Saat diajak main ke Ambarawa sama Andini, awalnya dia mengajak saya untuk ke museum kereta api Ambarawa. Karena memang saya belum pernah kesana, jadi tentu saja saya langsung setuju. Namun pas melihat di peta bahwa museum itu ternyata cuma berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Benteng Pendem Ambarawa, saya langsung minta untuk memasukkan benteng ini ke dalam itinerary traveling ke Semarang hari ini.
Lokasi Benteng Pendem Ambarawa
Benteng Fort Willem I ini berada di Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Nama "Willem I" diambil dari nama Raja Willem I, raja Belanda pada masa pembangunan benteng.
Masyarakat lokal menyebutnya sebagai Benteng Pendem atau Beteng Pendem, dari kata Jawa pendhem yang berarti terpendam/terkubur. Sebutan tersebut sebenarnya bukan karena benteng ini pernah terkubur atau terpendam di dalam tanah tapi berkaitan dengan posisi dan karakter bangunannya yang terlihat seperti "tenggelam" jika dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Mirip dengan Benteng Pendem Vand De Bosch di Ngawi, Jawa Timur yang bila dilihat dari luar, tidak terlihat seperti bangunan 2-3 lantai.
Saat ini kompleksnya dikelilingi persawahan sehingga dari beberapa sudut bangunan tua tersebut memang terlihat seperti muncul dari balik rerumputan dan vegetasi.
Informasi Tiket Masuk & Jam Buka
- Harga Tiket Masuk:
Akhir Pekan (Weekends): Rp15.000 per orang.
Biaya Parkir: Sekitar Rp3.000 (sepeda motor) hingga Rp5.000 (mobil).
- Jam Operasional:
Sabtu – Minggu: 06.00 – 20.00 WIB.
Cara Traveling Menuju ke Benteng Fort Willem 1 Ambarawa
Perjalanan dari Kota Semarang menuju Benteng Fort Willem I Ambarawa menempuh jarak sekitar 40–45 km ke arah selatan menuju Kabupaten Semarang. Waktu tempuhnya sekitar 50–60 menit via Jalur Tol Semarang–Solo (keluar di Pintu Tol Bawen).
Dari Stasiun Semarang Tawang atau Stasiun Semarang Poncol, kalian bisa naik layanan bus Trans Semarang Koridor 2, Koridor 3A/3B, atau Koridor 4 menuju Halte Transit Balai Kota Semarang atau langsung ke Terminal Ungaran / Halte Sisemut.
Setelah itu, dari Halte Balai Kota atau Terminal Ungaran, naiklah bus AKDP/AKAP jurusan Semarang–Solo, Semarang–Jogja, atau Semarang–Magelang (seperti Bus Sugeng Rahayu, Rukun Sayur, atau Bus Medium Semarang–Bawen–Ambarawa).
Minta pengemudi/kondektur untuk turun di Pertigaan Pasar Ambarawa atau Palagan Ambarawa. Dari titik turun Pasar Ambarawa, kalian bisa melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online (Gojek/Grab) atau ojek pangkalan sekitar 1,5 km menuju gerbang benteng.
Jika kalian menggunakan jasa shuttle/travel jurusan Semarang–Jogja atau Semarang–Salatiga (misalnya DayTrans, Joglosemar, atau Rama Travel) yang melewati rute Ambarawa, kalian bisa minta diturunkan di titik terdekat di jalan utama Ambarawa, lalu melanjutkan dengan ojek online hingga ke lokasi benteng. Langsung memesan mobil/taksi dari stasiun menuju area Ambarawa.
Saat saya dan Andini akan menuju kesana, dari Balai Kota Semarang, kami menggunakan Bus Trans Semarang dengan tujuan terminal Bawen. Setelah itu kami memesan transportasi online yang langsung menuju ke Benteng Fort Willem 1 Ambarawa. Ini rute yang paling efektif buat para kaum mendang-mending seperti saya. Hehehe.
Sejarah Benteng Fort Willem I Ambarawa
Benteng Pendem Ambarawa, atau Fort Willem I, adalah benteng peninggalan kolonial Belanda yang dibangun mulai 1834 dan digunakan sebagai kompleks militer untuk menempatkan pasukan serta menyimpan logistik. Letaknya di Ambarawa dipilih karena kawasan ini memiliki posisi strategis untuk menghubungkan Semarang dengan wilayah pedalaman Jawa.
Pada masa pendudukan Jepang, benteng beralih fungsi menjadi tempat penahanan atau kamp interniran bagi orang-orang Eropa dan kelompok yang dianggap menentang Jepang. Setelah Indonesia merdeka, kawasan benteng kembali digunakan untuk kepentingan militer dan berkaitan dengan periode Palagan Ambarawa pada 1945.
Maka beruntung banget saat saya ingin kesana, di bulan Desember 2025, revitalisasi Benteng Pendem Ambarawa sudah selesai dan telah dibuka untuk wisata dengan vibe yang jauh berbeda, lebih rapi, bersih, terang dan indah. Makanya Andini pun akhirnya setuju untuk mengunjunginya lagi setelah saya menunjukkan beberapa foto terbarunya yang sudah mulai beredar di sosial media.
Fasilitas di Benteng Pendem Ambarawa
- Lahan Parkir Kendaraan Tersedia area parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat di luar kawasan benteng yang sangat luas. Jadi buat rombongan luar kota yang pakai bus, bisa parkir dengan leluasa.
- Spot Foto Estetik & Arsitektur Kuno Dinding-dinding bata merah tua, lorong-lorong melengkung yang unik, dan jendela-jendela kayu besar menjadi daya tarik utama untuk fotografi bertema vintage atau gothic.
- Mobil Klasik/Antik: Ada berbagai jenis mobil antik yang dipajang di dalam benteng dengan berbagai warna. Untuk masuk ke area ini kalian harus punya tiket terusan atau beli tiket lagi sebelum masuk area mobil antik. Selain untuk foto-foto, ada pula layanan sewa mobil antik berkapasitas empat orang dewasa untuk berkeliling area benteng.
- Bioskop Sejarah (Willem Cinema / Cinema 5D): Di sini kalian bisa melihat pemutaran film edukasi sejarah tentang Pangeran Diponegoro hingga sejarah berdirinya Benteng Fort Willem 1 Ambarawa.
- Sewa Kostum Belanda: Ada layanan penyewaan gaun vintage atau kostum ala noni Belanda untuk berfoto.
- Area Cafe dan Kuliner. Ada beberapa cafe estetik dan kuliner yang bisa kalian coba di dalam benteng.
- Area Makutoromo & Pelataran Santai Di dalam kawasan kompleks benteng terdapat area terbuka yang dapat digunakan pengunjung untuk berjalan-jalan santai sambil menikmati pemandangan perbukitan sekitarnya.
- Musholla. Ada sebuah ruangan yang disediakan untuk sholat. Ruangannya cukup besar dan bisa menampung hingga lebih dari 20 orang.
- Toilet Umum Fasilitas kebersihan dasar seperti toilet umum dan tempat cuci tangan telah disediakan bagi para pengunjung







Saya belum pernah nih mampir Semarang secara khusus, lewat aja iya. Dengar Ambarawa ya familiar banget. Kalau udah bicara peninggalan kolonial zaman dulu luar biasanya ya mereka mulai bangun tahun 1834 sampai sekarang kita bisa liat. Nggak main main bikin kompleks militer untuk nempatin pasukan & menyimpan logistik. Enjoy banget ya kamu kak. 👍😊
ReplyDeleteIya mbak, Sebenarnya saya juga jarang explore Ambarawa sih, biasanya cuma lewat aja. Makanya kemarin waktu diajak explore Ambarawa seharian, langsung mengiyakan.
DeleteSenang bisa main ke Benteng Pendem Ambarawa apalagi setelah selesai direnovasi, jadi lebih rapi dan bersih deh.
banyak bloger luar semarang yang udah ke sini, lah aku yang cah semarang sendiri malah belum pernah. harus diagendakan sih soalnya estetik
ReplyDeleteYa ampun saya suka lupa kalau mbak Ida tinggal di Semarang, Mudah-mudahan lain waktu main ke Semarang bisa meet up kita ya. Sekalian main-main ke Benteng Pendem Ambarawa dan sekitarnya deh.
DeleteCakep ya pas suasana senja di sana. Healing seharian yang menarik, lengkap ada are akulineran dan mushola bikin perjalanan bebas galau, apalagi sambil belajar sejarah pula
ReplyDeleteIya, pas senjanya Benteng Fort Willem 1 Ambarawa ini indah banget. Buat nongki-nongki cantik juga oke banget karena ada beberapa cafe estetik di dalam benteng.
DeleteBenteng Pendem ini memang punya arsitektur kuno yang sangat eksotis dan photogenic ya. Ambarawa dari dulu memang menyimpan banyak destinasi sejarah yang tenang dan berkesan, salah satunya Fort Willem I ini. Jadi makin masuk daftar tempat yang wajib dikunjungi kalau lagi liburan ke sana.
ReplyDeleteArsitektur benteng-benteng peninggalan Belanda memang bagus-bagus banget euy. Makanya sudah lama banget ngincar pengen ke Fort Willem 1 Ambawara ini. Alhamdulillah dapat kesempatan traveling ke Benteng Pendem Ambarawa.
DeleteAlhamdulillah, sudah direvitalisasi makin indah dan nyaman, nggak cuma bangunan berlumut doang. Ragam aktivitas yang bisa dilakukan di sana juga menarik, nggak hanya foto-foto estetik doang ada juga bioskop yang memutarkan sejarah benteng pendem ini.
ReplyDeleteIya. Benteng Pendem Ambarawa ini makin bagus dan bersih setelah direvitalisasi. Banyak aktivitas juga yang bisa dilakukan di sana. Makanya bagus banget kalau bisa kesana bareng teman dan keluarga deh.
DeleteWalaupun kalau mudik pasti bolak-balik melintasi Semarang (karena ada di jalur antara kampung saya dan suami), tapi belum pernah nih eksplor wisata kotanya. Waktu itu sempat lihat konten Port Willem pas baru direvitalisasi, tapi cuma kirim ke Mama di Solo yang memang lebih sering jalan-jalan. Kapan-kapan boleh juga diagendakan khusus keluarga kecil saya buat jalan-jalan di sana ya, terima kasih catatan perjalanannya Mbak.
ReplyDeleteKalo bangunan peninggalan kolonial seperti benteng ini bisa dikelola dan dijaga dengan baik, tentunya akan memberikan dampak postif. Tergantung pemerintahan daerah nya menganggap peninggalan kolonial itu hanya sebatas bangunan lama, atau aset jangka panjang yang berharga
ReplyDeleteBenteng tua ini emang punya daya tarik aneh ya kak: makin kusam, makin bikin penasaran. 😄
ReplyDeleteFort Willem I ini apalagi, dari luar saja udah terasa seperti punya segudang cerita yang belum selesai diceritakan.
Aku tuh suka perjalanan di tulisan ini karena bukan cuma soal “datang, foto, pulang”, tapi ikut mengulik suasana dan sejarah tempatnya.
Yang bikin senyum, nama “Pendem” juga langsung bikin imajinasi ke mana-mana. 😂 Cocok banget buat tempat yang lorong dan bangunannya masih menyimpan kesan misterius nih. Jadi pengin datang langsung, tapi kayaknya siang-siang saja dulu. 😅
Btw, foto pas sunsetnya best bgt kak. Jd pgn ke situ deh menjelang sunset.
Baca cerita mbak pas ke Benteng Fort Willem I, atau benteng Pendem. Bikin aku auto nostalgia saat explore Semarang ditemani warlok kak Ire Rosana nih. Memang yaaa waktu terbaik berkunjung menjelang senja biar lebih adem. Setiap sudutnya tuh memikat banget. Aku yang suka bangunan bersejarah auto betah diam di ana. Kami kesana pas terik sih tengah hari hahaha. Sekalian makan siang juga. Banyak kedai yang menyajikan makanan enak-enak dengan harga ramah dikantong. Semoga saja UMKM disana tetap pasang harga bersahabat ya. Next time pengen kesana lagi.
ReplyDeleteBenteng Fort Willem I ini menarik banget, apalagi setelah direvitalisasi ternyata suasananya sudah jauh berbeda. Aku suka bagian sejarahnya, jadi datang ke sini bukan cuma dapat foto dengan latar bangunan kuno, tapi juga bisa belajar tentang perjalanan panjang benteng ini. Ditutup dengan sunset dan background gunung pula—komplit banget!
ReplyDeleteWah, asyik banget healing tipis-tipis ke Benteng Fort Willem I ini! Btw Kak Endah, waktu sewa kostum ala noni Belanda atau mobil antik di dalam area benteng kemarin, proses sewanya gampang dan harus antre lama nggak?
ReplyDeleteWahh ada nih pilihan mau apa ke mana saat kapan-kapan ke Semarang nanti. Selama ini kebayangnya Lumpia aja hahhaa. Bentengnya bagus yaa, bersih, terawat, fasilitasnya juga lengkap. Gak papa sih ada tiket masuk segitu kalau memang tempatnya bagus dan terawat gini
ReplyDeleteKe Benteng Fort Willem 1 Ambarawa, Semarang ini banyak juga experience-nya yaah..
ReplyDeleteGa hanya berfoto di tempat sejarah, bahkan ada nonton film bareng dan sewa baju sehingga bisa cosplay jadi noni belanda. Setelah lelah, cucoknya memang langsung kulineran sih yaa..
Lokasi benteng pendem ini dekat dengan stasiun Ambarawa kah? Kalau ga salah dulu digunakan sebagai stok logistik Jawa Tengah
ReplyDeleteMenarik ya bangunannya setelah mengalami revitalisasi
Aku suka banget wisata atau mengunjungi tempat yang menyimpan banyak sejarah dan cerita masa lalu, seperti jaman penjajahan, benteng ini legend loh. Banyak ceritanya aku simak juga di youtube
ReplyDelete