Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

3 PULAU DI UJUNG BARAT PULAU JAWA

Taman Nasional Ujung Kulon di provinsi Banten. Sesuai namanya, daerah ini terletak di ujung paling barat pulau Jawa. Kawasan taman nasional ini memiliki luas 122.000 hektar lebih, dimana 443 kilometer perseginya adalah wilayah laut. Ujung Kulon merupakan taman nasional pertama yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia dan juga merupakan warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991.
Pada awalnya Ujung Kulon merupakan tanah pertanian dan pedesaan. Namun meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883 membuat daerah pedesaan dan pertanian itu hancur lebur dan berubah kembali menjadi hutan beberapa tahun setelah letusannya.
Selain hutannya yang masih alami, Ujung kulon memiliki beberapa pulau yang bisa dikunjungi untuk melihat sekelumit flora dan fauna yang ada di taman nasional ini. Berikut ini adalah 3 pulau yang saya kunjungi saat mengunjungi taman nasional Ujung Kulon.

MELIHAT SISI LAIN TEBING KARATON

Mendapatkan tawaran megunjungi salah satu tempat yang lagi happening di Bandung ini tentu saja tidak saya sia-siakan. Tebing Karaton. Wilayahnya merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Juanda, Dago Atas, Bandung, Jawa Barat. Jadi, tiket masuknya sudah sepaket dengan biaya masuk Taman Hutan Juanda, Goa Jepang dan Goa Belanda. 
Begitu memasuki wilayah Tebing Karaton ini saya sedikit terkejut dengan banyaknya orang yang telah berada disana, terlalu padat malah untuk ukuran tebing sekecil itu. Itu sebabnya setelah mengambil beberapa foto di sekitar Tebing Karaton, saya memilih untuk berjalan menuju areal lain yang tidak terlalu ramai. Disini saya bisa melihat sisi lain Tebing Karaton dari kejauhan dan memotret beberapa sudut.

BERBURU CURUG DI PETUNGKRIYONO

Ajakan jalan ke Pekalongan sebenarnya sudah cukup lama terdengar. Namun rencana demi rencana hanya selalu jadi wacana yang teronggok di pembicaraan grup whatsapp. Seperti biasa, sesuatu yang direncanakan jauh-jauh hari belum tentu terlaksana namun rencana dadakan di menit terakhir justru tercapai dengan sukses. Dan seperti itulah yang terjadi dengan perjalanan saya ke Pekalongan. Diberi tawaran berangkat pada tanggal 16 juli siang, dan 17 juli hampir tengah malam saya sudah duduk manis dalam kereta menuju ke Pekalongan bersama seorang teman, Adhie Firmansyah.

Sekilas tentang Pekalongan adalah salah satu wilayah di Jawa Tengah, yang berada di jalur Pantura (Pantai Utara Jawa). Selain terkenal sebagai kota pesisir (pantai), Pekalongan juga terkenal sebagai kota Batik dimana motif-motif batik sangat khas dan variatif. Kota Pekalongan juga telah masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts and folk arts (Kerajinan tangan dan kesenian rakyat). Keren kan. Namun, kali ini …

PEMENANG TURNAMEN FOTO PERJALANAN RONDE KE 62: HIJAU

Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhirnya sampai juga di pengumuman pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde ke 62 dengan tema Hijau. Untuk TFP ini memang cuma sedikit, entah mungkin karena memasuki awal bulan Ramadhan, atau memang salah saya yang kurang banyak publikasi. Tapi, terima kasih banyak yang sudah ikutan TFP kali ini.

Untuk TFP ronde ke 62 ini saya memutuskan bahwa pemenang TFP ini adalah mbak Adriani Zulivan dengan fotonya yang berjudul Color Block. Foto 2 penari balet ini menurut saya menarik karena terdapat tulisan Exit yang juga berwarna hijau, dan mereka seolah diharuskan keluar namun tidak peduli dan tetap melakukan apa yang menjadi kecintaan mereka, yaitu menari. :)
Yeay!! Selamat ya mbak Andriani. Silakan melanjutkan Turnamen Foto Perjalanan ronde berikutnya. Jika ada yang ingin ditanyakan berkaitan dengan turnamen ini silakan menghubungi saya di email endahkurniawira@gmail.com atau twitter @endahkwira.
Have fun with the tournament! :)

JURNALIS DAN LIBURAN

Profesi Jurnalis saat ini termasuk salah satu profesi incaran banyak orang karena iming-iming traveling gratis atau dibayarin kantor yang selalu menjadi motivasi utama. Saya sendiri meski saat ini bekerja sebagai Video Jurnalis  di salah satu media nasional, sebenarnya pada awalnya tidak pernah membayangkan akan benar-benar menjadi jurnalis, meski saya lulusan Jurnalistik. Maklum, sejak awal saya melihat profesi jurnalis adalah profesi orang cerdas nan serius bin susah, yang notabene bukan saya banget yang pelupa tingkat dewa, suka becanda dan malas melakukan hal-hal susah. Namun, suratan takdir Allah SWT ternyata menggariskan bahwa saya harus jadi jurnalis dan kini, ini adalah profesi yang telah saya geluti sejak tahun 2009.  *lama juga yaa.. *
Awal jadi jurnalis, saya tidak membayangkan akan bisa pergi keluar kota. Betapa tidak, mengerjakan liputan dalam kota saja bisa kelar jam 2 atau jam 3 pagi setiap hari,plus pakai acara deraian air mata dan keringat plus emosi tingkat dewa kal…