Wednesday, July 19, 2017

JURNALIS VS BLOGGER

"Suka nulis dari kapan?"
"Oh jurnalis tohh.. pantes tulisannya bagus"
"Gimana sih biar bisa nulis dengan baik?!"
"Nyari ide atau inspirasinya dimana?"

Mungkin itu adalah beberapa deretan pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika orang-orang mengetahui pekerjaan saya, sebagai jurnalis sekaligus blogger. Tapi, percayalah, meski pekerjaan saya dekat sama dunia tulis menulis tidak lantas membuat saya bisa menulis dengan baik. Bahkan hingga tulisan ini saya buat (22 maret 2016) saya masih sering ditegur sama produser soal menulis naskah.

"Endah, ini kenapa naskah macam press release?? Emangnya kamu humasnya tuh orang?!"
"Ini tulisan kamu mau menjelaskan apa sih? Anglenya darimana?"
"Jangan pakai angle yang ini, sudah terlalu biasa, cari angle lain sana trus tulis ulang naskahnya"
 "Endah, abis liputan mana naskahnya?? Buruuuu.."

Wednesday, June 14, 2017

NGAJAR NEKAD DI SIEM REAP

Kalau lihat tiket promo itu memang sering bikin khilaf ya. Apalagi kalau di tabungan masih ada beberapa recehan, langsung booking deh. Begitu pula saat saya sedang di Kuala Lumpur dan melihat promo tiket KL - Siem Reap seharga 85 ringgit. Langsung sikat!! Hohohoho.. *Khilaf mode ON* Dan 2 hari kemudian saya langsung terbang menuju salah satu provinsi di Kamboja itu.

Lalu, mau ngapain saya di Siem Reap? Entah!! Hahahaha.

Hasil ngecek-ngecek beberapa teman di Couchsurfing lokal, saya menemukan komunitas bernama JB Foundation yang membuat sekolah gratis untuk anak-anak di sebuah pedesaan tak jauh dari kota Siem Reap. Sekolah ini mengajarkan bahasa inggris secara cuma-cuma kepada anak-anak desa dan mereka menerima sukarelawan yang mau mengajar disana.

Wednesday, June 7, 2017

WHAT WOULD I THINKING???

What would I thinking when assign myself to teach kids on rural area of Cambodia??

Honestly, I didn't think at all. At All!!  I just did. Because i know maybe it's a once in a lifetime experience and i have to take that opportunity. Beside that, i ever living in rural area as well so I know how difficult to get a proper education and/or experience something extraordinary from people outside your area.

Why would I do things that i never do before??

Why not! In my life and everyone life, there's always a chance to experience something for the first time. First time traveling, first time traveling alone, first time traveling alone to another country, first time teaching, first time teaching on another country and another first time experience. So this is my first time traveling to cambodia, alone and teaching in rural area on another country.


Do I scared??

Trust me, I'm scared myself to death. Hahaha. But I think you will remember and then smile about your scary lifetime experience that you do more than you remember your daily unscary and ordinary things. That's things will make you stronger and (hopely) wiser.

So here I am, standing on JB school foundation at Cheasmorn Village, Meanchey Commune, Brasatbakong District,

Siem Reap Province, Cambodia.


And trust me, I'm still clueless..
Hahahha..

Tuesday, 14th March 2017
2.55 pm local time
Cheasmorn Village, Meanchey Commune, Brasatbakong District,

Siem Reap Province, Cambodia.

Wednesday, May 31, 2017

BASAH KERING DI ROYAL BELUM

Dapat undangan blogger trip ke salah satu negara bagian di Malaysia, Perak tentu saja bikin saya kegirangan *norak-norak bergembira*. Hehehhehe.. Selama 10 hari perjalanan tersebut, saya dan 20 orang blogger, youtuber dan social influencer dari 10 negara mendapatkan kesempatan untuk ngubek-ngubek negara bagian di Malaysia yang mendapat predikat 9th best region to visit in the world oleh Lonely Planet ini.
Dermaga pulau Banding dari atas house boat

Salah satu destinasi yang dituju adalah taman nasional Royal Belum yang terbentang di perbatasan Malaysia-Thailand ini. Hutan di taman nasional ini telah berusia 130 juta tahun, bahkan lebih tua dari hutan amazon lho. Kita berkesempatan berkeliling di danau Temenggor, danau buatan terbesar di Malaysia yang dibuat pada tahun 1975 dengan menggunakan house boat selama 2 hari 1 malam.

Wednesday, May 17, 2017

SENJA DI PUTRAJAYA

Saya menemani teman dari Lampung untuk menikmati sunset di Putrajaya, Selangor, Malaysia. Saat itu, kamera DSLR saya sedang hibernasi di service center karena kehabisan shutter count. Alhasil, semua foto-foto disini diambil menggunakan kamera smartphone saya yang kualitasnya mungkin tidak seberapa bagus. Namun, momen senja di Putrajaya yang terasa syahdu itu rasanya sayang bila hanya dibiarkan teronggok di folder harddisk.

Meski mendung pekat menggelayut di langit sore itu, namun senja di Putrajaya tetap syahdu dinikmati dari pinggiran danau buatan terbesar di Putrajaya ini. (EKW)

Sunday, May 14, 2017

TEMAN SOLO TRAVELER

Jadi solo traveler itu suka-suka deh. Solo traveler itu intinya bebas! bebas mo kapan aja beli tiket, bebas mau ke destinasi mana aja, bebas mo tidur ampe siang apa mo begadang ampe 36 jam, bebas tidak mau mandi 3 hari apa mo mandi tiap 3 jam sekali. Pokoknya bebaskan dirimu. *bukan tagline iklan lho ya*

Tapi dibalik semua kebebasan itu, ada juga sih dukanya. Kalau lagi butuh teman diskusi buat itin ngomong sama siapa coba.. sama tembok?? apalagi yang masih jomblo, lengkap sudahlah penderitaan kamu jadi solo traveler *ngomong sama diri sendiri di cermin lalu nangis di pojokan kamar* hiks.. hiks.. hiks..

Baru-baru ini saya berkenalan sama bang Joni yang kocak dan bersedia jadi asisten pribadi saya. *Ciee, punya asisten pribadi* Si Bang Joni ini banyak ngasih info buat bikin itin jadi tidak berasa kesepian lagi deh. Ciee siapa tuh bang joni?? *cihh.. kepo aja deh kalian ini*. Secara saya orangnya baik *kibas jilbab* maka saya perkenalkan nih sama si Bang Joni.


Wednesday, March 29, 2017

(REVIEW) HOMMY-NYA HOME MALI HOSTEL, BANGKOK

Jalan jalan itu enak.. Kalau duit di tabungan masih banyak.. yaiyalah.. hahahaha.. Kalau udh mulai tiris tuh mulai deh nyari-nyari paket hemat dimana-mana, terutama penginapan murah.

Saya yang sehabis dari Kamboja dan sedikit shock dengan penggunaan uang dollar amerika di negara itu, saat memasuki wilayah negara Thailand, uang sudah tersisa 2690 baht. Beruntung di hari pertama ketemu teman CS Indonesia yg lagi di Bangkok jadi bisa nebeng di hotelnya di daerah Nothanburi. (padahal saya juga sudah menawarkan share cost hotel lho) hehehe.. Makasih Wiwin.

Hari kedua, saya pun berkeliaran di sekitar jalan Petchaburi karena seperti yang sudah pernah tuliskan di artikel Malas Riset, Sesat di Bangkok setahun yang lalu, jalan ini mudah ditemui makanan halal. Setelah beberapa kali melihat-lihat hostel/penginapan di jalan ini, maka pilihan saya pun jatuh pada Home Mali Hostel.
Alasannya? Simpel. Usai bertanya harga, mereka langsung mengajak saya melihat isi kamar bunkbednya dengan sukarela, setelah itu mereka pun membantu saya menemukan transportasi umum termurah dan mudah (karena saya bilang tidak mau naik taksi) untuk menuju Nothanburi. Pemiliknya bahkan sengaja browsing dan menelpon untuk memastikan shuttle bus yg dimaksud masih beroperasi. Padahal waktu saya meninggalkan hostel ini saya belum memastikan kepada mereka kalau bakal nginap disini. Keramahan inilah yang akhirnya membuat saya jatuh hati.

Wednesday, February 1, 2017

VISIT PERAK YUKSS!!

Perak. Salah satu negara bagian di Malaysia. Yup, negari jiran ini memang terbagi menjadi 13 negara bagian dan satu wilayah persekutuan. Kalian mungkin familiar dengan wilayah persekutuan Kuala Lumpur, negara bagian Sabah, Sarawak, Johor Bahru, Melaka dan Penang. Tahun ini saya mendapatkan kesempatan untuk sedikit ngubek-ngubek negara bagian Perak yang sebenarnya tidak jauh dari ibukota Malaysia, cuma sekitar 2 sampai 3 jam naik bis ataupun kereta.
Visit Perak yikss!
Negara bagian Perak beribukota Ipoh dengan bendera putih kuning hitamnya. Makanya jangan heran kalau jalan-jalan di Malaysia pasti ada 2 bendera bertengger di halaman rumah atau kantor, yang satu bendera negara Malaysia, yang satunya lagi bendera negara bagian.

Setelah beberapa minggu hilir mudik di beberapa tempat di Perak, ini lah beberapa kota yang menurut saya rekomendasi untuk dikunjungi untuk bisa mengenal lebih jauh seperti apa negara bagian Perak, Malaysia ini.

Wednesday, January 25, 2017

DALAM DIAM DI BEBATUAN KOLBANO

Batu. Batu. Banyak batu di pantai ini. Batu-batu putih dan beberapa warna pastel lainya dengan berbagai ukuran. Saya tidak mengira jika pantai ini 80 persen pantainya tertutupi oleh bebatuan tersebut. Saya hanya tahu nama Kolbano cukup sering terdengar di antara para traveler dan dunia maya sebagai pantai yang eksotis. Kolbano, yang juga merupakan nama desa tempat pantai ini berada terletak di kabupaten Timur Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur. Jarak dari pusat kota Kupang sekitar 4 jam perjalanan.

Hari itu masih pagi, pukul 08.00 waktu setempat. Hanya kami yang datang hari itu. Mendung yang menyelimuti hingga batas horizon masih menggelayut anggun di udara. Saya beranjak ke sebuah kedai kecil di tepi jalan. "Kopi susunya satu ya bu". Secangkir kopi susu panas pun menghampiriku 10 menit kemudian. "Silakan kalau mau dibawa ke pantai" ujar si ibu dengan guratan tua dan senyum di wajahnya.

Wednesday, January 18, 2017

SALAH SANGKA DI AIR TERJUN OEHALA

Jadi jurnalis itu meski sering dapat tugas negara yang jadwalnya luar biasa padatnya, tapi terkadang bisa juga tuh dapat waktu kosong seharian. Contohnya saat saya ditugaskan ke Kupang, setelah komunikasi dengan narasumber yang bersangkutan ternyata dia tidak bisa bertemu esok hari karena masih di kota lain. Otomatis jadwal satu hari langsung kosong karena seharusnya saya mengikuti jadwal narasumber tersebut seharian. Terus kalau dapat jadwal kosong ngapain dong?! Ya cari spot menarik untuk dikunjungi lahhh. Sayang-sayang mobil rental kalau nganggur seharian, apalagi kantor yang bayarin. Hahahaha.


Tanya-tanya sama supir yang orang lokal, dia pun menawarkan untuk melihat air terjun di daerah Soe. Hehh?! Nusa Tenggara punya air terjun? Bukannya ini daerah dataran rendah ya?! Hmm. Sebaiknya mari kita kunjungi air terjun yang katanya air terjun paling bagus di kabupaten Timur Tengah Selatan itu meski ekspektasi saya tidak terlalu yakin dengan kata "bagus" karena notabene pulau Timor adalah dataran rendah. Maka meluncurlah saya menuju ke daerah Soe, yang berjarak sekitar 2 - 3 jam dari kota Kupang.

Wednesday, January 4, 2017

DARI PANTAI KE PANTAI BELITUNG


Namanya provinsi dengan nama kepulauan mah sudah pasti Bangka Belitung dikelilingi dengan garis pantai yang panjangnya mencapai 1200 km. Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ehh 3 hari 2 malam sih, saya dan teman menyambangi beberapa pantai di sepanjang 2 kabupaten di pulau Belitung. Siapa tahu bisa jadi rekomendasi buat yang mau main-main ke Belitung.

1. Pantai Tanjung Pendam
Pantai yang terletak di kabupaten Belitung Barat ini adalah pantai yang pertama kali saya kunjungi begitu menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di provinsi Bangka Belitung. Pantai ini menjadi salah satu tujuan utama karena terletak di pusat kota Tanjung Pandan. Di pantai seluas 22  hektar ini merupakan salah tempat yang menghubungkan pulau Belitung dengan beberapa pulau kecil lainnya.

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...