Perjalanan traveling ke Yogyakarta ini sebenarnya saya lakukan di awal Januari 2024 bersama Andini. Niatnya memang traveling santai di kota pelajar ini. Itu sebabnya kita berdua tidak terlalu ngoyo cari tempat wisata yang bisa didatangi di Yogyakarta.
Terakhir kali ke traveling ke Yogyakarta tuh pas niat hunting wisata candi di Yogyakarta. Kali ini ingin ke tempat atau situs bersejarah lainnya, namun bukan candi. Hasil browsing di internet, saya pun melihat sebuah situs bersejarah di area Umbulharjo.
"Sudah pernah ke Warungboto, belum, din?"
"Belum. Yuks kesana,"
Demikian pembicaraan super singkat di pagi hari saat menentukan destinasi yang akan dikunjungi hari itu. Situs ini ternyata cukup populer sebagai salah satu tempat foto prewedding di Yogyakarta lho.
Lokasi, Akses dan Jam Buka Situs Warungboto
Pesanggrahan Rejowinangun Warungboto ini terletak di jalan Veteran No.77, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sebelumnya saya mencoba mencari transportasi umum yang menuju ke sana. Namun hasil pencarian membuat kami harus bergonta-ganti transum hingga 3 kali. Akhirnya kami pun memutuskan untuk menggunakan transportasi online untuk menuju ke situs ini dari penginapan kami di sekitar Malioboro demi menghemat waktu.
Situs ini buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga17.00 WIB. Tiket masuknya pun gratis (ada kotak sumbangan sukarela untuk perawatan di pintu masuk).
Sejarah Warungboto
Situs Warungboto (Pesanggrahan Rejowinangun) adalah sebuah situs cagar budaya bekas pemandian dan tempat peristirahat keluarga Kerajaan Yogyakarta yang dibangun abad ke-18 oleh Sultan Hamengkubuwono II.
Awalnya situs ini bernama Pesanggrahan Rejowinangun yang dibangun oleh Pangeran Rejakusuma (kemudian Sultan Hamengkubuwono II). Tempat ini difungsikan sebagai tempat bersantai dan benteng pertahanan timur Keraton.
Keunikan situs Warungboto ini adalah adanya dua kolam pemandian, lorong-lorong beraksen lengkung, dan dinding tebal dari bata. Kombinasi ini memberikan suasana klasik Yogyakarta dan membuat situs Warungboto ini sering disebut sebagai "Kembaran Tamansari". Situs ini telah direvitalisasi pada 2016 setelah terdampak gempa 2006.
Oh ya, Kelurahan Warungboto juga merupakan salah satu area kampung wisata yang ada di Yogyakarta. Kalian bisa mengunjungi dan memesan beberapa paket wisata yang ada di sana.
Tips Mengunjungi Situs Warungboto di Yogyakarta
1. Datang di pagi atau sore hari
Waktu terbaik untuk mengunjungi Pesanggrahan Rejowinangun Warungboto ini adalah di pagi atau sore hari untuk menghindari panas.
Area situs ini nyaris tak ada pepohonan dan tanaman di dalamnya. Hanya ada beberapa pot tanaman bunga aglonema di sekitar kolamnya. Sisanya terbuka tanpa atap. Saat saya datang kesana, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00, artinya nyaris tengah hari. Akibatnya tentu saja panas terik.
2. Bawa topi, payung dan/atau sunglasses
Kalau masih nekat datang siang hari, maka bawalah topi, payung dan/atau sunglasses untuk melindungi diri dari sinar matahari. Jangan lupa pakai sunscreen atau sunblock biar kulit tidak meradang terkena sinar matahari.
3. Bawa air minum dan camilan atau bekal makanan.
Di sekitar situs Warungboto ini nyaris tidak ada warung makan apalagi cafe. Sekilas saya hanya melihat ada warung makan di depan situs ini, tapi kala itu sedang tutup. Makanya lebih aman jika kalian bawa sendiri makanan dan minuman
Makanya setelah puas mengitari Situs Pesanggrahan Rejowinangun Warungboto ini, saya dan Andini pun segera mencari rekomendasi gelato di Yogyakarta demi mengademkan diri. (EKW)
Aku baru tahu ada destinasi wisata sejarah Situs Pesanggrahan Rejowinangun Warungboto dan jadi pengen ke sana soalnya kalau ke Yogya biasanya ke alam melulu, hehehe. Tipsnya sangat bermanfaat banget nih kak untuk aku yang belum pernah ke sana(Maria tanjung)
ReplyDeleteHuwaaaa iyaa panasnya, enggak ada tempat berteduh. Berkunjung ke situs bersejarah seperti ini membuatku membayangkan kehidupan di sana saat tempat ini masih aktif digunakan. Lorong-lorong, tangga di kanan kiri, bentuknya unik!
ReplyDeleteAku suka sekali membaca artikel wisata yang dibumbui cerita sejarah seperti ini. Jadi bukan sekadar tahu tempatnya cantik, tapi juga memahami nilai budayanya. Semoga suatu saat bisa berkunjung langsung ke Warungboto.
ReplyDeleteYang pertama kebayang klo mengunjungi Pesanggrahan Rejowinangun Warungboto adalah puanas hehehe.... setuju datengnya pagi sekalian atau sore sekali, meski klo siang sepulang dari sana bisa langsung menikmati gelato tapi lumayan selain membakar kulit bs bikin leng-lengan juga karena panasnya...amannya pagi atau sore sih menurutku. Klo pagi tetap bs lanjut gelatoan, klo sore cari susu jahe gak sih ahahaa
ReplyDeleteYogyakarta, hmm..memang menyimpan banyak budaya, sejarah dan cerita karena istimewa. Situs Warungboto ini agaknya mirip Tamansari ya, konsepnya sama2 pemandaian, kalau di sini para raja, tamansari untuk permaisuri. Tapi sepintas kayak benteng juga sepertinya ya. Bagus buat foto-foto.
ReplyDeleteSetiap kali membaca review temoat wisata ini di blog maupun medsos, saya tuh sellau berpikir kayaknya pernah ke sana sekian tahun lalu. Sayangnya gak punya dokumentasinya. Padahal rasanya pernah foto-foto. Kayaknya saya harus ke sana lagi untuk semakin meyakinkan memang benar pernah ke sana.
ReplyDeleteSedih saya. Berkali kali ke Yogyakarta tapi malah baru tahu akan Situs Warungboto (Pesanggrahan Rejowinangun) sebagai situs cagar budaya bekas pemandian dan tempat peristirahatan keluarga Kerajaan Yogyakarta yang dibangun abad ke-18 oleh Sultan Hamengkubuwono II.
ReplyDeleteBiasanya ke Yogyakarta ya Malioboro sama pantai Parangtritis. Hehe... Sesekali harus agendakan mengunjungi situs ini
Ah iya juga Kak, cuaca yang lagi panas seperti sekarang memang baiknya pas datang ke sana ga lagi terik ya, jadinya mendingan pagi biar lebih seger juga dan tentunya lebih puas sih buat eksplor keseluruhan
ReplyDeletewaduh kebayang nih panasnya kalau ke sana siang hari ya, mbak. aku baru tahu sal warungboto ini nih berarti ini lokasinya agak jauh ya dari keraton? Memang ya konsepnya itu dulu pemandian raja-raja itu terbuka gitu ya dengan kolam-kolam di dalamnya
ReplyDeleteYogyakarta banyak yaa destinasi wisata sejarah. Bisa dimengerti sih karena Yogya itu sampai sekarnag juga masih kerajaan yaa. Panas yaa gak ada atap dan peppohonan. Tapi jadi jelas terlihat jelas gedung situs bersejarahnya. Saya belum pernah kesini, sepertinya nanti kalau saya ke yogya lagi saya mau mampir kesini
ReplyDeleteSempat bergumam seperti mirip kawasan Tamansari, rupanya memang ada yang sebut seperti kembarannya ya.
ReplyDeleteSangat menarik banget, berawal dari obrolan singkat berakhir explore situs Warungboto meski sempat ada drama terkait kendaraan, akhirnya naik kendaraan online lancar jaya. Nah, tips kayak pake topi, kacamata, lalu bawa air minum dan camilan rasanya sangat membantu wisatawan banget buat sekadar berjaga-jaga karena tidak nampak ada warung yang buka.
Warungboto mirip pemandian Tamansari ya Mba? Di sekitar Warungboto ada apa lagi Mba? Apakah ada kulineran atau hal menarik lainnya? Kebayang di masa itu ya pasti penampakan pemandiannya indah dan sejuk.
ReplyDeleteBaru tauuuuu.
ReplyDeleteKelihatan ya Mba pas dipotret di area atasnya, daerah sekitarnya sudah jadi perumahan padat. Ada beberapa umbul-umbul juga rumah warga yang lebih tinggi (atau mungkin Pesanggrajan Warungboto ini yang dibangun rendah ya?) Bikin pengen nyeletuk, "ternyata pembangunan di Jogja juga nggak kalah masif".
Tapi jyujyur, aku baru tau tentang pesanggarahan yang disebut sebagai kembarannya Tamansari ini. Soalnya fungsinya sama ya, cuma lokasi dan bentukan juga pemanfaatan rasanya berbeda. Kalau Tamansari -- cmiiw -- ada sumur gumuling yang jadi masjidnya ya, Mba.
Situs Warungboto, baru denger juga nih, beberapa kalo rekomendasi wisata sejarah seperti ini seringnya diarahin ke Tamansari. Menariknya kalo wisata ke situs sejarah seperti ini, seolah kita bertamasya juga ke masa lalu ya mbak.
ReplyDeleteini tuh situs yang lagi viral ya mba, beberapa kali saya tonton tayangannya fyp di beranda dan beberapa artikel termasuk dari mba ini, baru ngeh namanya karena panjang, hehehe, Pesanggrahan Rejowinangun Warungboto, dah Warungboto aja biar simpel ya dan ini keren banget sih, masih terjaga sampai sekarang. bener-bener ya, DIY itu sangat apik soal menjaga warisan budaya dan setiap kali saya ke sana, vibenya emang beda aja gitu.
ReplyDeleteSitus Pesanggrahan Rejowinangun Warungboto ini menarik banget, apalagi buat yang suka wisata sejarah dengan nuansa klasik. Bangunannya punya cerita dan suasana yang bikin kita serasa kembali ke masa lalu. Yogyakarta memang selalu punya cara untuk memikat para pejalan.
ReplyDeleteTempatnya bukan cuma estetik tapi juga punya cerita yang dalam. Jadi kebayang gimana tenangnya suasana di sana, cocok banget buat slow travel dan menikmati waktu dengan lebih sadar
ReplyDelete