Wednesday, May 25, 2022

Saksi Bisu Sejarah Perang Dunia Ke-II di Pulau Morotai

Selain terkenal dengan keindahan alamnya, mulai dari bawah laut, pantai hingga hutannya, Kabupaten Pulau Morotai ternyata juga terkenal dengan wisata sejarahnya. 


Saat pertama kali menginjakkan kaki di bandara Pitu Morotai, saya hanya tahu Kabupaten  Pulau Morotai punya pantai, pulau dan laut yang indah. Namun saya tidak pernah menduga bahwa di pulau paling utara di Indonesia ini, pernah menjadi saksi perang dunia ke II. 
wisata-sejarah-pulau-morotai

Posisi Pulau Morotai sebagai pulau paling utara terluar merupakan posisis yang strategis sebagai pintu masuk atau pun basis pertahanan untuk para tentara Amerika Serikat, Sekutu atau pun tentara Jepang yang akan masuk ke wilayah Indonesia, Malaysia, maupun Filipina pada masa perang dunia ke II. 

Nah, ada beberapa tempat di Morotai yang menjadi wisata sejarah andalannya. Berikut ini adalah beberapa wisata sejarah di kabupaten Pulau Morotai yang menjadi saksi bisu sejarah perang dunia yang dimulai di tahun 1942 tersebut. 

Sumber Mata Air Kaca

Sebuah lubang air bersih di tanah terlihat memiliki naungan beberapa pohon besar dan tua. Akar-akar pohon merambat di dinding guanya, menahan bebatuan dan tanah agar tidak mengubur sumber air bersih yang bening bagai kaca itu. 

Sumber Mata Air Kaca ini terletak di desa Wamama, kecamatan Morotai Selatan. Letaknya tidak jauh dari Bandara Pitu Morotai, hanya sekitar 1,8 kilometer saja, atau sekitar 3-5 menit berkendara.

Air Kaca merupakan salah satu sumber mata air yang berperan besar pada saat tentara Amerika dan sekutunya menduduki pulau Morotai pada perang dunia ke II tahun 1942-1944. Di tempat ini, Syukur, pengelola wisata Air Kaca mulai dibuka dan membersihkan tempat ini pada tahun 2009 untuk dipakai sebagai sumber air bersih bagi lahannya.

Meski tak sejernih seperti yang dulu, wisata Air Kaca ini masih diminati wisatawan yang datang ke Morotai. “Dulu saat Sail Morotai 2012 itu  banyak yang datang, terutama yang eks tentara perang dunia kedua,” ujar Syukur saat menunjukkan beberapa lokasi goa yang terbenam air.

Pantai Army Dock

Sesuai dengan namanya, pantai Army Dock ini dulunya adalah titik perndaratan pertama pasukan Amerika dan sekutunya di Morotai pada tanggal 15 Spetember 1944 yang kemudian mendirikan pangkalan militer di pantai ini. 

Benny Laos, bupati kabupeten Pulau Morotai menjelaskan bahwa wisata pertama di pulau Morotai itu sebenarnya adalah wisata sejarah. Kekayaan sejarah dari perang dunia kedua banyak bertebaran di beberapa tempat di wilayah Morotai, mulai dari daratan, hingga ke dasar lautannya. 

Pantai ini juga menjadi saksi bisu pecahnya peperangan antara tentara Amerika Serikat dan tentara Jepang hingga membuat pantai dan lautnya pun menjadi memerah karena pertumpahan darah dari kedua belah pihak. 

Meski sisa-sisa pangkalan militer di pantai ini sudah nyaris tidak ada, namun pemerintah kabupaten Pulau Morotai sudah membenahi area wisata pantai ini sebagai tujuan wisata utama karena letaknya yang berada di dalam kota Daruba, ibukota kabupaten Pulau Morotai. 

Menikmati senja di pantai Army Dock ini akan sangat menarik di pantai yang terletak di bagian barat daya pulau Morotai ini. Pasir coklat dan lautnya yang jernih

Museum Trikora dan Perang Dunia Kedua. 

Belajar sejarah tentu saja paling bagus dan cepat adalah jika belajar dari ssebuah museum. Sebagai saksi bisu sejarah Perang Dunia ke-II, Pulau Morotai memiliki museum Trikora dan Perang Dunia kedua. Awalnya kedua museum ini terpisah, namun akhirnya digabungkan dan ditempatkan di satu lokasi strategis di pinggiran pantai kota Daruba. 

wisata-sejarah-pulau-morotai

“Sejarah disini ternyata luar biasa ya. Jadi bisa belajar sejarah, sekaligus melihat pemandangan pantai Morotai yang cantik,” ujar Setyo dan Indah saat bertemu dengan kedua kakak beradik ini di areal Museum Perang Dunia Ke II dan Trikora. 

Monumen Nakamura

Di pertigaan desa Nakamura dan desa Dehegila, terdapat sebuah monumen prajurit dari masa perang dunia ke II. Monumen itu adalah monumen Teruo Nakamura, salah satu prajurit Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang ditugaskan untuk berperang melawan pasukan Amerika dan Sekutunya di Pulau Morotai. 

Teruo Nakamura adalah prajurit Jepang yang paling terakhir menyerah dan meninggalkan Pulau Morotai, jauh setelah perang dunia ke II telah usai. Kala itu, karena pasukan Jepang berhasil dipukul mundur oleh tentara Amerika dan Sekutunya, Teruo Nakamura berhasil melarikan diri ke dalam hutan dan bersembunyi selama bertahun-tahun tanpa mengetahui perang telah berakhir. 
wisata-sejarah-pulau-morotai

Teruo Nakamura akhirnya diketemukan oleh para penduduk setempat, namun saat itu dia tidak percaya bahwa perang telah berakhir. Akhirnya penduduk pun menghubungi Kepala Pangkalan Udara TNI AU, Kapten Supardi untuk membentuk tim yang akan menangkap dan membawa kembali Nakamura dari dalam hutan.

Setelah itu, pemerintah Jepang pun mengirimkan tim penjemputan bagi Nakamura yang telah bersembunyi selama 29 tahun di pulau Morotai. Akhirnya Teruo Nakamura pun bisa dibawa pulang kembali ke Jepang.

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai lalu membangun Monumen Nakamura ini untuk mengenang Pulau Morotai sebagai salah satu basis pertahanan tentara Jepang di masa lalu.

Dengan salah satu branding kabupaten Pulau Morotai sebagai ‘Land of Storries’, diharapkan akan bisa membuat wisata sejarah di Morotai bisa berjalan beriringan dengan wisata alamnya yang memukau. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya, bukan. (EKW)



7 comments:

  1. Saya pernah dengar nama pulau Morotai tapi cuma sekilas. Dan setelah baca tulisan ini saya jadi googling dan baru ngeh kalo lokasi Morotai itu ada di kepulauan Maluku. Dan ternyata Morotai punya sejarah yang luar biasa ya.

    ReplyDelete
  2. Jadi pengen terbang dan menikmati indahnya pulau murotai. Penasaran juga datang ke museumnya 😍😍😍

    ReplyDelete
  3. ternyata banyak ddestinasi wisata di pulau Morotai ya?
    Pengen banget ke sini, kapan ya bisa ?

    ReplyDelete
  4. Luar biasa sejarah yang terukir di Pulau Morotai, Maluku Utara.
    Melihat keindahan alam Maluku, ditambah lagi dengan hasil alam yang melimpah yakni rempah-rempah.

    Rasanya bagi penjajah memang bagaikan surga. Dan untuk itu, kita tidak boleh melupakan sejarah yang pernah terjadi di atasnya.

    ReplyDelete
  5. Kalau healing ke pulau morotai bisa sekalian belajar sejarah juga ya. Dulu pernah dengar morotai kayaknya berhubungan dengan wisata bawah laut ya kalau gak salah.

    ReplyDelete
  6. Banyak yg bisa dipelajari dari Pulau Morotai ya mbak. Beberapa kali pernah ke daerah Timur dan memang banyak sejarah sebuah daerah atau tempat di masa Perang Dunia.

    ReplyDelete
  7. saya tau nama tempat merotai di Sabah Malaysia 🇲🇾

    ReplyDelete

Popular Posts