Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2016

(NYARIS) MAKAN SEI DI KUPANG

Perasaan sih masih belum sempat minta day off usai tugas negara dari Bali, tiba-tiba list tugas negara keluar kota mendadak datang kembali seminggu setelahnya. *bos..bos.. saya lelah bos*. Permintaan untuk tugas negara di areal Jabodetabek pun ditolak dengan alasan  "ada yang baru pertama kali liputan project ini, ndah, jadi dia yang di Jabodetabek dulu ya, kamu yang jauhan aja". Beuh. Tahun lalu saya minta yang jauhan, di Sulawesi atau Papua gitu ditolak, suruh yang deketan. *ehh Sumatera deketlah sama pulau Jawa lah ya* Hehehehe. Dan jadilah saya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sebenarnya ini bukan kali pertama kali saya ke NTT. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengunjungi provinsi ini lewat pulau Sumba. (cerita tentang Sumba silakan dibaca disini). Namun memang ini pertama kalinya saya mengunjungi Kupang ya sudahlah ya, nikmati sajalah. Bersama dengan Aci si team leader dan Amin si fotographer, saya pun berangkat menuju Kupang dengan penerbangan paling pagi, pukul 03…

(SUSAH) MOTRET DI UPSIDE DOWN

Bali. Setelah lebih dari 3 tahun saya tidak menjejaki pulau Dewata ini, akhirnya saya kembali kesini demi sebuah tugas negara yang mulia. *#eaa mulai lebay*. Denpasar menjadi kota dimana saya harus berkeliling dan melihat sudah banyak perubahan yang terjadi di kota ini sejak terakhir saya mengunjunginya. Salah satunya adalah hadirnya Upside Down World.
Upside Down World adalah sebuah galeri seni yang berada di Jalan Bypass Ngurah Rai no 762, Pemogan, Denpasar, Bali. Keunikan galeri seni ini adalah beberapa ruang dan perabotan yang sengaja dipasang terbalik, entah itu di dinding atau di atap. Bahkan beberapa nama petunjuk pun sengaja disusun terbalik seperti tulisan tiket dan free wifi.

(FOTO) SELAMAT PAGI, LOVINA

Pantai Lovina, Singaraja, kabupaten Buleleng, provinsi Bali.

Saya hanya sepeminuman kopi di pantai ini, hanya sekelebat mata menatap horizon jingga di kejauhan. Suatu ketika, mungkin nanti, kita bisa bersua kembali.
Hingga saat itu tiba, ketika saya bisa kembali berkata:
"Selamat pagi, Lovina. Senang bertemu denganmu!"

SENIMAN KARUNGUT ITU PUN PERGI

Setelah huru-hara menyambut tugas negara ke Palangkaraya (baca disini) saya akhirnya bisa tiba dengan selamat di bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya sambil ngusap-ngusap hidung yang mampet bin gatal sejak 3 hari yang lalu.

Narasumber yang akan saya temui adalah bapak Syaer Sua, seniman karungut dari Kalimantan Tengah. Karungut sendiri adalah kesenian tradisional dari suku Dayak di Kalimantan yang berupa seni musik dan atau seni sastra lisan seperti pantun dan puisi yang didendangkan. Karungut biasanya berisi pesan-pesan kehidupan bagi para generasi muda.

Ternyata perjalanan menuju tempat tinggal narasumber tidak semudah yang dibayangkan. Beliau tinggal di Desa Tumbang Manggu, kecamatan Sanaman Mantikei, kabupaten Katingan yang letaknya sekitar 5-6 jam dari kota Palangkaraya.

HURU HARA TUGAS NEGARA KE PALANGKARAYA

Hari itu saya sedang radang tenggorokan dan flu berat, namun tugas negara (begitu saya sering menyebutnya) a.k.a liputan luar kota yang datang berbarengan membuat saya harus tetap berangkat dengan kondisi sakit seperti itu karena tidak ada pengganti. Maklum, keterbatasan orang membuat semua Video Journalist (VJ) dan bahkan beberapa produser akhirnya harus turun ke lapangan untuk liputan. Meski sedang sakit, namun saya tetap bersemangat karena narasumber yang akan saya temui bergerak di bidang yang saya sukai yaitu Seni dan Budaya.

Keberangkatan ke Pontianak ini ternyata harus dimulai dengan huru-hara telat check-in! Karena kepala dan badan yang luar biasa meriang dan terasa remuk redam, saya salah lihat jam. Saya pikir saya sedang berangkat ke Bandara pukul 03.30 pagi sehingga saya berpikir masih banyak waktu untuk penerbangan pukul 06.15. Ternyata, saya berangkat pukul 04.30 dan baru sampai di bandara 05.50, tepat 25 menit sebelum boarding. *FYI, selama di dalam damri menuju ke Banda…