Wednesday, January 9, 2019

JEJAK WARISAN IPOH

Ada beberapa kota di Malaysia yang pernah saya sambangi. Namun entah kenapa, hanya Ipoh yang selalu terngiang-ngiang di hati dan kepala saya setiap saat saya mendengar Malaysia terucap. Pertama kali menjejakkan kaki di Ipoh, saya malahan benar-benar belum tahu soal ibukota dari negara bagian Perak ini. Saat itu teman saya cuma mengabari bahwa ia perlu bantuan saya untuk bertemu kliennya disana. Jadilah saya segera menuju Ipoh di malam tahun baru 2017.


Yup! saya berangkat dari Jakarta di siang hari tanggal 31 Desember 2016 dan saat menuju ke Ipoh, waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 malam di tanggal 1 Januari 2017. Baru kali ini saya menghabiskan malam tahun baru estafet dari Jakarta ke Penang lalu lanjut ke Ipoh. Hehehe.

Baca Juga : Visit Perak Yukss!

Setiba di Ipoh jam 3 pagi waktu setempat jadi saat itu saya sama sekali tidak bisa melihat apapun, apalagi homestay tempat saya menginap berada di kota Gopeng, sekitar 40 menit dari kota Ipoh. Ada kerjaan di Ipoh kenapa menginapnya di Gopeng? Karena homestay punya klien, jadi tidak keluar biaya lagi. Lagipula saya diantar jemput ini, bisa duduk manis saja sampai kemana-mana kok. hehehe.



Keesokan paginya saya langsung dibawa menuju ke kota Ipoh untuk menjemput teman lainnya di Stasiun Ipoh. Begitu menginjakkan kaki di stasiun itu saya pun terpesona. Ada banyak gedung berasitektur Inggris di tengah kota Ipoh ini. Jejak warisan Ipoh yang pertama paling menarik perhatian saya tentu saja Stasiun Kereta Api Ipoh yang dibangun oleh arsitek Inggris yang ternama bernama Arthur Hubbard pada tahun 1917. Arsitek ini juga yang membangun stasiun kereta Kuala Lumpur.
Stasiun Kereta Api Ipoh, Perak, Malaysia
Pohon Ipoh dan Townhall
Di depan stasiun ini juga terdapat taman yang luas dengan sebatang pohon Ipoh. Ya. Nama kota Ipoh diambil dari nama pohon yang dulu banyak terdapat di kota ini, pohon ipoh. pohon itu kabarnya sudah berusia 100 tahun. Sayangnya setelah beberapa bulan kemudian, saat saya sudah di tanah air, saya mendengar kabar pohon bersejarah itu sudah ditebang.

Bangunan kedua yang menarik perhatian berada di depan stasiun kereta api Ipoh yaitu Ipoh Town Hall yang berada di depan taman stasiun dan Gedung Kantor Pos Ipoh yang berada di sebelah kanan taman stasiun. Kedua bangunan ini juga dibangun oleh Arthur Hubbard di waktu yang hampir bersamaan dengan stasiun, tahun 1916. Sayangnya saat itu masih hari libur nasional hingga 5 Januari sehingga saya belum berkesempatan memasuki gedung kantor pos dan town hall nya karena masih tutup.
Ipoh Townhall
Gedung Kantor Pos Ipoh
Persis di belakang Ipoh Town Hall ada sebuah foodcourt yang bernama Medan Selera Dataran Dato Sagor dimana di depannya terdapat sebuah menara jam bersejarah bernama Birch Memorial Clock Tower yang dibangun pada tahun 1909. Menara ini dibangun untuk menghormati warga Inggris yang pertama kali tinggal di Perak yaitu James WW Birch. Birch ini ditusuk hingga tewas pada tahun 1875 karena berusaha memperluas kolonial Inggris di Perak.
Medan Selera Dataran Dato Sagor dan Birch Memorial Clock Tower di Ipoh,
Perak, Malaysia
Birch Memorial Clock Tower
Sebenarnya menara ini sedikit kontroversial karena peristiwa tersebut. Nama jalan tempat menara jam ini berada pun diambil dari nama orang lokal yang menusuk Birch, Dato Maharajalela. Namun menara ini mungkin sengaja tetap dipertahankan karena merupakan bagian dari sejarah negeri Perak.

Di depan Birch Memorial Clock Tower ini terdapat Masjid Negeri Perak. Masjid yang juga bernama Masjid Sultan Idris II resmi dibuka pada bulan September 1978 dalam perayaan ulang tahun sultan yang ke 54. Masjid ini memiliki total 44 kubah emas diatasnya.
Masjid Negeri Perak
Berjalan kearah Padang Ipoh, jejak warisan Ipoh pun memasuki areal Ipoh Oldtown dan Ipoh Chinatown. Di kawasan ini bertebaran kafe-kafe dan kedai makanan yang beraneka rupa. Beberapa seniman lokal Ipoh pun ikut menghias beberapa sudut kota tua ini dengan mural-mural yang cantik.

Lihat juga : Mural di Ipoh

Kawasan kota lama dan pecinan di Ipoh ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama di akhir pekan.  Di akhir pekan, beberapa street food ikut meramaikan jalanan di kawasan ini. Pokoknya siap-siap perut kosong dan uang yang banyak buat mencicipi berbagai jajanan disana. Selain jajanan juga banyak souvenir buatan tangan yang bisa dibeli disini.
Ipoh Chinatown 1
Ipoh Chinatown 2
Banyak toko yang menjual berbagai jenis souvenir beraneka ragam dan ukuran, namun karena toko-toko ini memberlakukan aturan tidak boleh memotret maka saya tidak banyak mengambil foto di sekitar kawasan oldtown dan chinatown. hanya beberapa souvenir di luar toko yang bisa saya foto, itupun dengan seizin pemiliknya. Tapi bener deh, barang disana bagus-bagus euy.
seniman lokal yang berjualan di areal oldtown Ipoh
Souvernir di Oldtown Ipoh 1
Souvenir di Oldtown Ipoh 2
Pokoknya siap-siap dompet jebol karena kebanyakan jajan di jalanan kota tua dan pecinan ini deh. Saya saja setelah dua kali kesana dan sukses khilafnya, maka yang ketiga kalinya mau tidak mau harus menahan diri dengan cara cuma bawa uang paling banyak 50 RM biar tidak keseringan khilaf euy. Hahaha..

Di beberapa jalanan yang lainnya juga ada Pasar Karat Ipoh, atau orang lokal menyebutnya sebagai Loken yaitu semacam pasar kaget kalau di Indonesia dan banyak barang-barang second , barang-barang tua dan antik dijual disana. Biasanya pasar karat ini buka di jalan Horley (gerbang Memory Lane) dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00 waktu setempat. Ada juga sih pasar malam disana namun saya cuma pernah sekali kesana jadi saya kurang tahu persis letaknya dimana. Udah lama juga sih. hehehe.
Pasar karat Ipoh (Loken)
Beberapa barang antik di pasar karat Ipoh (Loken)
Masih banyak sebenarnya jejak warisan Ipoh yang bisa dijelajahi mulai dari tengah kota hingga pinggiran kota. Ada pula beberapa klenteng yang berada di tebing-tebing sekitar perbukitan Ipoh yang cukup terkenal namun belum sempat saya datangi. Mungkin nanti jika saya kembali lagi ke Ipoh, klenteng itu akan menjadi tujuan perjalanan saya.

Ada yang mau ikut? (EKW)


24 comments:

  1. Apa alasan gak bole moto di toko suvenirnya mba ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena itu toko mas, bukan studio foto. hehehe
      Mungkin maksudnya supaya souvenir2 itu tidak ditiru sama yang lainnya kali ya..

      Delete
  2. Kok jarang ya orang yang nulis Upoh? Setahu beberapa teman travel blogger yang nulis tempat ini, meski beda yang dituliskan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin karena Ipoh tidak setenar Penang dan Melaka kali ya.
      kalau saya pribadi sih suka Ipoh karena lebih sepi dari turis. jadi menikmati ambience kota ini bisa dengan santai.
      kedai kopinya juga banyak lho.. Kali mas sitam mo kesana ngereview beberapa coffee shopnya. hehehe

      Delete
  3. Sama seperti beberapa stasiun di Indonesia ya kak, ada sentuhan 'Eropa'nya. Meski menurut saya ada sedikit perbedaan mode nya.

    Ipoh Chinatown nya bersih sekali. Bikin orang betah lama-lama window shopping di sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa bangunan di Ipoh memang lebih banyak sentuhan Inggris, sedangkan di Indonesia lebih ke arsitektur Belanda.

      jalanan di kota tua dan chinatown Ipoh memang bersih jadi nyaman meski keluar masuk gang disana.

      Delete
  4. Ipoh mengingatkanku tentang kota asal aktris cantik Mandarin yang mendunia, Michelle Yeoh yang prrnah jadi girlbond ' Tomorrow Never Dies' ...

    Ternyata kotanya cantik.
    Steetfoodnya tertata rapi, ngga ada kesan kumuhnya.

    ReplyDelete
  5. thn ini aku rencana mau reuni ama temen2 kuliah di penang. nah, pgnnya sekalian ke ipoh, krn aku 4 thn tinggal di penang aja ga pernah mampir ipoh. kuliner di sana enak2 banget :) . temen kuliahku banyak yg orang ipoh soalnya, jd tau dr cerita mereka :)

    ReplyDelete
  6. Waaaaa, saya tau perihal Ipoh pertama kali dari yucubnya Ria SW, eh, dijabarkan secara jelas di sini :D termantaaap :D

    ReplyDelete
  7. Waduh, hari ini BW racun banget deh. Abis Melaka, Penang sekarang Ipoh... makin penasaran jelajah Malaysia lagi. Ternyata baru secuil aja traveling ke Malaysia.

    ReplyDelete
  8. Souvenir dan pernak perniknya lucu lucu... daerahnya juga cakep cakep sepertinya kalau kesana aku tak tahan untuk enggak ngevlog huhuhu gemesss

    ReplyDelete
  9. Ipoh. Baru tau ttg kota ini dri blog ini. Jadi penasaran pengen kesana juga. Shopping leholeh di sna jga. Tpi ntah kpan

    ReplyDelete
  10. Jalan-jalan kesini harus siap2 dompet jebol. Souvenirnya menarik, gemes banget pengen beli.

    ReplyDelete
  11. Waahhh saya suka nih yang 'sepi dari turis' hihii.
    Cuma sesepi-sepinya biasanya bakal masih aja pas belanja ketemu orang Indonesia. :)

    ReplyDelete
  12. Ipoh ada gorengan kyk risoles enak bngt, aku nonton di acara tv heheheh. Belum prnh ke sini, tapi malah penasaran pengen wisata kuliner di sini.

    ReplyDelete
  13. Ipoh itu kota tua yang bikin mata gak berkedip kalau menelusurinya. Aku waktu di sini terheran-heran melihat orang ramai antri Ayam Toge, kirain apaan..Eh gak tahunya emang cuma ayam dikasih toge..Hahaha..Kecele banget

    ReplyDelete
  14. Di Ipoh banyak bangunan menarik ya. Aku lama-lama penasaran juga sama Ipoh, pengen jelajah kota unik ini

    ReplyDelete
  15. Baru tau tntg Ipoh, ternyata masih byk kota wisata Malaysia yg blm aq tau, aq penasaran sm toko souvernir yg gak boleh difoto, souvernirnya kece2 yah

    ReplyDelete
  16. Aku belum pernah ke Ipoh, padahal ada adiknya Nenek tinggal di sana. Hehe. Semoga bisa mengunjungi Ipoh :)

    ReplyDelete
  17. Waah baru dengar ada Kota Ipoh. Ternyata ibukota Perak yaa. Cakeeep juga ya..

    ReplyDelete
  18. Ipoh memang belum setenar Malaka atau Penang ya, tapi sekarang jadi ngelist Ipoh masuk Wishlist aku tahun ini. Makasih ya sharingnya

    ReplyDelete
  19. Saya baru tau soal Ipoh belakangan ini, saat main ke akun salah satu travel blogger. Dan senang bisa mampir ke sini karena dapat cerita dan foto Kota Ipoh. Indahnyaaa.

    ReplyDelete
  20. Kota tua yang cantik ya Ipoh. Kelihatan bersih pula kotanya

    ReplyDelete

Follow Me on