PEKANBARU: PERTAMA KALINYA TRAVELING KE SUMATERA

Berkat keberuntungan yang luar biasa tahun lalu, saya mendapat harga tiket promo ke Pekanbaru, Riau. Kenapa saya bilang keberuntungan yang luar biasa? Bayangkan saja, saat itu saya tahu maskapai Air Asia akan mengadakan harga promo, namun, rekening di atm saya tinggal 29rb lebih sedikit. Jadi saat itu saya cuma niat mau lihat-lihat saja promo tiketnya.

Ternyata maskapai Air Asia buka penerbangan baru dari Bandung ke Pekanbaru seharga 5000 perak. Awalnya saya tidak percaya sama harga itu, tapi iseng-iseng saya coba booking. Setelah 3 jam lebih masuk antrian melulu, Akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket PP seharga Rp.10.000,-. Itu kejadian tahun lalu.
Nih buktinya saya dapat tiket pesawat 10.000 perak!


Kini tanggal 27 Februari 2013 saya duduk dengan manisnya di sebuah ruang tunggu travel Jakarta – Bandung. Hmm.. 3 jam yang lalu saya masih berjibaku dengan 3 artikel berita yang harus diselesaikan sebelum berangkat ke Bandung. Saat ini saya duduk di ruang tunggu selebar 10 x 10 meter (di kira-kira aja sih..) sambil menikmati padatnya jalan raya Pramuka sambil berusaha menghilangkan penat pikiran dengan mengkhayalkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi begitu sampai di Pekanbaru.  

sekitar 30 menit kemudian, mobil yang ditunggu pun datang dan saya termasuk 4 orang lainnya segera masuk dan menempati bangku masing-masing. Sayangnya saya dapat tempat duduk di deretan paling belakang yang isinya 4 orang. Sedangkan bangku deretan lain cuma berisi 3 orang. 

Ya sudahlah.. Terima nasib saja. Setelah duduk bersempit-sempit ria di dalam mobil travel, akhirnya sampai juga di Bandung dan bertemu dengan Ayu, anggota Couchsurfing Bandung yang sudah berbaik hati memberikan saya tempat menginap sebelum terbang ke Pekanbaru.


Anjingnya lucu dan hiperaktif banget..
With Ayu @ Bandung
Beberapa kali ke kota ini, selalu bikin saya senang. Selain karena tingkat kemacetan yang masih rendah, juga karena kota ini tergolong sejuk sekali. Terakhir kali saya kesini hampir setengah tahun lalu dan meski saat itu tengah hari bolong dimana matahari bersinar terik, namun saya masih bisa merasakan hembusan angin yang sejuk menyentuh wajah saya saat menaiki angkutan umum. Pokoknya Bandung kota yang sejuk dehh.. 

Setelah ngobrol dan main-main sebentar sama anjing lucunya, hingga pukul 12 malam, kit pun tertidur karena kecapekan ngobrol. Hehehehe.. Pukul 4 pagi saya pun bangun dan bersiap-siap berangkat menuju bandara Hussien Sastranegara. 

Sebelumnya saya tidak pernah tahu kalau Bandung punya bandara. Kalau menurut Ayu, ini bandara kecil yang sebenarnya milik TNI AU. Makanya meski jadwal pesawat saya 06.35, tapi saya tetap datang 2 jam sebelumnya untuk mempersiapkan diri kalau nyasar di dalam bandaranya. Hehehe.. *prepare for the worst case scenario lahh..*
Ruang tunggu bandara Husein Sastranegara
Bandara Bandung di pagi buta
Ternyata memang benar, bandara ini kecil kok. Counter check in nya aja kurang dari lima counter dan dalam waktu 10 menit saya sudah duduk manis di dalam ruang tunggu. Setelah beberapa kali nyaris tertidur selama 1 jam lebih, akhirnya panggilan boarding pun terdengar dan 10 menit kemudian saya sudah mengudara menuju Pekanbaru, Riau.
Bandara Riau
Setelah menempuh perjalanan selam 1 jam 45 menit, akhirnya sekitar pukul 08.30, saya sampai di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Setelah keluar dari kawasan bandara saya pun nangkring aka duduk sejenak di depan bandara sambil menunggu teman Couchsurfing saya, Indah menjemput saya. Setelah dijemput oleh Indah dengan sepeda motor, saya pun diajak ke rumahnya sambil berkenalan dengan ibunya.

Setelah sarapan dan ngobrol-ngobrol, akhirnya rencana hari ini pun akan segera dieksekusi.. (ceilehh.. bahasanya berat euy..) Menugunjungi candi Muara Takus. Saya dan Indah pun diantar menuju ke perempatan jalan raya Pekanbaru-Bangkinang (mudah-mudahan namanya tidak salah) dan dari sini kita naik mobil travel menuju ke daerah Simpangan Batu Basurat (ini merupakan pertigaan menuju Muara Takus). Biaya travel Rp. 25.000,- per orang. Kalau jago menawar harga, mungkin bisa dapat harga lebih murah sih.
Danau Koto Panjang
daerah antara Bangkinang dan simpangan Batu Basurat

Gerbang di Simpangan Batu Basurat
Dari sini kita harus naik mobil lagi. Sayangnya angkutan umum ke daerah Muara Takus sangat jarang sekali. Awalnya saya berpikir untuk jalan kaki saja, karena menurut informasi, jarak dari simpangan Batu Basurat ke candi Muara Takus sekitar 5 km. 

Berjalan menyusuri jalanan aspal di siang hari pas pas matahari sedang terik-teriknya itu memang sungguh luar biasa, luar biasa panasnya.. hahahaha.. *mengusap peluh bolak-balik*.   Kawasan ini di dominasi dengan padang rumput  dengan tanaman semak yang tingginya mencapai satu meter lebih. Sayangnya di pinggiran jalan sangat jarang sekali pohon, kalaupun ada itu juga agak jauh dari jalanan. Alhasil, jalan kaki pun benar-benar menguras energi saking panasnya.
Perjalanan panjang menuju candi
Ternyata setelah 30-menit-an jalan di jalan dengan cuaca panas terik.. (jam 2 siang boo.. Matahari lagi matang banget kan tuh), akhirnya saya dan Indah beristirahat sejenak di sebuah warung dan menunggu mobil yang bisa ditebengin. Sekitar 10 menit kemudian akhirnya sebuah mobil muncul dan saya pun berteriak "Numpang donkk!!" 
Sang sopir pun berhenti disambut dengan sorak sorai kita berdua.. *lagi lebay.com* 
Akhirnya dapat tumpangan juga.. 
Mobil bak terbuka yang diisi dengan berbagai barang untuk warung seperti snack dan minuman itu pun menjadi transportasi kita. Kita berdua duduk di belakang sambil ngobrol dan menikmati pemandangan. Sekitar 10 menit kemudian mobil berhenti di sebuah warung untuk menjual dan menurunkan beberapa barang. 
Si sopir yang baik hati.. :)
Menurunkan dan menjual barang ke beberapa warung terdekat
Tiba-tiba pak Sopirnya menghampiri kita dan meminta kita duduk depan. Alasannya karena dia agak malu ketika bertemu dengan orang, kita berdua ditanya harganya berapa.. Lha dipikirnya kita barang jualan dia kali ya.. Hahaha.. Yasudlah.. Mari kita duduk di depan. Sekitar hampir 30 menit kemudian kita sampai di pertigaan menuju ke Candi tersebut. Dari pertigaan itu tinggal jalan sekitar 300 meter. 
Welcome to Muara Takus temple
Bersama Indah berpose  di Candi Tuo
dengan background Candi Mahligai
Setelah sampai di Candi tersebut, rasanya senang bukan main, karena ini merupakan objek traveling utama saya. *loncat-loncat kegirangan*. Setelah jeprat-jepret sana sini dan mengagumi 1 dari 2 candi yang ada di pulau Sumatera selama sejam lebih, saya dan Indah pun bersiap untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. 

Untuk pulang, kembali kita harus mencari mobil tumpangan. Sambil duduk di pinggir jalan dan menanti mobil lewat, saya pun berusaha menikmati semilir angin dibawah pohon tersebut sambil mengeringkan keringat. FYI. Daerah Riau itu panas menyengat banget, padahal saat itu sudah jam 3 lewat lhoo.. *mengusap keringat di jidat bolak-balik* Fyuhhh.. 
Menunggu mobil yang bisa ditumpangin.. :)
Akhirnya ada mobil bak terbuka lain yang lewat dan bisa kita tumpangin sampai ke simpangan Batu Basurat. Sepertinya hari ini travelingnya edisi menumpang ya.. *Hitchhiking* Setelah menempuh 30 menit perjalanan kita pun sampai di pertigaan Batu Basurat dan dilanjutkan kembali naik mobil travel ke Pekanbaru selama 2,5 jam lebih. 

Huaahh.. Capek banget namun senang banget pula. Hari pertama menginjakkan kaki di pulau Sumatera sangat berkesan sekali! :)

Cerita hari berikutnya bisa di klik disini(EKW)

Comments

  1. Emang Pekanbaru gerah bangett..Wah hitchike di Pekanbaru, boleh dicoba tuh =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul..

      baru kali itu saya ngerasain pengen mandi setiap sejam sekali..

      hehehe...

      Delete
    2. waktu itu sih mobil pribadi gitu deh, klo di jakarta namanya omprengan kali ya .. kijang warna hitam plat hitam.. yang travel putih itu nunggunya agak lama dan beda harganya cuma 10rban.. jadi naik yang itu aja deh..

      pas pulangnya baru naik yang travel putih itu..

      Delete
  2. wooo, kereeen! berani hitchiking :D saya aja enggak berani loh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini juga diberani2in kok.. secara klo nunggu angkutan umum lamanya bisa lebih dari satu jam.. padahal udah hampir sore.. takut kemalaman di jalan karena kita berdua cewek..

      Delete
  3. waaa.. hebat nyer.. menunggu supir untuk di tumpangin.. nanti hujung minggu ni datang ke Pekan Baru .. boleh la tiru gaya nie :D

    ReplyDelete
  4. Mbaaak, akhir April ini aku mau mereplika perjalananmu ini, hahaha. :D

    Berarti dari Pekanbaru cuma naik 1 kali angkutan dan setelah itu kamu hitchiking ke candi itu toh?


    Nah, pas baliknya dari candi ke Pekanbaru. Dirimu nyegat angkutan ke Pekanbarunya di mana? Nuwun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas mawi, nyegat angkutan buat ke pekanbarunya dari gapura atau gerbang simpangan batu bersurat.
      jadi dari candinya harus hitchiking dulu ke gapuranya itu..

      Delete
  5. Aku sudah berhasil dari Muara Takus mbak! :D
    Meskipun nasibku nggak seberuntung dirimu, tapi hitchhiking is the best!

    ReplyDelete
  6. Aku sudah berhasil dari Muara Takus mbak! :D
    Meskipun nasibku nggak seberuntung dirimu, tapi hitchhiking is the best!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow! Keren!
      saya pengen nyobain jalur sungainya klo lain kali bisa kesana lagi..

      Delete

Post a Comment