Skip to main content

Posts

ADA MURAL DI IPOH

Setelah beberapa kali mengunjungi Ipoh di Perak, Malaysia, saya baru tahu kalau di kota ini juga terdapat beberapa gang yang berisi mural hasil karya seniman lokalnya. tempatnya sendiri mungkin agak sedikit tersembunyi dan beberapa mural yang terkenal terletak berjauhan satu sama lain. Namun hunting mural jadi kegiatan santai yang menyenangkan. Seperti apa saja mural di kota Ipoh?

Recent posts

TRAVELING TANPA ITINERARY

Buat para traveler yang akan traveling pertama kali keluar negeri, negara-negara di Asia Tenggara sudah barang tentu menjadi incaran pertama karena kemudahan bebas visa hingga 45 hari. Saya pun tergolong traveler yang sering melakukan short escape ketika sudah mulai bosan atau sekedar meramaikan isi halaman di paspor. Hehehe.
Beberapa kali teman yang tahu saya sering bepergian, baik ke dalam maupun luar negeri, sering menanyakan iitinerary traveling ke suatu tempat. Terus terang, setiap dengar pertanyaan ini saya cuma bisa senyum sambil garuk-garuk kepala. Kenapa? Karena selama ini setiap saya traveling saya tidak pernah membuat itinerary sama sekali! Serius pakai banget!

TERTIDUR DI BENTENG PHRA SUMEN

Karena sebelumnya saya sudah pernah ke Bangkok dan mengunjungi Wat Arun, Wat Pho, Dusit Zoo, Vimanmek Mansion dan Grand Palace, saat kunjungan ke dua kalinya ini saya bingung mau kemana. Pengen ke Ayuthaya, tapi saya baru saja dari Angkor Wat yang begitu mempesona dan membekas di hati sehingga saya takut njomplang dan kecewa saat mengunjungi Ayuthaya nantinya. Akhirnya saya memutuskan akan mengunjungi Ayuthaya di lain waktu.
Baca juga : Mengenal Kawasan Angkor di Siem Reap
Untungnya hostel tempat saya menginap punya beberapa peta objek wisata yang bisa dipinjam sehingga selama beberapa hari peta tersebut saya bawa kemana-mana. Secara saya orangnya memang suka wisata sejarah dan budaya, maka tentu saja incaranya ya objek-objek wisata tersebut lah ya. Setelah hampir 2 jam melihat peta dan menimbang-nimbang sambil ngunyah sarapan di hostel, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi sebuah benteng di tepi sungai Chao Phraya. Benteng itu adalah Phra Sumen. Sebelum pergi kesini saya sempa…

(REVIEW) KOSMETIK HALAL AMALIA YANG NYAMAN DIPAKAI

Sewaktu di event Social Influencer Fest 2017, saya telah dipaksa oleh Tari untuk menggunakan lipstick merah ngejrengnya saat foto-foto di salah satu resort di Perak. Saya yang selama ini biasanya pakai lipstick warna netral atau nude, atau yang warna gelap, kaget juga pas lihat hasilnya. Ternyata bagus di kamera euy. Sejak saat itu jadi kepingin punya lipstick merah sendiri.
Alhamdulillah, semesta mendukung keinginan saya dan membuat saya mendapatkan sepaket kosmetik dari Amalia Halal Beauty dan ada lipstick merahnya dong. Hore!! *sorak-sorai bergembira*
Mungkin belum banyak yang tahu soal produk kosmetik Amalia. Brand ini pertama kali diluncurkan awal tahun 2017. Untuk saat ini Amalia hanya berfokus pada rangkaian lipstick, lipcream dan bedak two way cake saja.

5 THINGS TO DO IN BUKIT MERAH LAKETOWN RESORT, TAIPING

Selama rangkaian acara Social Influencer Fest 2017 di bulan Mei kemaren, jadwalnya padat luar biasa. Ada beberapa hari dimana tidur terasa kurang nyenyak karena padatnya kegiatan. Thanks GOD, salah satu akomodasi kita menginap di Bukit Merah Laketown Resort selama 2 hari 2 malam, karena hari pertama kita sampai disini tengah malam euy, yang bisa bikin istirahat jadi lebih panjang tanpa harus bangun pagi-pagi dan langsung packing.
Lalu ngapain saja selama 2  hari 2 malam di resort yang terletak di perbatasan Perak dan Penang ini?
1. Lomba Kayak
Kalau di Perak Agrotourism Resort kita dipersilakan melakukan kayak sebagai refreshing, di Bukit Merah kita ditantang buat lomba kayak dong! Gak tanggung-tanggung, lomba kayak harus dilakukan 2 kali putaran, oper estafet bendera dan ngiterin seperempat danau Bukit Merah! Adrenalin dan energi yang terpacu dan terkuras abis bikin sebagian peserta cewek tepar setelahnya. Hahahaha. Saya yang kadang-kadang suka mendayung saja baru kali ini kedua le…

KETIKA LUKA BUMI DIPANDANG INDAH

Ada beberapa tempat traveling yang sebenarnya bukan objek wisata yang layak dikunjungi. Contohnya saat saya berada di daerah Singkawang Kalimantan Barat. Saat saya bertemu Dinas Pariwisata daerahnya dan menyebutkan nama sebuah tempat yang berdasarkan hasil ‘wejangan mbah’ Google,  objek ini termasuk wisata yang harus dikunjungi jika sedang berada di daerah tersebut. Dan tahu tidak bagaimana reaksi orang Dinparnya? Saling pandang satu sama lain dan malah nanya balik, “itu ada di daerah sini sebelah mana ya???” Jiahhahahaa. *ngakak guling-guling sambil garuk-garuk kepala*. Ternyata setelah kita tunjukkan foto tempatnya, orang Dinparnya cuma ber’ohh’ ria sambil bilang “itu bukan objek wisata  selain karena itu cuma bekas tambang yang tergenang, daerah sekitar situ itu tempat pembuangan sampah akhir kota ini lho”. Gedubrak! Ternyata the power of social media yang bikin foto-foto terlihat ciamik membuat bekas galian tambang pun disulap terlihat indah di pigura kamera.
Ya! Bekas tambang. K…

(REVIEW) HIJAB FRESH FOR HIJABER TRAVELER

Namanya cewek jilbaber atau hijaber yang doyan traveling macam saya, berpanas-panas ria saat traveling bukanlah masalah besar. Kulit kering pun cuekin saja demi tercapainya hasrat traveling kemana saja di muka bumi ini. Pulang-pulang kulit kering dan dekil mah sudah biasa. Lalu kalau ada yang nyeletuk “Makin iteman, ndah” biasanya saya ngeles dengan menjawab “Ahh nggak kok, Cuma makin eksotis aja nih kulitnya. Maklum, mataharinya lagi sayang-sayangnya sama kulit saya”. Wkwkwkwk.
Namun sekarang problema itu sudah bukan masalah lagi karena sudah ada produk hand and body lotion yang dikhususkan untuk para hijaber traveler seperti saya dan kalian yang hobi traveling. Namanya Hijab Fresh. Hijab fresh adalah perawatan kulit atau skin care terbaru dari Unilever yang dirancang khusus bagi para hijaber.

SUSAH SENANG CARI MAKANAN HALAL DI KAMBOJA

Sewaktu memutuskan untuk traveling ke Siem Reap, Kamboja, itu dikarenakan khilaf lihat tiket pesawat 85 ringgit alias 260ribuan saja oleh Air Asia. Itupun karena jadwal berangkatnya yang cuma berselang 3 hari dari waktu beli tiket. Maklum saat itu waktu traveling di Malaysia sudah hampir habis jatah free visa sehingga harus segera keluar dan Kamboja lah jadi negara tujuan berikutnya karena harga tiket pesawatnya yang bikin saya tidak pakai mikir belinya. Hehehe.
Meski tinggal 2 hari lagi akan berangkat ke Siem Reap, saya masih menyempatkan diri untuk sekedar membaca-baca mengenai negara ini. Maklum, saya belum pernah kesana sebelumnya dan saya hanya tahu di Siem Reap ada Angkor Wat Archeological Park yang wajib dikunjungi. Sisanya saya buta sama sekali tentang negara ini.
Baca juga : Mengenal Kawasan Angkor di Siem Reap
Setelah baca-baca artikel soal kamboja, mendadak saya parno sendiri, bahkan sehari sebelum berangkat saya sempat nangis di kamar mandi karena ketakutan. Ini serius!…

ROADTRIP KAMBOJA – THAILAND : HURU-HARA DI PERBATASAN

Kalau lagi jalan ke negeri lain yang bahasa aslinya bukan Melayu atau Inggris itu rasanya roaming luar biasa deh. Rasanya ingin punya pendamping doraemon biar bisa minta jelly penerjemahnya. Begitu pula saat saya memutuskan untuk melakukan roadtrip dari Siem Reap, Kamboja menuju Bangkok, Thailand. Selama di tengah kota Siem Reap sih kebanyakan masih menggunakan bahasa Inggris karena merupakan kota wisata, booking bus menuju kota perbatasan Poi Pet, Kamboja  pun bisa lewat hostel yang saya inapi selama 3 malam tanpa kesulitan.

Bus yang saya tumpangi ke perbatasan Kamboja – Thailand seharga 8 USD itu sudah standby di depan hostel pukul 07.30 waktu setempat dan pukul 08.00 pun berangkat menuju ke Poi Pet. Oh ya, harga bus Siem Reap – Bangkok sebenarnya hanya 12 USD, cuma beda 4 USD saja. Namun karena saya ingin merasakan langsung suasana perbatasan dan naik kereta dari Aranyaprathet ke Bangkok, makanya saya memilih tiket bus cuma sampai Poi Pet saja.

MENJADI TRAVELER GEOSPASIAL

Bulan Maret tahun ini, saya berkesempatan untuk melintas wilayah perbatasan 3 negara yaitu Kamboja, Thailand dan Malaysia lewat jalur darat. Sejak kecil saya sudah dibiasakan oleh orangtua saya untuk menikmati dan mengamati semua hal di perjalanan terutama bentang alamnya. Itu sebabnya sejak kecil,  Geografi selalu menjadi pelajaran favorit saya. Senang rasanya bisa melihat dunia lain di selembar peta di tangan saya. Itu sebabnya meski berada di negara lain, seperti Kamboja, Thailand dan Malaysia, saya tetap memilih jalur darat untuk memuaskan hasrat melihat bentang geografisnya.  Menikmati panasnya udara persawahan dan kota serta megahnya situs Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja, menikmati semilir angin di bawah pepohonan benteng Fort Sumen Phra di tepi sungai Chao Phra Ya di Bangkok, Thailand, atau merasakan dinginnya aroma gua Tempurung di wilayah Perak, Malaysia menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Baca juga : Mengenal Kawasan Angkor di Siem Reap, Kamboja.