat.

Menurut data GSMA Mobile Economy Report tahun 2019, penetrasi mobile internet diprediksi akan meningkat hingga 69% pada tahun 2025. itu artinya ada sekitar 24 juta orang Indonesia yang akan masuk dan terhubung secara online. Padahal berdasarkan pengalaman nih, kebanyakan penduduk Indonesia masih belum paham soal penggunanaan internet lho.

Sunday, October 13, 2019

MENIKMATI PERJALANAN SAAT 'I'M DONE WITH YOU'

Melakukan perjalanan kemana pun rasanya tidak akan lengkap tanpa adanya musik yang menemani sepanjang perjalanan. Entah itu musik yang menyemangati atau pun yang menyayat jiwa. Apalagi lagu Indonesia yang punya lirik-lirik keceh. Yahhh.. playlistnya bisa bermacam-macam, tergantung suasana hati. Contohnya list lagu saat saya sedang melakukan perjalanan melintasi jalanan di pulau Sumatera.

Baca Juga : Playlist Melintasi Jalur Lintas Sumatera

Namun pernah kah kalian melakukan traveling karena patah hati? Saya pernah. Sebenarnya trip itu datang tanpa disengaja juga sih. Tawaran kerja di pedalaman hutan Kalimantan selama 2 minggu datang tepat pada saat saya sedang patah hati. Allah SWT memang Mahakuasa ingin menghibur hamba-Nya yang sedang sedih euy.
Suasana di pinggir sungai desa Penda Siron, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah
Menelusuri pedalaman Kalimantan di tahun 2008 tepat saat sedang patah hati.
Saat kembali mengenang memori perjalanan di pedalaman Kalimantan itu, tanpa sengaja playlist lagu Indonesia di youtube saya memutar lagu Kun Saraswati berjudul Done. Saya pun sempat terpaku sejenak mendengarkan alunan musik ringan minimalist dengan lirik lagu yang menyentuh hati. Seperti apa sih judul lagu Kun Saraswati ini?

Follow Me on