Wednesday, June 14, 2017

NGAJAR NEKAD DI SIEM REAP

Kalau lihat tiket promo itu memang sering bikin khilaf ya. Apalagi kalau di tabungan masih ada beberapa recehan, langsung booking deh. Begitu pula saat saya sedang di Kuala Lumpur dan melihat promo tiket KL - Siem Reap seharga 85 ringgit. Langsung sikat!! Hohohoho.. *Khilaf mode ON* Dan 2 hari kemudian saya langsung terbang menuju salah satu provinsi di Kamboja itu.

Lalu, mau ngapain saya di Siem Reap? Entah!! Hahahaha.

Hasil ngecek-ngecek beberapa teman di Couchsurfing lokal, saya menemukan komunitas bernama JB Foundation yang membuat sekolah gratis untuk anak-anak di sebuah pedesaan tak jauh dari kota Siem Reap. Sekolah ini mengajarkan bahasa inggris secara cuma-cuma kepada anak-anak desa dan mereka menerima sukarelawan yang mau mengajar disana.


Tiba-tiba saja saya punya ide sableng untuk ikut jadi sukarelawan disana. Kenapa saya bilang ide sableng? Pertama, saya belum pernah punya pengalaman mengajar sekalipun. Kedua, ini mengajar bahasa inggris lho, lhaa bahasa inggris saya aja masih little little I can lhoo.. wkwkwkwk. Nekads! Tetapi selalu ada waktu untuk pertama kalinya kan. Jadi saya langsung kontak yang punya sekolah bernama Sok Chamrouen.

Hari kedua di Siem Reap saya sudah nangkring di desa Cheasmorn, Meanchey Commune, distrik Brasatbakong, provinsi Siem Reap, Kamboja. Desa ini berjarak sekitar 40 menit dengan menggunakan tuk-tuk. Jalanan utama desa ini tidak beraspal, hanya tanah merah pada dan berdebu di sepanjang jalanannya. Akibatnya, debu merah berterbangan hingga menutupi pepohonan bahkan atap rumah di sepanjang jalan.

JB School Foundation tepat berada di tepi jalan utama desa Chaesmorn dan memiliki 3 ruangan kelas yang terbuka. Kelas setiap hari dimulai dari pukul 3 sore waktu setempat, selama 1 jam per kelas. Setiap ruangan kelas memiliki 3 kali pertemuan dengan siswa yang berbeda. pukul 15.00 - 16.00 untuk anak usia SD, kemudian istrahat selama 1 jam untuk melakukan doa di rumah masing-masing (sepertinya ini wajib setiap hari dilakukan, mungkin semacam misa atau sejenisnya untuk penganut agama di Kamboja), lalu dilanjutkan pukul 17.00 - 18.00 untuk anak SMP dan pukul 18.00 - 19.00 untuk remaja usia SMA.

Hari pertama disini, saya hanya melihat-lihat. Tahap observasi lah, berkenalan dengan beberapa murid dan juga salah satu gurunya, Saruon, yang langsung menawari untuk segera memulai mengajar sore itu juga. Et dah.. entar dulu yaa. Belum siap mental kakak. Usai dia mengajar, saya menanyakan apakah pernah ada volunteer dari Indonesia sebelumnya, dan saat dia menggeleng, saya langsung bersorak-sorai. Hehehe. jadi rencana 2 hari mengajar, hari pertama untuk memperkenalkan diri dan pekerjaan saya, hari kedua untuk memperkenalkan Indonesia. Baiklah! saya siap!

Lalu, bagaimana rasanya pertama kali mengajar, pakai bahasa inggris, di negara orang pula?? Pokoknya rasanya gado-gado deh. Sulit dijelaskan, tapi kadang suka bikin ketawa geli sendiri kalau mengingatnya kembali. Yang pasti, saya memang sebenarnya belum siap untuk mengajar. Makanya, saya ingin latihan mengajar dulu di Indonesia, baru mungkin bisa dilakukan di negara orang.

Satu hal yang selalu membuat saya terngiang-ngiang dengan murid-murid disana adalah saat saya ditemani bersepeda keliling desa dan mereka kerap bertanya "Teacher, Are you happy??" Deuhh.. murid-muridku tersayang, kenapa kalian begitu peduli dengan kebahagian guru kalian yang sableng satu ini? Jadi terharu, *mewek garuk-garuk tanah*. Apalagi mereka menanyakan hal tersebut berulang-ulang kali. Hanya bisa menjawab "Of course I'm happy, because of you". *big big smile for them*

Ahh. keputusan nekat yang saya ambil last minute itu jadi membuat saya memiliki memori yang menyenangkan selama di Siem Reap, Kamboja. (EKW)

Thanks to:
Sok Chamrouen
JB School Foundation
Phone : +855 92876907
#043 Cheasmorn Village, Meanchey Commune, Brasatbakong District, 

Siem Reap Province, Cambodia

12 comments:

  1. Jd kangen ke siamrep. Dulu pas kesana aku jg banyak ketemu ana anak2 kecil bgini, dan mereka itu lincah plus ga malu2 nanya ke turis.. Aku mikirnya apa mrk mau practice bhs inggrisnya ya :D . Tp pd dasarnya mereka pd baij2 dan lucu. Suka bgt difoto pula

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mereka emang ramah-ramah dan lucu2.. suka banget tersenyum sumringah kalau diajak selfie
      Bahasa inggris mereka juga udah lumayan bagus untuk ukuran ana SD lohh..

      Delete
  2. Semisal 2 bulan ngajar di Siem Reap dah kayak program KKN tapi beda negara :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. deuhh.. lama ajaaa..
      itu 2 hari aja rasanya kelabakan banget mas..
      hehehe

      Delete
  3. Itu ruangan kelas kok remang - remang ya
    cuma di hari aja jadi pengajar disana, ndah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa saya cuma ngajar 2 hari disana. Klo yang itu kelas yg malam, jam 18.00
      Disana listrik pake genset jd lampu cuma dijatah 1 tiap kelas.. makanya remang-remang gitu dehh.

      Delete
  4. Wah seru juga nih bisa jalan-jalan sambil ngajar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa seru banget..
      Pengalaman yang luar biasa deh pokoknya..

      Delete
  5. mau banget ngajar gt.. hiks.. jadi inget kemaren ikut kelas inspirasi.. dan ketagihan.. ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy juga pernah ikut kelas inspirasi.. tp sebagai fotografer, bukan pengajar.
      Makanya pas pertama kali mengajar ini jadi deg2an banget dehh

      Delete
  6. Dulu waktu ke Kolkata, aku dan travelmates juga sempat mau jadi sukarelawan di Mother Teresa House, tapi gagal karena perhitungan waktu di perjalanan yang meleset.

    Semangat untuk berbagi ilmu dan pengalaman juga masih mencuat tiap kali jalan. Dan, tadaaa nemu postingan ini (gegara postingannya inces Raisa KW Super asal Palembang itu hihihi). Semoga kalau ke Siem Reap bisa main ke tempat ini. Amin.

    Salam kenal mbak ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh saya sudah blogwalking..
      keren deh ceritanya.. jadi terinspirasi lafi untuk volunteeran ke negara lain.
      Salam kenal juga yaa..

      Si raisa KW itu dah ah emang kalau posting yee.. hehehe..

      Delete

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...