Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

JEJAK PROKLAMATOR DI BENCOOLEN

Saya memang cuma numpang transit di Bengkulu. Namun meski sekilas menapakkan kaki disini, saya baru mengetahui bahwa sang proklamator pernah diasingkan disini. *belajar sejarah lagi yuks*

Ir Soekarno atau akrab disapa Bung Karno pernah diasingkan di Bengkulu pada tahun 1938 hingga 1942. Jejak Sang Proklamator ini masih bisa terlihat dengan jelas di berbagai sudut kota yang pada masa penjajahan Inggris, disebut sebagai kota Bencoolen.

Langkah awal saya mengetahui keberadaan Bung Karno di Bengkulu adalah lewat Masjid Jamik, di pusat kota Bengkulu. Masjid yang dimanfaatkan warga untuk beribadah dan melakukan kegiatan keagamaan ini merupakan hasil karya arsitektur Bung Karno. Masjid yang berlokasi di Kelurahan Pengantunan ini dibangun pada tahun 1938 serta dirancang bahkan dibangun oleh beliau sendiri. Karena bernilai sejarah tinggi, Masjid Jamik pun dijadikan salah satu cagar budaya di Bengkulu.

DUDUK DIAM DI JAM GADANG, BUKITTINGGI

Saya: Wahh.. kita dinas ke Sumatera Barat. Wajib ambil gambar ikon Sumbar nih. yuks ke Jam Gadang..
Teman : Jauh Endah.. itu letaknya 4 jam dari Padang..
Saya: ohh kalau begitu Istana Pagaruyung aja yukss...
Teman : itu juga jauh Endah.. dua-duanya adanya di Bukittinggi sanaaaa..
Saya : ohhh hahahhaha.. gak tau saya.. *ketawa garing*
Sekelumit obrolan itu menjadi awal perjalanan saya ke wilayah Sumatera Barat. Buat yang mengira seorang jurnalis seperti saya akan tahu segalanya, itu tidak berlaku bagi saya, terutama kalau saya belum pernah mengunjungi daerah tersebut. Sampai saya menjejakkan kaki di Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, saya tidak tahu kalau ikon Sumatera Barat, Jam Gadang dan Istana Pagaruyung ternyata bukan di ibukota Sumatera Barat, Padang, tapi terletak di Bukittinggi, kabupaten yang letaknya 4 jam dari Padang. *toyor-toyorin kepala sendiri*