Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Wednesday, October 9, 2019

#XPERIENCESERU WISATA SEJARAH DI SEMARANG

Bosan dengan rutinitas harian? Sudah pasti liburan akhir pekan selalu menjadi jawabannya. Ada beberapa kota bisa dikunjungi di kala weekend dan salah satunya adalah kota Semarang, Jawa Tengah. Banyak objek wisata di Semarang yang bisa dikunjungi mulai dari area kota tuanya, kuliner dan juga sejarah dan budayanya.
#XperienceSeru, Traveloka Xperience
Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah
Tapi bagaimana sih bila ingin berwisata di Semarang tapi belum tahu mau kemana dan mau melakukan apa? Eitsss tenang saja. Kini Traveloka punya fitur menarik yang bisa memenuhi semua kebutuhan traveling kita lho. Namanya Traveloka Xperience. Memangnya apa bedanya dengan layanan Traveloka yang biasa? Bedanya adalah Traveloka Xperience ini memadukan layanan unggulan untuk traveling dengan gaya hidup masa kini. Jadi, bisa tetap gaya sambil traveling deh.

Layanan #TravelokaXperience yang memberikan kemudahan baik wisatawan dalam dan luar negeri untuk membeli tiket tranportasi publik seperti kereta, pesawat terbang, bus hingga penyewaan sepeda umum di tempat wisata yang dituju (jika disediakan oleh pemerintah daerah tersebur). Asik kan.

Wednesday, September 25, 2019

MENELUSURI TIGA KLENTENG DI LASEM

Meski berkali-kali berencana ingin ke Lasem, namun pada akhirnya justru yang dadakan itu pasti terlaksana yaa. Dengan niat ingin melihat perayaan Imlek di Lasem, hari itu juga saya langsung minta izin sama Ibu untuk berangkat ke Lasem dengan menggunakan motor.  Tujuannya tentu saja ingin menelusuri tiga klenteng di Lasem.

Meski tidak terlalu jauh, Pati - Lasem itu berjarak .sekitar 60 kilometer, dengan menggunakan motor yang kecepatannya tidak melebihi 50km/jam, saya menempuh hampir 3 jam perjalanan. Ehh kok bisa lama banget? Soalnya sejak pagi awan mendung sudah menggelayut di langit. Baru keluar 1 kilometer dari rumah saja sudah disambut dengan hujan deras. Total kehujanan saat menempuh jalan dari Pati ke Lasem itu sampai 3 kali, belum termasuk yang kalau cuma gerimis saja ya diterabas saja deh.
klenteng Poo An Bio, klenteng Cu An Kiong, klenteng Gie Yong Bio,
Mari menelusuri tiga klenteng di Lasem

Karena kehujanan pula ini, orang-orang pada melihat saya dengan tatapan aneh karena melihat saya cuma pake jaket parka dan ada jas hujan di bawah kemudi motor yang tergeletak. Kok gak dipakai jas hujannya?? demikian tanya beberapa orang. Saya cuma nyengir sambil bilang, Di dalam jas hujan itu ada kamera pak, bu, mas, mbak. hehehe.. Oalahhh pantesan!!! 

Setelah sampai di Lasem, dengan bermodalkan googlemaps, saya pun mencari-cari tiga klenteng di Lasem untuk menelusuri salah satu wisata sejarah di Indonesia.


Wednesday, April 24, 2019

HUNTING WISATA CANDI DI YOGYAKARTA

Berkali-kali menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta kadang membuat saya suka bingung mau kemana lagi kali ini. Demikian pula saat berkunjung kembali ke kota pelajar ini untuk menengok adik dan ponakan saya yang baru melahirkan. Padahal mah Jogja's Legacy a.k.a peninggalan budaya di Yogyakarta mah banyak. Jadi, wisata di Yogyakarta apa lagi nih yang bisa diubek-ubek.

Karena sekarang jaman sudah canggih, ya teknologi dimanfaatkan lah ya. Kali ini saya mencoba iseng mengetik kata 'candi' di kolom pencarian googlemaps. Hasilnya, ada beberapa candi yang bermunculan di peta online tersebut. Wah kalau begitu, mari kita hunting wisata candi di Yogyakarta.
candi di jogja, candi di yogyakarta
Hunting Wisata Candi di Yogyakarta yuksss
Sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi beberapa candi di Yogyakarta seperti Candi Prambanan dan 3 candi lain di kawasan candi Prambanan, Candi Ijo, dan candi Ratu Boko.

Baca Juga : 3 Situs Candi di Areal Candi Prambanan

Makanya kali ini saat melihat beberapa nama candi yang belum familiar saya dengar maka hati pun tergerak untuk mengunjunginya. Berbekal googlemaps sebagian panduan, maka meluncurlah saya dengan menggunakan sepeda motor menuju ke lokasi candi di jogja yang pertama.

Wednesday, November 28, 2018

MENCARI SWASTAMITA DI PANTAI GLAGAH

Siapa disini yang susah bangun pagi?? Kalau ada pertanyaan demikian saya pasti selalu yang angkat tangan paling duluan. Soalnya buat saya mah mending disuruh begadang deh daripada bangun pagi euy. *manusia kalong* hehehe. Makanya dibandingkan mengejar sunrise, saya mendingan mengejar setoran momen matahari terbenam atau sunset deh. Itu sebabnya sewaktu punya kesempatan main ke Yogyakarta lagi, tentu saja yang saya cari tempat yang bisa saya datangi untuk menikmati swastamita atau pemandangan indah matahari terbenam.
Pintu gerbang memasuki kawasan pantai Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta
Lewat bantuan peta online, saya yang saat itu sedang berada di daerah Moyudan bisa melihat sebuah pantai yang terletak setidaknya 25 kilometer ke arah selatan, yaitu pantai Glagah. Saya pun meminta pendapat dari adik ipar saya tentang momen matahari terbenam di pantai Glagah.

Ternyata dia malah mengusulkan untuk menikmati senja di pantai Paris alias Parangtritis saja. Saya pun menjawab, "Udah pernah beberapa tahun silam, lagipula Paris lebih jauh dari Glagah kan kalau dari sini?!" dan dia pun cuma nyengir dan mengiyakan.
"kenapa gak ke candi Ijo aja, mbak?!"
"Aelahhh kan udah tahun lalu pas main ke Jogja, kamu kan juga ikut. Sekarang sunsetan di pantai lah". Saya garuk-garuk kepala.
"Ohh yowes, ke Glagah aja deh kalau begitu, mbak. Pantai itu terkenal karena ada banyak beton pemecah ombaknya tuh"
Yaelah. Memang itu kan dari tadi yang saya tanyain. Hadeuhh..

Wednesday, October 24, 2018

KEINDAHAN TERSEMBUNYI DI CURUG CANTEL

Selama berada di Tegal, saya cuma tahu wisata air disana tuh kalau gak pantai ya pemandian air panas Guci di kaki gunung Slamet tuh. Baru beberapa saat yang lalu saya diperkenalkan dengan sebuah air terjun indah di wilayah lain di sekitar kaki gunung Slamet. Air Terjun itu bernama Curug Cantel.

Baca Juga : Menapak Atap Jawa Tengah, Gunung Slamet
ada yang tersembunyi dibalik rerimbunan pohon dan semak ini
Saya berada disini bersama beberapa teman dari komunitas Couchsurfing Jakarta untuk menyusuri beberapa wisata di Tegal dan sekitarnya. Dengan sebuah mobil angkot sewaan, kami pun menyusuri jalanan Tegal - Bumijawa yang berkelok-kelok dan naik turun bukit. Buat yang belum terbiasa dengan medan seperti itu sebaiknya makan dan minum obat anti mabuk darat sebelumnya ya. Atau minta istirahat sejenak di pinggir jalan saat pusing dan mual mulai melanda.

Wednesday, August 22, 2018

MENIKMATI AIR SETATAH DI BATEALIT, JEPARA

Jepara dikenal sebagai kota pesisir karena terletak di wilayah pantai utara (Pantura) pulau Jawa. Sudah pasti Jepara memiliki banyak pantai mulai dari pantai berpasir putih hingga pantai dengan kerikil atau batu karang kecil. Jepara yang punya julukan kota ukir ini merupakan tempat dimana Raden Ajeng Kartini lahir dan dibesarkan. Itu sebabnya kota kecil ini punya banyak objek wisata yang masih tersembunyi.
Jepara kota pesisir dan kota ukir
Saat berkesempatan traveling dan mengunjungi Jepara bersama sepupu saya yang berasal dari pulau Banda Neira, Maluku, saya berniat mencari-cari air terjun terdekat dari kota Jepara. Maklum, sepupu yang tinggal di kepulauan Maluku ini sudah biasa dengan wilayah pantai dan laut dan berkeinginan melihat air terjun. "Soalnya di Banda dan Kalimantan (tempat dia kuliah) tidak ada air terjun jadi saya ingin lihat air terjun sebelum pulang ke Banda". Yowes. Saya langsung berselancar di dunia maya dan lewat Google maps, saya menemukan air terjun yang jaraknya sekitar 15 kilometer atau sekitar 40 menit dari kota Jepara.

Monday, July 16, 2018

INI CARA DUKUNG BERSAMA ASIAN GAMES 2018 DARI DAERAHMU

Perhelatan akbar olahraga tingkat Asia akan segera digelar di Jakarta dan Palembang pada bulan Agustus 2018. Menilik sejarah Asian games, event pertandingan ini pertama kali diadakan di New Delhi, India pada tahun 1951 dan Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games ke 4 pada tahun 1962.
Sebagai acara olahraga terbesar setelah olimpiade, Asian Games diorganisir oleh Olympic Council of Asia dimana berdasarkan hasil rapat pada Olympic Council of Asia Meeting di Incheon, Korea Selatan tanggal 19 September 2014 silam, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke 18. Pemerintah Indonesia pun membentuk Indonesia Asian Games Organizing Committe (INASGOC)  yang menjadi panitia nasional penyelenggara Asian Games ke 18 kali ini. Penyelenggaraan acara akan berlangsung di 4 provinsi yaitu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Banten.

Persiapan Asian Games, terutama di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, sudah mencapai lebih dari 80 persen dan akan segera rampung beberapa minggu sebelum event ini berlangsung. Gaung #DukungBersama #AsianGames2018 pun bermunculan di berbagai kota di Indonesia.

Wednesday, July 4, 2018

HARMONI ALAM DI PULAU PEUCANG, UJUNG KULON

Salah satu kawasan taman nasional yang membuat saya selalu penasaran adalah kawasan Ujung Kulon di bagian terbarat pulau Jawa. Kawasan taman nasional ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha, dimana 443 km² di antaranya adalah laut, yang terbentang mulai dari Semenanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia. Ujung Kulon merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas.  
Akhirnya bisa mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon

Selain luas, Taman Nasional Ujung Kulon memiliki tiga ekosistem sekaligus yakni perairan laut, rawa, serta daratan yang membuatnya memiliki ratusan bahkan ribuan jenis flora dan fauna yang terjaga dengan baik. Itu sebabnya keanekaragaman hayati di Ujung Kulon ini telah menarik begitu banyak peneliti, baik di dalam maupun dari luar negeri sejak tahun 1820.

Wednesday, June 27, 2018

ADA DANAU BAGUS DI AYAMARU

"Ada danau bagus di Ayamaru"

Demikian pesan singkat adik saya. Lalu dibalas oleh bapak saya

"Mbak boleh pergi kalau ada temannya".

Saya memaklumi kekhawatiran orangtua saya karena sudah 10 tahun saya tidak pulang ke Sorong. Selain itu, meski tinggal lama di Sorong, saya tidak pernah kemana-mana di luar Sorong, paling hanya pulau Doom dan Jeffman di waktu kecil dulu.

Baca juga : Menembus Malam di Hutan Papua Barat

Usai dijemput om (adik sepupu Bapak) saya dan dibawa menuju ke kota Teminabuan, kabupaten Sorong Selatanan, beliau tidak bisa membawa saya berkeliling karena harus masuk kantor keesokan harinya. Akhirnya, saya pun dititipkan ke keluarga lainnya yaitu sepupu dari Ibu saya. Saat itu, saya tidak terlalu bisa berharap bisa mengunjungi danau yang berada di kabupaten sebelah, kabupaten Maybrat itu.

Thursday, May 24, 2018

MENEMBUS MALAM DI HUTAN PAPUA BARAT

Ini sudah pukul 22.00 WIT dan saya sudah terlelap ketika handphone di genggaman bergetar tanda sebuah panggilan masuk.

"Halo, mbak, om sudah di kota nih, kalau mau ikut ke temi ayo sudah"

Telepon singkat dari sepupu Bapak saya yang baru pulang dari Jayapura langsung membuat saya otomatis terbangun. Dalam waktu 5 menit pun langsung sigap memasukkan satu stel baju ke dalam tas dan dalam waktu 5 menit pun sebuah mobil hitam sampai di depan rumah di kilo 10, kota Sorong, Papua Barat.

Pukul 22.30 mobil pun begerak menembus dan membelah pekatnya jalanan di kabupaten Sorong menuju kota Teminabuan, kabupaten Sorong Selatan. Lantunan lagu dari Noah menemani sepanjang perjalanan. Sungguh, kalau boleh memilih lagu sendiri saya akan meminta lagunya Bon Jovi "It's My Life" untuk menemani perjalanan 3 jam menuju Teminabuan. Hehehe.
Berhenti sejenak disini setelah selama 2 jam lebih berkendara dari Sorong ke Teminabuan

Tuesday, April 24, 2018

MENYESAP NIKMATNYA SOTO BANJAR TEPIAN SUNGAI


Melancong ke Banjarmasin rasanya belum lengkap kalau belum menikmati hidangan kuliner khasnya, Soto Banjar. Sebenarnya saya ingin hunting soto banjar sendirian di kota Banjarmasin. Namun karena waktu dinas yang mepet, alhasil saya pun dibawa ke warung soto Banjar yang sudah terkenal di seantero Banjarmasin, Soto Banjar Bang Amat.
Soto Banjar Tepian sungai Martapura, 
Warung soto Bang Amat ini terletak di tepian sungai Martapura. Sembari menunggu pesanan, kita akan ditemani iringan musik tradisional Panting khas Banjarmasin dan dibuai dengan semilirnya angin di tepi sungai.

Oh ya, karena terletak di pinggir sungai, warung soto ini bisa dijangkau lewat jalur darat dan jalur sungai lho. Biasanya pengunjung yang baru pulang dari pasar terapung Lok Baintan selalu menyempatkan diri singgah di warung ini.

Monday, April 9, 2018

SAATNYA PULANG DAN JELAJAHI KOTA MINYAK

Punya latar belakang keluarga yang berasal dari beberapa suku di Indonesia plus biasa berpindah-pindah ke beberapa kota, bikin saya (kalau kata teman-teman) punya banyak kampung halaman. Padahal saya lahir di Pati, Jawa Tengah dan besar di kota Sorong, Papua Barat. Jadi ya 2 kota itulah kampung halaman saya yang sebenarnya.

Baca juga : Random Face
Selamat datang di kota Minyak
Pictures by www.setkab.go.id
Sejak tinggal di Jakarta untuk kuliah dan kerja, saya hanya bisa pulang 2 tahun sekali. You know lah harga tiket pesawat Jakarta – Sorong awal tahun 2000an itu selangit banget. Bahkan kayaknya lebih murah tiket pesawat Jakarta – Bangkok deh daripada Jakarta – Sorong. *Disitu saya merasa sedih*. Ada penerbangan ke Sorong pun rata-rata butuh transit di kota Makassar, Sulawesi Selatan selama minimal 3 jam. Ahh pokoknya butuh perjuangan berat untuk bisa pulang ke Sorong.

Thursday, February 22, 2018

5 AIR TERJUN CANTIK DI GEOPARK CILETUH

Taman bumi atau Geopark Ciletuh sudah sejak 2 tahun terakhir menjadi primadona tujuan wisata baru di Sukabumi, Jawa Barat. Memiliki areal seluas 1.261 kilometer persegi dan mencakup 8 kecamatan, Geopark Ciletuh telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional yang diakui oleh UNESCO pada tahun 2015. Berjarak hanya sekitar 7-8 jam berkendara, tidaklah heran kalau setiap akhir pekan wilayah Ciletuh dipadati oleh pengunjung.
Akhirnya ke Geopark Ciletuh juga di Sukabumi, Jawa Barat. 
Saya dan teman-teman sebenarnya telah merencanakan trip ke taman bumi Ciletuh ini sejak tahun 2015, sejak Ciletuh mulai naik daun dan terdengar di beberapa grup whatsapp traveling. Namun, karena kesibukan masing-masing dan trip-trip mendadak lainnya yang datang bertubi-tubi, barulah pada bulan Februari 2018 bisa terlaksana juga trip ke Ciletuh ini. Lama aja ya rencananya sampai 3 tahun. hahaha.

Selama 2 hari 1 malam disana, saya dan 17 orang teman pun sibuk hunting foto di beberapa curug atau air terjun yang berada di kawasan Ciletuh. Sebenarnya masih banyak air terjun lainnya yang bisa didatangi mengingat kawasan taman bumi Ciletuh ini berbentuk perbukitan yang memiliki banyak patahan tebing dan sungai. Namun dalam tempo 2 hari 1 malam, berikut ini 5 air terjun yang bisa saya datangi.

Wednesday, January 3, 2018

PELANGI DI SEMARANG

Pengaruh media sosial memang dahsyat ya. Kampung ini baru 2 bulan (saat saya datang bulan Juli 2017) dicat warna-warna, bahkan keluarga saya yang tinggal puluhan tahun bahkan lahir di Semarang saja tidak tahu keberadaannya. Tapi di media sosial kampung ini sudah jadi trending topic sebagai salah satu destinasi wajib buat hunting foto-foto di ibukota provinsi Jawa Tengah ini.

Kampung Pelangi Semarang ini terletak di kelurahan Randusari, kabupaten Semarang Selatan, kota Semarang. Posisinya tidak jauh dari Lawang Sewu dan Tugu Muda. Tepatnya di depan Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama. Setelah tahu letaknya, saudara saya di Semarang cuma ber "ohh" ria lalu nyeletuk "Ini mah kampung Kalisari. Bukannya dulu disini tuh perkuburan umum ya, kalau gak salah". #Ehh yang benar?!
Kampung Pelangi Semarang
Toko bunga segar di depan kampung Pelangi Semarang
Baca di beberapa media, kampung ini sebenarnya ikut dibersihkan dan mulai di cat saat rencana perbaikan pasar bunga Kalisari yang terletak persis di depannya. Salah satu media bahkan menyebutkan proyek kampung pelangi mencapai 3 M lho. Luar biasa. Namun semua rumah tidak serta merta dicat secara bersamaan. Saya sempat bertanya kepada 2 orang penduduk disana dan mereka berkata rumah-rumah disini dicat secara bertahap setiap 2 minggu.

Sunday, October 29, 2017

(REVIEW) KOSMETIK HALAL AMALIA YANG NYAMAN DIPAKAI

Sewaktu di event Social Influencer Fest 2017, saya telah dipaksa oleh Tari untuk menggunakan lipstick merah ngejrengnya saat foto-foto di salah satu resort di Perak. Saya yang selama ini biasanya pakai lipstick warna netral atau nude, atau yang warna gelap, kaget juga pas lihat hasilnya. Ternyata bagus di kamera euy. Sejak saat itu jadi kepingin punya lipstick merah sendiri.

Alhamdulillah, semesta mendukung keinginan saya dan membuat saya mendapatkan sepaket kosmetik dari Amalia Halal Beauty dan ada lipstick merahnya dong. Hore!! *sorak-sorai bergembira*

Mungkin belum banyak yang tahu soal produk kosmetik Amalia. Brand ini pertama kali diluncurkan awal tahun 2017. Untuk saat ini Amalia hanya berfokus pada rangkaian lipstick, lipcream dan bedak two way cake saja. 

Wednesday, August 9, 2017

GEGAR BUDAYA INDONESIA - MALAYSIA

Sebagai negara tetangga terdekat, Malaysia memang paling sering dikunjungi wisatawan Indonesia, baik buat yang baru pertama kali ke luar negeri ataupun yang pengen sekedar short escape liburan ke negeri Jiran ini. Saya termasuk yang kadang-kadang main dan melakukan short escape dulu di kala masih kerja kantoran. Paling lama ke Malaysia kala itu hanya 5 hari di kota Kinabalu, Sabah.


Namun tepat di akhir tahun 2016, usai resign dari kantor di bilangan Palmerah, saya mendapatkan kesempatan untuk traveling lebih lama di Malaysia. Tidak tanggung-tanggung, selama 4 bulan kerjaan saya mondar-mandir Jakarta - Kuala Lumpur.  Lama tinggal di negera ini membuat saya merasakan sedikit gegar budaya antara Indonesia dan Malaysia, meskipun serumpun. Ini beberapa perbedaan yang sempat bikin saya shock.

Wednesday, August 10, 2016

SENIMAN KARUNGUT ITU PUN PERGI

Setelah huru-hara menyambut tugas negara ke Palangkaraya (baca disini) saya akhirnya bisa tiba dengan selamat di bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya sambil ngusap-ngusap hidung yang mampet bin gatal sejak 3 hari yang lalu.

Narasumber yang akan saya temui adalah bapak Syaer Sua, seniman karungut dari Kalimantan Tengah. Karungut sendiri adalah kesenian tradisional dari suku Dayak di Kalimantan yang berupa seni musik dan atau seni sastra lisan seperti pantun dan puisi yang didendangkan. Karungut biasanya berisi pesan-pesan kehidupan bagi para generasi muda.

Ternyata perjalanan menuju tempat tinggal narasumber tidak semudah yang dibayangkan. Beliau tinggal di Desa Tumbang Manggu, kecamatan Sanaman Mantikei, kabupaten Katingan yang letaknya sekitar 5-6 jam dari kota Palangkaraya.

Wednesday, July 20, 2016

ADA PINTU MAJAPAHIT DI PATI

Sepertinya pulang kampung ke Pati tahun ini saya sedikit banyak menjelajah di kota kelahiran saya ini. Mulai dari Waduk Gunungrowo, Kulineran, dan sekarang wisata sejarah. Ternyata, tak jauh dari rumah saya di Rondole, sekitar 1 kilometer ada sebuah situs bersejarah. Awalnya yang niat kesini adik perempuan saya, "Tapi selalu lupa dan kelewatan deh, entah kenapa" keluhnya hari itu.

Kebetulan hari itu, rumah saudara yang hendak kita kunjungi, yang jaraknya cuma 100 meter dari situs sedang bepergian entah kemana. Jadilah kita langsung putar balik dan menuju ke situs tersebut. Situs itu adalah pintu gerbang Majapahit.

Wednesday, July 13, 2016

KULINERAN DI BUMI MINA TANI

Saya cuma bisa pulang setahun sekali, setiap Idul Fitri atau Idul Adha ke kota Pati. Saya memang pernah tinggal 3 tahun lebih sedikit di kota dengan julukan Bumi Mina Tani ini untuk  bersekolah di bangku SMA. Usai orangtua saya pensiun, mereka pun pindah dan menetap di kota ini untuk menikmati hari tuanya disini. Itu sebabnya yang tadinya saya pulang kampung ke Sorong, Papua Barat, namun sejak tahun 2011 mudik saya berubah haluan ke kota Pati.

Tiap pulang ke Pati, saya selalu mendadak galau. Galau antara mau tiap hari makan masakan ibu (namanya anak peratauan pasti hal utama yang dirindukan adalah masakan ibu) atau mau berkeliaran di luar rumah mencicipi makanan khas daerah Pati. Untungnya daya tampung perut saya oke, jadi ya dua-duanya saja saya jabanin. Hahahaha.

Berikut ini beberapa kuliner di kota Pati, Bumi Mina Tani yang telah saya sambangi dan menjadi favorit saya tiap kali mudik.

Wednesday, June 29, 2016

MEMANCING SEPI DI WADUK GUNUNGROWO

Kota Pati, Jawa Tengah. Meski ini merupakan kota kelahiran saya dan tempat saya bersekolah di bangku SMA, namun tidak banyak hal yang biasa saya lakukan di kota ini kerap kali saya pulang. Biasanya saya hanya berdiam diri di rumah sambil ngobrol dengan orangtua saya ataupun ngikut kemanapun ibu atau bapak saya pergi.

Namun libur lebaran tahun ini sedikit berbeda. 2 hari saya pulang saya ingin mengunjungi sebuah waduk yang tidak jauh dari kawasan perumahan saya. Waduk itu bernama waduk Gunungrowo yang terletak di desa Sitiluhur, kecamatan Gembong, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Waduk di kaki gunung Wadi ini dibangun pada masa pemerintahan Belanda, sekitar tahun 1918 hingga 1925. Luas arealnya mencapai 320 hektar.

Popular Posts

Follow Me on