Wednesday, April 24, 2019

HUNTING WISATA CANDI DI YOGYAKARTA

Berkali-kali menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta kadang membuat saya suka bingung mau kemana lagi kali ini. Demikian pula saat berkunjung kembali ke kota pelajar ini untuk menengok adik dan ponakan saya yang baru melahirkan. Padahal mah Jogja's Legacy a.k.a peninggalan budaya di Yogyakarta mah banyak. Jadi, wisata di Yogyakarta apa lagi nih yang bisa diubek-ubek.

Karena sekarang jaman sudah canggih, ya teknologi dimanfaatkan lah ya. Kali ini saya mencoba iseng mengetik kata 'candi' di kolom pencarian googlemaps. Hasilnya, ada beberapa candi yang bermunculan di peta online tersebut. Wah kalau begitu, mari kita hunting wisata candi di Yogyakarta.
candi di jogja, candi di yogyakarta
Hunting Wisata Candi di Yogyakarta yuksss
Sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi beberapa candi di Yogyakarta seperti Candi Prambanan dan 3 candi lain di kawasan candi Prambanan, Candi Ijo, dan candi Ratu Boko.

Baca Juga : 3 Situs Candi di Areal Candi Prambanan

Makanya kali ini saat melihat beberapa nama candi yang belum familiar saya dengar maka hati pun tergerak untuk mengunjunginya. Berbekal googlemaps sebagian panduan, maka meluncurlah saya dengan menggunakan sepeda motor menuju ke lokasi candi di jogja yang pertama.


1. Candi Donotirto

Lokasi candi ini berada di jalan Jogonegaran, Pringgokusuman,  kota Yogyakarta. Meski posisinya yang berada di pinggir jalan, namun begitu saya sampai di lokasi sesuai dengan petunjuk si mbah google, saya tetap kebingungan mencari lokasinya. Bahkan saya mengira sempat salah lokasi karena saat berhenti dan berusaha mencari petunjuk apapun soal candi ini yang kebaca sama saya cuma plang nama 'Bakpia Pathok Candi 22' saja. Itu satu-satunya kata 'candi' di sekitar situ yang saya lihat.

Ternyata lokasinya candi ini tepat berada di depan motor saya yang sedang terparkir di jalanan itu. Di depan motor saya ada tembok hitam legam selebar sekitar 50 meter dan setinggi satu setengah meter (ini perkiraan ngasal saya. hehehe). Pas melongok ke bawah, ternyata disitulah lokasinya. Lalu nengok kanan kiri dan melihat sebuah gang masuk dengan tangga yang menurun. Langkah kaki pun menuju ke sana lalu di pintu pertama sebelah kanan, saya pun memasuki halaman Balai Warga Kemetiran Kidul. Nah candi Donotirto ini persis di depannya. Malah satu halaman kalau saya bilang sih.

Meski ini namanya candi, tidak usah dibayangin seperti candi-candi megah macam candi Ijo, Ratu Boko apalagi Prambanan dan Borobudur. Jauh kali macam langit dan bumi. Meski melekat nama candi, situs ini sebenarnya tempat pemandian umum!

Baca Juga : Ratu Boko : Misteri Istana Megah Di Bukit Penuh Kedamaian

Karena saat itu tengah hari, tempat ini nyaris tidak ada orang dan saya bingung celingukan di luarnya. maklum saat itu saya belum tahu fungsi candi ini untuk apa jadi tidak mau gegabah masuk. Apalagi di luarnya tertulis Wanita dan Laki-Laki. Kan jadi makin ragu mau masuk. karena belum ada juga yang muncul setelah hampir 10 menit saya duduk di depannya akhirnya memberanikan diri memasuki salah satu ruangan dengan tulisan Wanita. Ya iyalah masa saya masuk di ruangan laki-laki. wkwkwk.

Begitu masuk saya dengan perlahan, hingga ke ruangan dengan pancuran air yang cukup besar saya kaget disana melihat ada seorang wanita mandi tanpa busana sama sekali! Jantung saya hampir copot melihatnya karena mikir ini tengah hari di tempat umum begini kok ya ada yang berani mandi disitu, tidak pakai baju pula. Tempat pemandian umum dimana aja saya masih lihat orang pakai sarung kek gitu minimal. Ini mah polos aja begitu tidak ada benang sehelai pun. Duhh gusti, siang-siang panas-panas melihat seperti itu.

Langsung keluar dari di halaman balai warga dan menenggak air minum setengah botol. Setelah itu muncul seorang pak tua dari rumah di samping balai warga. Akhirnya saya temui dan berbincang sejenak. Nama beliau adalah Pak Tuing, katanya sih beliau sudah menjaga situs ini sudah lebih dari 30 tahun. Tapi kalau baca blognya mas Wijna sih kok yang jaga beda ya. Ahh sudahlah. Pokoknya dari beliau barulah saya tahu kalau situs ini tuh pemandian umum, sodara-sodara! Jadi bebas dipakai sama siapa saja.
candi di jogja, candi di Yogyakarta
pak Tiung di depan pintu masuk Candi Donotirto
Situs pemandian ini sih katanya dibangun sekitar tahun 1930 yang diprakarsai oleh Sultan Hamengku Buwono IX dan memang diperuntukkan untuk pemandian umum. Airnya sih katanya berasal dari sungai di Magelang. Bagaimana cara mengalirkan hingga kesitu.?? Entahlah.

Terus kenapa tempat pemandian umum disebut candi? Karena bentuk pintu masuknya mirip dengan bangunan Hindu makanya disebuat candi oleh masyarakat sekitar. Ya ampun!!!
Meski bukan candi beneran, situs pemandian umum ini tetap dianggap sebagai tempat cagar budaya. Mungkin saya harus kesini lagi untuk mandi-mandi, ehhh buat cari informasi lagi soal situs candi di jogja yang satu ini.
Candi di jogja, candi di Yogyakarta
Candi Donotirto di Yogyakarta ini adalah pemandian umum. 
candi di jogja, candi di yogyakarta
Pancuran air di dalam situs candi Donotirto di Yogyakarta
Btw, setelah berbincang dengan si bapak tua itu, saya pun kembali masuk ke dalam tempat pemandian itu, ingin merasakan airnya yang segar langsung dari pancurannya sebelum beranjak pergi. Saat saya masuk di belakang saya juga ada wanita lain yang juga ikut masuk.

Setelah membasuh muka, saya pun beranjak hendak keluar dan begitu membalikkan badan, saya kaget wanita itu dengan seenaknya melepas pembalut di hadapan saya lalu membuangnya di aliran airnya yang entah menuju kemana. Itu tidak pakai dibilas lagi. Masya Allah. Sampah woy.. elus-ules tembok pemandian yang dingin. Akhirnya saya langsung hengkang karena benar-benar bingung lihat situasi disitu.

Ahhh sudahlah.. mari kita lanjut ke wisata candi di Yogyakarta yang berikutnya

2. Candi Gebang

Lokasi candi Gebang ini berada di Condongcatur, desa Gebang, kecamatan Ngemplak, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Lokasinya masuk melewati samping perumahan lalu mentok di ujung kebun penduduk. Saya sih sampai kesana sesuai dengan petunjuk di mbah google sih. Lagipula karena saya pakai motor jadi lebih mudah keluar masuk gang perumahan gitu deh.

Begitu memasuki wilayah candi Gebang ini, seorang petugas datang menghampiri saya dan kelihatan kaget melihat saya datang sendirian. Saya sempat bertanya apakah lokasi itu sudah tutup karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 15.00 dan pagar pun sudah nyaris ditutup, hanya menyisakan sedikit ruang untuk sepeda motor. Ternyata belum karena menurut petugas itu, biasanya sangat jarang ada yang datang candi ini terutama di hari kerja.
candi di jogja, candi di yogyakarta
Candi Gebang di Yogyakarta
Akhinya saya pun berkeliling sejenak di candi ini. Berdasarkan papan informasinya, Candi Gebang ini pertama kali ditemukan pada tahun 1936 oleh penduduk setempat yang diawali dengan penemuan patung Genesha terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan penggalian dan rekonstruksi ulang candi ini sekitar tahun 1937 hingga 1939 di bawah pimpinan Van Romondt.
candi di jogja, candi di yogyakarta
Detail relief di candi Gebang di Yogyakarta
Bagunan utama candi Hindu ini seluas 27, 56 meter persegi dengan tinggi 7.75 meter. Sejarah berdirinya candi ini sampai sekarang belum diketahui namun diperkirakan candi ini dibangun pada abad ke 8 - 9 masehi (sekitar tahun 730 - 800 M).

Meski kecil dan sedikit terkucil, namun saya senang bisa mengunjungi candi di Yogyakarta yang satu ini. Setidaknya ini beneran candi ya, meski sejarahnya masih belum diketahui, dari pada 'candi' yang sebelumnya. hehehe.

Yuks lah kita meluncurk ke objek wisata candi di jogja yang berikutnya

3. Candi Kadisoka

Sesuai dengan petunjuk si mbah google, saya pun meluncur ke candi Kadisoka. Kebetulan lokasi candi ini searah dengan candi Sambisari yang akan saya kunjungi selanjutnya. Saat melihat googlemaps, sebenarnya saya sedikit curiga melihat lokasinya yang jauh dari jalan dan tidak ada jalananan yang terdeteksi menuju ke candi tersebut. Semua jalanan utama itu mengelilingi lokasi candi di jogja yang satu ini. Semacam nih candi ada ditengah antah berantah gitu.
candi di jogja, candi di Yogyakarta
Lokasi Candi Kadisoka yang seperti di tengah antah berantah gitu..
Untungnya saya menggunakan motor jadi mudah untuk berjalan perlahan-lahan sambil menengok kanan kiri melihat barangkali ada papan petunjuk yang menunjukkan lokasinya. Saya malah sempat bablas sampai ke jalan Sambisari namun akhirnya saya putar balik karena tidak mau melewatkan candi ini. Sayang kan sudah dekat, masa tidak disambangi.

Akhirnya setelah putar balik dan perlahan menyusuri jalan raya Kadisoka, saya berhenti tepat di depan gapura Dusun Kadisoka dan disitulah saya melihat papan petunjuk 'Cagar Budaya Candi Kadisoka' yang berada di depan sebuah empang. Itu baru papan petunjuknya saja.
candi di jogja, candi di yogyakarta
Papan petunjuk lokasi candi Kadisoka di Yogyakarta.
Jadi patokannya gapura Dusun Kadisoka ini
candi di jogja, candi di yogyakarta
satu-satunya lokasi papan petunjuk candi Kadisoka di Yogyakarta ini ada di depan empang
Setelah itu saya melihat ada jalan setapak dua tapak yang bisa dilewati motor di samping empang tersebut lalu saya pun perlahan menyusuri jalanan itu. Akhirnya di sebuah pojokan empang lainnya, saya bisa menemukan lokasi candi Kadisoka di Yogyakarta ini. Sayangnya, area candi ini ditutup dan pintunya di gembok, saudara-saudara. Jadinya saya tidak bisa masuk. Disini pun saya tidak berani mengeluarkan kamera DSLR karena saya sendirian berada di tengah-tengah empang dan sawah yang sudah sepi itu.
candi di jogja, candi di Yogyakarta
Candi Kadisoka di Yogyakarta
candi di jogja, candi di yogyakarta
Sisa-sisa puing candi Kadisoka di Yogyakarta
Akhirnya cuma sempat memotret dengan telepon genggam saya dari luar pagar dan sejenak menengok candi yang hanya tersisa pondasinya saja itu. Sempat kepikiran mau loncat pagarnya biar bisa masuk dan melihat-lihat, tapi ya kok gak elok ya, cewek gitu lho. (Alhamdulillah masih ingat kalau saya ini perempuan tulen) hahaha.

Yoweslah mari kita lanjut ke lokasi candi di Yogyakarta yang berikutnya.

4. Candi Sambisari.

Karena baru saja mengunjungi candi Kadisoka yang tinggal reruntuhan dan sudah tertutup itu, awalnya saya tidak terlalu berharap dengan situasi di candi Sambisari ini. Apalagi saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 lewat, nyaris pukul 17.00. Sudah kesorean. Namun karena posisinya memang di arah jalan pulang ya sekali lagi, mampir saja dulu lah. Kalau tidak bisa masuk, besok main kesini lagi deh.

Begitu sampai di candi ini, Alhamdulillah belum tutup saudara-saudara. Candi Sambisari ini juga ternyata cukup unik karena dari jalanan, candi ini hanya terlihat bagian atasnya saja. Candi ini posisinya berada di bawah, lebih tepatnya 6.5 meter dari permukaan tanah di sekitarnya. Semacam  candi ini berada di dalam kolam yang dikeringkan begitu deh. Begitu masuk dan membayar retribusi seharga Rp. 5.000, saya pun mulai menjelajahi wilayah candi Sambisari ini

Candi Sambisari ini merupakan candi Hindu beraliran Syiwa yang dibangun awal abad ke 9 Masehi oleh Rakai Garung, seorang raja Mataram Hindu dari wangsa Syailendra.  Halaman luarnya yang berupa taman itu berukuran 50 x 48 meter.
candi di jogja, candi di yogyakarta
Candi Sambisari di Yogyakarta
candi di jogja, candi di Yogyakarta
candi utama di kompleks candi Sambisari di Yogyakarta
candi di jogja, candi di yogyakarta
Candi Sambisari di Yogyakarta di foto dari halaman belakang
Candi Sambisari ini dikeliling pagar batu tebal berukuran 50 sentimeter dan tinggi 2 meter. Kalau saat itu posisi kita berada di halaman luarnya, candi Sambisari ini terlihat mungil. Tapi begitu berdiri di depan candi utamanya, tuh candi tingginya 7,5 meter lho. Selain candi utamanya, ada juga 3 candi perwara atau yang bisa dikenal sebagai candi penjaga namun kondisinya sudah tidak seutuh candi utamanya.

Alhamdulillah ya. Candi Sambisari jadi penutup hunting wisata candi di Yogyakarta yang indah. Rasa lelah karena motoran seharian keliling kota, perumahan hingga empang pun langsung hilang dan berganti dengan rasa puas. Jadi hingga saat ini kalau dihitung-hitung saya sudah mengunjungi total 10 wisata candi di Yogyakarta. Masih ada banyak Jogja's Legacy yang belum saya kunjungi seperti candi Kalasan, candi Barong, candi Sari dan masih banyak candi-candi di Yogyakarta lainnya.

Buat yang mau cari oleh-oleh sekaligus berdonasi untuk pelestarian budaya di Yogyakarta bisa melipir ke Craftown. Dengan membeli merchandisenya, kalian juga ikut membantu pelestarian budaya supaya  situs-situs peninggalan budaya bisa tetap dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

Jadi, ada yang mau menemani saya buat hunting candi di Jogja untuk kunjungan berikutnya? (EKW)



50 comments:

  1. Paling joss emang Candi Sambisari mbak.. Lokasinya yang di bawah tanah dan dikelilingi rumput hijau emang bagus.. Untung ke sana pas musim hujan, jadi rumputnya hijau.. Kalau pas kemarau rumputnya cokelat kuning..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. Sambisari memang paling oke. Apalagi ternyata tidak jauh dari jalan ringroad dan bandara Adisucipto.

      sayangnya saya disini cuma sekitar 30 menit saja karena sudah mau tutup euy. Kesorean datangnya

      Delete
  2. Wah pas banget nih. Rencananya akhir tahun mau main ke Jogja. Lumayan jadi dapet referensi 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau bisa membantu dan jadi referensi wisata di jogja..
      have fun yaa..

      Delete
  3. dan aku cuma tau borobudur hwahahah sangat cupu. =___=

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan Borobudur itu letaknya di Magelang lho.. bukan di Yogyakarta.. hehehe..
      yuks mbak main ke Yogyakarta lagi yukss..

      Delete
  4. Waa.. Aku kemarin juga wisata Candi, tapi baru yang gede2 aja.. Ternyata banyak yang beluuumm 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga baru akhir-akhir ini aja kok tahu kalau di Yogyakarta banyak candi-candi kecil yang bisa di sambangi.. ini listnya nanti bisa bertambah nih...

      Delete
  5. gampang ketemu candi di Jogja ya, setiap sudut rasanya ada deh..
    aku pun nggak bisa denger kata candi, maunya langsung liat aja he.. he..

    kalau aku pernah ketemu desa yang punya nama lain desa candi, karena di desa itu sering dapat artefak contohnya desa Turi yg jadi daerah agrowisata salak

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh kalau desa Turi saya malah belum pernah kesana sihh..

      memang seru yaa kalau bisahunting tempat-tempat bersejarah di sebuah kota... rasanya beda aja gitu kalau bisa nemu..

      Delete
  6. Jogja memang selalu dirindukan ya mbak. Kemarin saya ke jogja dan muter2 di daearah museumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa.. tiap ke jogja ada aja gitu yang bisa dilihat.. nahh museum ini yang saya belum sambangi.. insya Allah lain kali main kesana giliran museumnya deh yang jadi target..

      Delete
  7. Di antara semuanya, yang pernah saya kunjungi cuma Candi Sambisari. Kalau Candi Donotirto... kayaknya saya nggak akan ke sana deh. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan dong.. coba aja dikunjungi candi Donotirtonya.. lumayan buat mandi siang-siang bolong.. airnya seger lhooo.. hehehe

      Delete
  8. Kalo emang suka budaya kuno, kegiatan hunting Candi begini, emang seru, ya, Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya memang dari dulu suka sejarah dan budaya. senang aja gitu kalau bisa lihat langsung sejarah dan budaya yang dulu pas sekolah cuma bisa dilihat di buku pelajaran. hehehe

      Delete
  9. Ternyata banyak situs peninggalan sejarah di Yogya. Candi Sambisari ini kelihatan yang paling bagus ya. Terawat dengan baik. Pengunjung pasti senang kalau semua situs bersejarah seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Candi Sambisari dari Candi Gebang yang terlihat terawat dengan baik. cuma candi Gebang memang rada susah nyarinya karena masuk-masuk perumahan gitu deh..

      Delete
  10. Alhamdulillah Candi Sambisari jadi penutup yang elok untuk hunting candi kali itu ya mba.. Nah saya mau ke Sambisari saja lah..hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di antara candi lainnya memang akses ke Sambisari memang yang paling mudah sihh, apalagi dekat dengan bandara. bisa meluangkan waktu sejenak main kesini sebelum meninggalkan kota Yogyakarta.

      Delete
  11. Seru ya, nyari2 candi yg nggak populer begini. Pas nemu kayak berasa nemu harta karun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, seneng banget waktu bisa ketemu lokasi-lokasi candi ini meski hanya bermodalkan google maps euy.. terutama si candi Kadisoka itu, meskipun gak bisa masuk kesana.

      Delete
  12. Ahaha, cerita yang pertsma kok seru banget sih :)

    Candi-candi yang disebutkan di atas, semua belum pernah saya kunjungi. Jangankan mau mengunjungi, pernah dengar namanya pun belum :)

    Thanks ya mba sharingnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa.. itu candi yang pertama antara seru sama ngezonk.. tapi tetap worthed lahh untuk dikunjungi.. setidaknya sudah tidak penasaran lagi kalau lihat googlemaps trus nama candi Donotirto nongol. hehehe..

      yukss lah menjelajah di Yogyakarta.. banyak spot menarik yang tersembunyi lho...

      Delete
  13. Ternyata banyak juga candi yang belum saya kenal dan pertama baca di posting ini.sudah sepatutnya Jawa Tengah kita sebut sebagai negeri seribu candi ya mbak.Jadi tambah banyak alasan untuk jalan-jalan ke tempat ini p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak.. saya masih pengen hunting candi-candi yang ada di pulau jawa. Saat ini baru sedikit banget yang saya ketahui. Mudah-mudahan bisa terkumpul lebih banyak informasi tentang candi-candi itu ya..

      Delete
  14. Owalah komplit ini. Pengen nelusurin juga nanti kalau ke Jogja. Cuman kalau ke Donotirto mesti siap2 takut ga sengaja ada yg lagi mandi

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum mas.. masih belum komplit..
      masih ada candi di yogyakarta lainnya yang belum saya sambangi.
      listnya di kemudian hari bisa nambah lagi siih..

      Delete
  15. Candi Sambisari cantik dan terawat ya, aku shock bacanya yang pemandian umum, buang pembalut sembarangan huhuu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa.. sambisari pengelolanya sudah ada dan memang paling ramai dikunjungi meski bukan pas weekend.

      yang Donotirto saya aja syok banget pas lihatnyaa... Hadeuhhh...

      Delete
  16. Aku betah di Sambisari, dulu kesannya naik gerobak sapi hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wehhh.. naik gerobak sapi?? kok bisa??
      ada artikel yang bisa kubaca mbak???
      tampaknya menarik sekali...

      Delete
  17. Belum pernah tahu semua Candi tersebut. Ke Yogya tahunya Candi Borobudur sama Prambanan saja hihi....next, harus jadi destinasi yang dituju nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Borobudur itu sebenarnya letaknya di megelang lho.. dan kebanyakan orang memang cuma tahu 2 candi ini saja. padahal mah ada lebih dari 10 candi di kawan Yogyakarta lhoo..

      Delete
  18. Replies
    1. semoga bisa segera main-main dan hunting wisata candi di Yogyakarta ya mbak..

      Delete
  19. Gw k jogja cuma tau prambanan sma borobudur (jogjacoret). Mksih infonya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya main ke jogja lagi yukss.. biar bisa menyambangi candi-candi di Yogyakarta ini.. masih banyak lagi yang lainnya lho..

      Delete
  20. waduhh enak banget cewek itu buang pembalut sembarangan, sedihnya liat kayak gituan ya. Duhh kok bisa bisanya sih orang itu
    kalo ke jogya lagi bingung mau kemana, lahh candi2 aja paling cuman yang gede2 aja, yg kecil kecil belum, pantai juga masih banyak yg belum di datengin, waduhh yogya emang top

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jogja memang selalu di hati.. banyak banget tempat yang tersembunyi yang bisa dikunjungi euy..

      kebiasaan masyarakat kita soal sampah memang masih memprihatinkan euy.. mudah-mudahan generasi mudanya semakin peduli dengan masalah sampah ini.

      Delete
  21. Udah lama banget gak ke Jogja lagi, makasih info candinya. Seru kayaknya buat latar belakang foto-foto bareng keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama.. candi memang eksotis dan keren buat latar foto-foto ya.. sekalian bisa belajar soal sejarahnya..

      Delete
  22. Udah lamaaa banget nggak main ke Jogja.
    Padahal tahun 2018 dulu nyaris tiap bulan ke Jogja huhuhu.

    Culik aku ke Jogja donggggg mbaaaaak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak kebalik??

      mestinya akooh yang minta diculik sama raisa dong....

      Delete
  23. seumur wisata ke candi baru ke Borobudur, prambanan dan Gedong songo. Udh terlalu mainstream yah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah belum pernah ke candi Gedong Songo.. Masih banyak PR candi di Yogyakarta dan di pulau Jawa sih..

      Delete

Follow Me on