Thursday, August 9, 2018

INI ALASAN KAMU HARUS COBA ROADTRIP

Namanya traveling apalagi kalau beda negara, pilihan transportasi selalu jadi hal pertama yang disurvei. Kebanyakan sih lebih memilih pesawat sebagai pilihan pertama untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya atau negara lainnya. Kereta menjadi pilihan kedua untuk berpindah tempat.

Buat yang cuma punya waktu sedikit tapi ingin berpindah pindah secara cepat, pesawat sudah barang tentu jadi pilihan utama. Namun jika punya banyak waktu coba deh melakukan roadtrip.
Cobain roadtrip yukss

Saya memang sering diledek oleh beberapa teman karena lebih memilih melakukan roadtrip. "Kamu backpacker banget sih ya, jadi sukanya naik kendaraan umum yang murah-murah begitu kan. Capek ah" itu kata mereka. Padahal mah ada beberapa alasan nih kenapa kamu harus melakukan roadtrip setidaknya sekali seumur hidup.

Wednesday, July 25, 2018

BERSANTAI DI RUMAH MANTAN

Cuaca panas-panas begini menjelajahi kota Sorong bakal lebih panas membara jika berkunjung ke rumah mantan. Eits. Mantan yang mana tuh?? Ini bukan mantan yang biasa dibuang ke laut ataupun di museumkan. Rumah Mantan ini adalah rumah makan dan cafe yang terletak di jalan Basuki Rachmat kota Sorong, Papua Barat.

Sebenarnya yang bikin saya tertarik sama rumah makan ini cuma satu, ya namanya itu, Rumah Mantan, yang mungkin beberapa orang rada horor yaa.. apalagi kalau mantannya ajaib bin rese bin rusuh. Dijamin bikin pengen jauh-jauh dari rumah mantan. Hehehehe.
Cafe Rumah Mantan

Monday, July 16, 2018

INI CARA DUKUNG BERSAMA ASIAN GAMES 2018 DARI DAERAHMU

Perhelatan akbar olahraga tingkat Asia akan segera digelar di Jakarta dan Palembang pada bulan Agustus 2018. Menilik sejarah Asian games, event pertandingan ini pertama kali diadakan di New Delhi, India pada tahun 1951 dan Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games ke 4 pada tahun 1962.
Sebagai acara olahraga terbesar setelah olimpiade, Asian Games diorganisir oleh Olympic Council of Asia dimana berdasarkan hasil rapat pada Olympic Council of Asia Meeting di Incheon, Korea Selatan tanggal 19 September 2014 silam, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke 18. Pemerintah Indonesia pun membentuk Indonesia Asian Games Organizing Committe (INASGOC)  yang menjadi panitia nasional penyelenggara Asian Games ke 18 kali ini. Penyelenggaraan acara akan berlangsung di 4 provinsi yaitu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Banten.

Persiapan Asian Games, terutama di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, sudah mencapai lebih dari 80 persen dan akan segera rampung beberapa minggu sebelum event ini berlangsung. Gaung #DukungBersama #AsianGames2018 pun bermunculan di berbagai kota di Indonesia.

Wednesday, July 4, 2018

HARMONI ALAM DI PULAU PEUCANG, UJUNG KULON

Salah satu kawasan taman nasional yang membuat saya selalu penasaran adalah kawasan Ujung Kulon di bagian terbarat pulau Jawa. Kawasan taman nasional ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha, dimana 443 km² di antaranya adalah laut, yang terbentang mulai dari Semenanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia. Ujung Kulon merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas.  
Akhirnya bisa mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon

Selain luas, Taman Nasional Ujung Kulon memiliki tiga ekosistem sekaligus yakni perairan laut, rawa, serta daratan yang membuatnya memiliki ratusan bahkan ribuan jenis flora dan fauna yang terjaga dengan baik. Itu sebabnya keanekaragaman hayati di Ujung Kulon ini telah menarik begitu banyak peneliti, baik di dalam maupun dari luar negeri sejak tahun 1820.

Wednesday, June 27, 2018

ADA DANAU BAGUS DI AYAMARU

"Ada danau bagus di Ayamaru"

Demikian pesan singkat adik saya. Lalu dibalas oleh bapak saya

"Mbak boleh pergi kalau ada temannya".

Saya memaklumi kekhawatiran orangtua saya karena sudah 10 tahun saya tidak pulang ke Sorong. Selain itu, meski tinggal lama di Sorong, saya tidak pernah kemana-mana di luar Sorong, paling hanya pulau Doom dan Jeffman di waktu kecil dulu.

Baca juga : Menembus Malam di Hutan Papua Barat

Usai dijemput om (adik sepupu Bapak) saya dan dibawa menuju ke kota Teminabuan, kabupaten Sorong Selatanan, beliau tidak bisa membawa saya berkeliling karena harus masuk kantor keesokan harinya. Akhirnya, saya pun dititipkan ke keluarga lainnya yaitu sepupu dari Ibu saya. Saat itu, saya tidak terlalu bisa berharap bisa mengunjungi danau yang berada di kabupaten sebelah, kabupaten Maybrat itu.

Wednesday, June 20, 2018

KAMU HARUS TAHU ASYIKNYA NAIK FERRY

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah total pulau mencapai 16.056 yang telah diverifikasi di konferensi ke 11 UNCSGN oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bulan Agustus 2017 lalu. Dengan pulau sebanyak itu, tentu saja angkutan laut menjadi salah satu moda transportasi utamanya.
Kapal ferry di Selat Bali
Saya yang pernah tinggal di Papua Barat, sudah barang tentu terbiasa traveling dengan menggunakan kapal laut. Rute terjauh adalah Surabaya – Sorong yang kala itu (pertengahan tahun 90-an) menempuh waktu hingga 5 hari. Namun sejak pindah dan merantau ke pulau Jawa, intensitas menggunakan kapal laut menjadi sangat jarang sekali. Bahkan seingat saya, sejak pindah tahun 1998, saya akhirnya bisa traveling dengan kapal laut lagi pada tahun 2002, saat menyeberangi selat Madura. 

Untuk rute-rute pendek di seluruh Indonesia, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menjadi penyedia jasa yang telah hadir sejak tahun 1973 dan berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan.Kehadiran ASDP dianggap penting sehingga ASDP Ferry mengalami perubahan nama menjadi Perum ASDP pada tahun 1986, dan selanjutnya diresmikan menjadi PT ASDP (Persero) pada tahun 1993. Mulai tahun 2012 PT ASDP Indonesia Ferry pun memulai modernisasi berbagai kapal-kapal lamanya sehingga lebih aman dan nyaman bagi para penumpang.

Thursday, June 7, 2018

SEKILAS DI BENDUNGAN PICE PENINGGALAN BELANDA


Sungai Lenggang merupakan sungai terbesar dan terpanjang di pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Demikian informasi yang saya dapatkan dari keluarga teman saya yang tinggal di Belitung. Di sungai yang mengalir dari perbatasan kabupaten Belitung Barat hingga ke pesisir timur pulau Belitung ini terdapat sebuah bendungan bersejarah peninggalan Belanda. Secara posisinya yang tidak jauh dari lokasi replika SD Laskar Pelangi, hanya 1,2 kilometer, maka usai berfoto di dermaga Kirana sungai Lenggang, saya pun segera menuju bendungan bernama Pice Besar itu.

bendungan Pice Besar di Belitung
Bendungan Pice  terletak di desa Gantung, kecamatan Gantong,  Kabupaten Belitung Timur. Bendungan yang terletak di hulu sungai Lenggang ini dibangun pada tahun 1936 – 1939 oleh seorang insinyur Belanda bernama Sir Vance. Bendungan Pice  yang memiliki panjang 50 meter ini memiliki 16 pintu air dengan lebar pintu masing-masing 2,5 meter. 

Thursday, May 24, 2018

MENEMBUS MALAM DI HUTAN PAPUA BARAT

Ini sudah pukul 22.00 WIT dan saya sudah terlelap ketika handphone di genggaman bergetar tanda sebuah panggilan masuk.

"Halo, mbak, om sudah di kota nih, kalau mau ikut ke temi ayo sudah"

Telepon singkat dari sepupu Bapak saya yang baru pulang dari Jayapura langsung membuat saya otomatis terbangun. Dalam waktu 5 menit pun langsung sigap memasukkan satu stel baju ke dalam tas dan dalam waktu 5 menit pun sebuah mobil hitam sampai di depan rumah di kilo 10, kota Sorong, Papua Barat.

Pukul 22.30 mobil pun begerak menembus dan membelah pekatnya jalanan di kabupaten Sorong menuju kota Teminabuan, kabupaten Sorong Selatan. Lantunan lagu dari Noah menemani sepanjang perjalanan. Sungguh, kalau boleh memilih lagu sendiri saya akan meminta lagunya Bon Jovi "It's My Life" untuk menemani perjalanan 3 jam menuju Teminabuan. Hehehe.
Berhenti sejenak disini setelah selama 2 jam lebih berkendara dari Sorong ke Teminabuan

Monday, May 7, 2018

PEJUANG PEDAS GEPREK DI BUMI MINA TANI

Sejak memutuskan resign dan beralih menjadi freelancer, saya pun segera hengkang dari kota Jakarta dan balik ke kota Pati, Jawa Tengah. Selain karena biaya hidup yang lebih murah, saya juga berniat untuk kerja di rumah sembari menemani kedua orangtua. Maklum, saya sudah merantau selama 19 tahun, sejak umur 15, jauh dari orangtua.

Peralihan dari kota besar ke kota kecil tentu saja butuh banyak adaptasi. Salah satunya soal kuliner. Di kota besar meski tengah malam pun masih bisa mencari berbagai makanan yang diinginkan. Kota Pati memang punya beberapa kuliner lokal yang sudah pernah saya coba. Namun, di kota kecil ini, kalau tengah malam lapar mah paling banter makan mie instan euy. Itu juga harus sedia stok di rumah.

Baca Juga : Kulineran di Bumi Mina Tani

3 bulan pertama, saya bingung mencari makanan dengan sambal yang nampol. Maklum, di keluarga saya yang paling doyan makanan pedas. Sebenarnya di keluarga sih semuanya doyan pedas. Namun, levelnya beda-beda dan level saya lah yang paling tinggi.


Setelah beberapa bulan bengong aja di rumah, dimulai deh perjuangan mencari kuliner geprek di kota Bumi Mina Tani, kota Pati. Ini dia listnya.

Tuesday, April 24, 2018

MENYESAP NIKMATNYA SOTO BANJAR TEPIAN SUNGAI


Melancong ke Banjarmasin rasanya belum lengkap kalau belum menikmati hidangan kuliner khasnya, Soto Banjar. Sebenarnya saya ingin hunting soto banjar sendirian di kota Banjarmasin. Namun karena waktu dinas yang mepet, alhasil saya pun dibawa ke warung soto Banjar yang sudah terkenal di seantero Banjarmasin, Soto Banjar Bang Amat.
Soto Banjar Tepian sungai Martapura, 
Warung soto Bang Amat ini terletak di tepian sungai Martapura. Sembari menunggu pesanan, kita akan ditemani iringan musik tradisional Panting khas Banjarmasin dan dibuai dengan semilirnya angin di tepi sungai.

Oh ya, karena terletak di pinggir sungai, warung soto ini bisa dijangkau lewat jalur darat dan jalur sungai lho. Biasanya pengunjung yang baru pulang dari pasar terapung Lok Baintan selalu menyempatkan diri singgah di warung ini.

Monday, April 9, 2018

SAATNYA PULANG DAN JELAJAHI KOTA MINYAK

Punya latar belakang keluarga yang berasal dari beberapa suku di Indonesia plus biasa berpindah-pindah ke beberapa kota, bikin saya (kalau kata teman-teman) punya banyak kampung halaman. Padahal saya lahir di Pati, Jawa Tengah dan besar di kota Sorong, Papua Barat. Jadi ya 2 kota itulah kampung halaman saya yang sebenarnya.

Baca juga : Random Face
Selamat datang di kota Minyak
Pictures by www.setkab.go.id
Sejak tinggal di Jakarta untuk kuliah dan kerja, saya hanya bisa pulang 2 tahun sekali. You know lah harga tiket pesawat Jakarta – Sorong awal tahun 2000an itu selangit banget. Bahkan kayaknya lebih murah tiket pesawat Jakarta – Bangkok deh daripada Jakarta – Sorong. *Disitu saya merasa sedih*. Ada penerbangan ke Sorong pun rata-rata butuh transit di kota Makassar, Sulawesi Selatan selama minimal 3 jam. Ahh pokoknya butuh perjuangan berat untuk bisa pulang ke Sorong.

Wednesday, April 4, 2018

MENCARI JEJAK MURAL DI MELAKA

Selain kota Kuala Lumpur, kota lain yang sering dikunjungi olah wisatawan jika berkunjung ke Malaysia adalah Melaka. Kota ini merupakan salah satu kota tua di Malaysia yang punya sejarah dan budaya yang menarik. Selain itu, kota pelabuhan ini juga punya jalanan dengan seni mural yang artistik. Mural di Melaka memang sedikit berbeda dengan seni mural yang saya temui di kota Ipoh beberapa waktu lalu. Namun tetap menarik untuk diabadikan.
Berjalan mencari mural di Melaka, Malaysia dimulai dari sini.
Baca juga : Ada Mural di Ipoh 

Namanya mencari mural di jalanan ya seperti biasa, saya dan beberapa teman harus berjalan keluar masuk gang perumahan orang di kota Melaka. Sebenarnya sih lokasi tidak terlalu jauh dari pusat kota Melaka dan Jonker Street, sekitar 10 sampai 30 menit jalan kaki. Cuma beberapa mural di Melaka benar-benar berada di gang kecil yang kalau cuma ditengok sambil lewat biasanya tidak kelihatan. Benar-benar kita harus berjalan memasuki gang-gang perumahan tersebut.

Sunday, March 25, 2018

MIMPI HOPPING ISLAND KE BELITUNG


Pertama kali ke Belitung, pada Desember 2016 silam itu 2 minggu setelah mengajukan surat resign ke kantor. Jadi waktu itu sih semacam trip hura-hura demi merayakan “kelulusan” dari kantor media di bilangan Palmerah tersebut. Sayangnya, trip waktu itu berada di pertengahan musim penghujan sehingga hampir setiap hari mendung tebal dan gelap menggelayut di langit Bumi Serumpun Sebalai. Akibatnya, saya cuma bisa hopping beach alias main-main di pantai sambil ditemani  gerimis yang mengundang. Saya tidak bisa menyeberang ke pulau-pulau, bahkan pulau Lengkuas yang terkenal itu karena cuaca buruk dan ombak besar di lautan. *Kapal oleng, Kapten!*

September 2017 saya berkeinginan untuk traveling ke Belitung bersama beberapa teman. Namun apa daya, pekerjaan yang datang di saat-saat terakhir membuat saya harus membatalkan trip tersebut. 3 teman saya tetap berangkat dan saya cuma bisa gigit jari  sambil nangis di pojokan kamar saat mereka mengirimkan foto-foto di pulau Lengkuas dengan langit birunya dan sambil snorkling pula. Akhh.. tidak!! Saya iri, saudara-saudara!! Jadilah saya masih penasaran dengan pulau-pulau di Babel sampai kebawa mimpi nih. Fix deh, saya harus kembali lagi ke Belitung!

Monday, March 12, 2018

BERBURU MATAHARI TERBENAM DI CANDI IJO

Setelah lama tidak mengunjungi kota Yogyakarta, saya berkesempatan untuk mengunjungi kota ini kembali. Kesempatan kali ini saya gunakan untuk mengnjungi candi-candi lainnya yang sebenarnya banyak tersebar di kota pelajar ini. Saya pernah mengunjungi candi Prambanan, candi Ratu Boko, candi Lumbung, candi Bubrah dan candi Sewu.

Baca juga : 3 Situs Candi di Areal Candi Prambanan
Candi Ijo, tempat berburu sunset di Yogyakarta
Dengan iming-iming "ini candi tertinggi di wilayah Yogyakarta" kata adik saya, maka saya pun berangkat menuju wilayah Sambirejo dengan menggunakan motor. Sepanjang perjalanan kesana adik saya menunjukkan bukit tempat candi ini berasal dan berkata "Tuhh keliatan kok dari sini candinya di atas bukit sana". Please deh.. itu bukit dari jalanan aja barisan pohon juga tidak kelihatan, apalagi candi, apalagi kalau ngelihatnya dari atas motor yang sedang ngebut begini. Saya mah cuma iya-iya saja aja deh. Hehehe.

Thursday, February 22, 2018

5 AIR TERJUN CANTIK DI GEOPARK CILETUH

Taman bumi atau Geopark Ciletuh sudah sejak 2 tahun terakhir menjadi primadona tujuan wisata baru di Sukabumi, Jawa Barat. Memiliki areal seluas 1.261 kilometer persegi dan mencakup 8 kecamatan, Geopark Ciletuh telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional yang diakui oleh UNESCO pada tahun 2015. Berjarak hanya sekitar 7-8 jam berkendara, tidaklah heran kalau setiap akhir pekan wilayah Ciletuh dipadati oleh pengunjung.
Akhirnya ke Geopark Ciletuh juga di Sukabumi, Jawa Barat. 
Saya dan teman-teman sebenarnya telah merencanakan trip ke taman bumi Ciletuh ini sejak tahun 2015, sejak Ciletuh mulai naik daun dan terdengar di beberapa grup whatsapp traveling. Namun, karena kesibukan masing-masing dan trip-trip mendadak lainnya yang datang bertubi-tubi, barulah pada bulan Februari 2018 bisa terlaksana juga trip ke Ciletuh ini. Lama aja ya rencananya sampai 3 tahun. hahaha.

Selama 2 hari 1 malam disana, saya dan 17 orang teman pun sibuk hunting foto di beberapa curug atau air terjun yang berada di kawasan Ciletuh. Sebenarnya masih banyak air terjun lainnya yang bisa didatangi mengingat kawasan taman bumi Ciletuh ini berbentuk perbukitan yang memiliki banyak patahan tebing dan sungai. Namun dalam tempo 2 hari 1 malam, berikut ini 5 air terjun yang bisa saya datangi.

Friday, February 2, 2018

ROADTRIP THAILAND - MALAYSIA : TERDAMPAR DI STASIUN

Setelah 6 hari luntang-lantung tak jelas di jalanan kota Bangkok, Thailand, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Kuala Lumpur dengan menggunakan sleeper train antar negara Thailand – Malaysia. Hasil browsing-browsing dan mendatangi stasiun Hua Lampong di Bangkok, maka sebuah tiket seharga 750 baht dengan pilihan kasur bagian atas pun terbeli. Untuk pilihan kasur di bagian bawah harganya beda 100 baht.
Stasiun Hua Lampong, Bangkok ,Thailand
Tiket sleeper train Bangkok - Padang Besar
Oh iya, saat saya melakukan perjalanan dengan sleeper train ini, rute yang tersedia hanyalah Bangkok – Padang Besar. Rute Bangkok – Kuala Lumpur dan Bangkok – Penang (Butterworth) sudah tidak ada. Jadi buat yang mau ke Penang atau Kuala Lumpur atau kota lainnya, harus turun di Hatyai atau Padang Besar dan lalu berganti kereta ETS atau bus.

Kereta dijadwalkan akan berangkat pukul 15.10 sehingga saya masih punya banyak waktu dari pagi hingga pukul 13.00. Lalu, ngapain saja saya menghabiskan hari terakhir di Bangkok? Tidak ada! Saya cuma makan dan nongkrong dalam hostel sampai yang punya hostel aja heran, ini orang mau jalan ke Malaysia tapi tidak packing atau kemana kek gitu beli oleh-oleh. Hahahaha.

Baca juga : Hommy-nya Home Mali Hostel Bangkok.

Wednesday, January 3, 2018

PELANGI DI SEMARANG

Pengaruh media sosial memang dahsyat ya. Kampung ini baru 2 bulan (saat saya datang bulan Juli 2017) dicat warna-warna, bahkan keluarga saya yang tinggal puluhan tahun bahkan lahir di Semarang saja tidak tahu keberadaannya. Tapi di media sosial kampung ini sudah jadi trending topic sebagai salah satu destinasi wajib buat hunting foto-foto di ibukota provinsi Jawa Tengah ini.

Kampung Pelangi Semarang ini terletak di kelurahan Randusari, kabupaten Semarang Selatan, kota Semarang. Posisinya tidak jauh dari Lawang Sewu dan Tugu Muda. Tepatnya di depan Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama. Setelah tahu letaknya, saudara saya di Semarang cuma ber "ohh" ria lalu nyeletuk "Ini mah kampung Kalisari. Bukannya dulu disini tuh perkuburan umum ya, kalau gak salah". #Ehh yang benar?!
Kampung Pelangi Semarang
Toko bunga segar di depan kampung Pelangi Semarang
Baca di beberapa media, kampung ini sebenarnya ikut dibersihkan dan mulai di cat saat rencana perbaikan pasar bunga Kalisari yang terletak persis di depannya. Salah satu media bahkan menyebutkan proyek kampung pelangi mencapai 3 M lho. Luar biasa. Namun semua rumah tidak serta merta dicat secara bersamaan. Saya sempat bertanya kepada 2 orang penduduk disana dan mereka berkata rumah-rumah disini dicat secara bertahap setiap 2 minggu.

Follow Me on