Showing posts with label Asia. Show all posts
Showing posts with label Asia. Show all posts

Friday, October 25, 2019

SELALU ADA ALASAN UNTUK KE KUALA LUMPUR

Jika ditanya negara mana yang bisa didatangi untuk yang baru pertama kali backpacker ke luar negeri, maka Malaysia selalu berada di urutan teratas. Negara tetangga yang punya sejarah panjang yang sama dengan Indonesia ini memang paling mudah untuk disambangi bagi yang ingin mencoba traveling ke luar negeri untuk pertama kalinya.

Kuala Lumpur adalah ibukota negara yang selalu menjadi tujuan utama untuk traveling. Lucunya, saya pertama kali traveling ke Malaysia justru bukan ke Kuala Lumpur, namun ke Kota Kinabalu di negara bagian Sabah, Malaysia yang letaknya di pulau Kalimantan (kalau warga Malaysia menyebutnya sebagai Borneo).
Namun setelah sekali mengunjungi Kuala Lumpur di akhir tahun 2015, ternyata banyak hal yang bisa saya lakukan di Kuala Lumpur dan membuat saya selalu punya alasan untuk kembali traveling ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Wednesday, November 28, 2018

MENCARI SWASTAMITA DI PANTAI GLAGAH

Siapa disini yang susah bangun pagi?? Kalau ada pertanyaan demikian saya pasti selalu yang angkat tangan paling duluan. Soalnya buat saya mah mending disuruh begadang deh daripada bangun pagi euy. *manusia kalong* hehehe. Makanya dibandingkan mengejar sunrise, saya mendingan mengejar setoran momen matahari terbenam atau sunset deh. Itu sebabnya sewaktu punya kesempatan main ke Yogyakarta lagi, tentu saja yang saya cari tempat yang bisa saya datangi untuk menikmati swastamita atau pemandangan indah matahari terbenam.
Pintu gerbang memasuki kawasan pantai Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta
Lewat bantuan peta online, saya yang saat itu sedang berada di daerah Moyudan bisa melihat sebuah pantai yang terletak setidaknya 25 kilometer ke arah selatan, yaitu pantai Glagah. Saya pun meminta pendapat dari adik ipar saya tentang momen matahari terbenam di pantai Glagah.

Ternyata dia malah mengusulkan untuk menikmati senja di pantai Paris alias Parangtritis saja. Saya pun menjawab, "Udah pernah beberapa tahun silam, lagipula Paris lebih jauh dari Glagah kan kalau dari sini?!" dan dia pun cuma nyengir dan mengiyakan.
"kenapa gak ke candi Ijo aja, mbak?!"
"Aelahhh kan udah tahun lalu pas main ke Jogja, kamu kan juga ikut. Sekarang sunsetan di pantai lah". Saya garuk-garuk kepala.
"Ohh yowes, ke Glagah aja deh kalau begitu, mbak. Pantai itu terkenal karena ada banyak beton pemecah ombaknya tuh"
Yaelah. Memang itu kan dari tadi yang saya tanyain. Hadeuhh..

Wednesday, September 26, 2018

BERMAIN DI PERUT BUMI GOA TEMPURUNG, GOPENG

Meski saya pernah tergabung di organisasi pecinta alam kampus, namun ada beberapa kegiatan di alam yang justru belum pernah saya lakukan. Salah satunya adalah Caving atau penelusuran goa. Mungkin karena saya dulu lebih aktif di divisi Panjat Tebing dan Mounteneering daripada masuk-masuk goa. Lagipula sebenarnya saya rada claustrafobia, takut sama tempat sempit dan gelap.

Di Indonesia ada beberapa goa yang pernah saya masuki seperti goa Lawa di Purbalingga dan beberapa goa di daerah Sawarna. Karena goa-goa yang saya masuki ini memiliki areal yang cukup luas dan lebar maka rasa takut dengan perut bumi ini pun perlahan menghilang. Memang ya rasa takut itu harus dihadapi, bukan malah menghindari atau melarikan diri.

Baca Juga : Antara Lalay dan Langir

Saat bertandang ke negeri jiran Malaysia, saya sama sekali tidak kepikiran akan melakukan caving sama sekali. Secara biasanya cuma berkeliling di areal kota atau pinggiran kota sedikit deh. Namun tahun kemarin saya berkesempatan mengunjungi salah satu goa di daerah Gopeng, Perak, Malaysia. Kebetulan seorang teman punya klien yang akan membuat sebuah acara fun run di areal tersebut. Alhasil, saya yang saat itu memang sedang melakukan perjalanan birthday trip pun berkesempatan mengikuti tour atau survey di daerah tersebut. Anggaplah hadiah ulang tahun buat diri sendiri lah ya. hehehe..
Jalanan menuju ke perut bumi goa Tempurung, Gopeng, Perak, Malaysia

Wednesday, April 4, 2018

MENCARI JEJAK MURAL DI MELAKA

Selain kota Kuala Lumpur, kota lain yang sering dikunjungi olah wisatawan jika berkunjung ke Malaysia adalah Melaka. Kota ini merupakan salah satu kota tua di Malaysia yang punya sejarah dan budaya yang menarik. Selain itu, kota pelabuhan ini juga punya jalanan dengan seni mural yang artistik. Mural di Melaka memang sedikit berbeda dengan seni mural yang saya temui di kota Ipoh beberapa waktu lalu. Namun tetap menarik untuk diabadikan.
Berjalan mencari mural di Melaka, Malaysia dimulai dari sini.
Baca juga : Ada Mural di Ipoh 

Namanya mencari mural di jalanan ya seperti biasa, saya dan beberapa teman harus berjalan keluar masuk gang perumahan orang di kota Melaka. Sebenarnya sih lokasi tidak terlalu jauh dari pusat kota Melaka dan Jonker Street, sekitar 10 sampai 30 menit jalan kaki. Cuma beberapa mural di Melaka benar-benar berada di gang kecil yang kalau cuma ditengok sambil lewat biasanya tidak kelihatan. Benar-benar kita harus berjalan memasuki gang-gang perumahan tersebut.

Wednesday, January 3, 2018

PELANGI DI SEMARANG

Pengaruh media sosial memang dahsyat ya. Kampung ini baru 2 bulan (saat saya datang bulan Juli 2017) dicat warna-warna, bahkan keluarga saya yang tinggal puluhan tahun bahkan lahir di Semarang saja tidak tahu keberadaannya. Tapi di media sosial kampung ini sudah jadi trending topic sebagai salah satu destinasi wajib buat hunting foto-foto di ibukota provinsi Jawa Tengah ini.

Kampung Pelangi Semarang ini terletak di kelurahan Randusari, kabupaten Semarang Selatan, kota Semarang. Posisinya tidak jauh dari Lawang Sewu dan Tugu Muda. Tepatnya di depan Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama. Setelah tahu letaknya, saudara saya di Semarang cuma ber "ohh" ria lalu nyeletuk "Ini mah kampung Kalisari. Bukannya dulu disini tuh perkuburan umum ya, kalau gak salah". #Ehh yang benar?!
Kampung Pelangi Semarang
Toko bunga segar di depan kampung Pelangi Semarang
Baca di beberapa media, kampung ini sebenarnya ikut dibersihkan dan mulai di cat saat rencana perbaikan pasar bunga Kalisari yang terletak persis di depannya. Salah satu media bahkan menyebutkan proyek kampung pelangi mencapai 3 M lho. Luar biasa. Namun semua rumah tidak serta merta dicat secara bersamaan. Saya sempat bertanya kepada 2 orang penduduk disana dan mereka berkata rumah-rumah disini dicat secara bertahap setiap 2 minggu.

Wednesday, October 11, 2017

SUSAH SENANG CARI MAKANAN HALAL DI KAMBOJA

Sewaktu memutuskan untuk traveling ke Siem Reap, Kamboja, itu dikarenakan khilaf lihat tiket pesawat 85 ringgit alias 260ribuan saja oleh Air Asia. Itupun karena jadwal berangkatnya yang cuma berselang 3 hari dari waktu beli tiket. Maklum saat itu waktu traveling di Malaysia sudah hampir habis jatah free visa sehingga harus segera keluar dan Kamboja lah jadi negara tujuan berikutnya karena harga tiket pesawatnya yang bikin saya tidak pakai mikir belinya. Hehehe.

Meski tinggal 2 hari lagi akan berangkat ke Siem Reap, saya masih menyempatkan diri untuk sekedar membaca-baca mengenai negara ini. Maklum, saya belum pernah kesana sebelumnya dan saya hanya tahu di Siem Reap ada Angkor Wat Archeological Park yang wajib dikunjungi. Sisanya saya buta sama sekali tentang negara ini.


Setelah baca-baca artikel soal kamboja, mendadak saya parno sendiri, bahkan sehari sebelum berangkat saya sempat nangis di kamar mandi karena ketakutan. Ini serius! Betapa tidak, saya membaca beberapa artikel yang menyebutkan bahwa pemerintahan rezim Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot ini sangat anti dengan Islam dan melakukan beberapa tindakan anarkis pada warga negaranya yang beragama Islam. Meski sekarang rezim ini telah lengser puluhan tahun silam, tetap saja saya khawatir. Saya muslim traveler dan traveling sendirian lho. Saya tidak tahu seperti apa sikap warga negara Kamboja saat ini terhadap muslim *Nangis di pojokan kamar mandi lagi*.

Wednesday, September 13, 2017

MENGENAL KAWASAN ANGKOR DI SIEM REAP

Kalau ditanya objek wisata di Kamboja yang paling terkenal, tentu saja Angkor Wat akan berada di list pertama. Kawasan kuil terbesar di Kamboja ini telah masuk sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1992. Angkor yang terletak sejauh 5,5 kilometer dari pusat kota Siem Reap ini menjadi agenda wajib yang harus dikunjungi oleh setiap traveler yang berkunjung ke Kamboja.
Tiket masuk menuju kawasan Angkor terbagi menjadi 3 jenis, tiket satu hari, 3 hari dan 7 hari. harganya pun berbeda-beda. Per bulan Maret 2017 (waktu saya mengunjungi Angkor Wat), tiket 1 hari seharga 37 USD, tiket terusan 3 hari seharga 62 USD, dan tiket untuk 7 hari seharga 72 USD. Secaranya keesokan harinya saya akan meneruskan perjalanan ke Thailand, maka tiket untuk 1 hari lah yang saya beli, dan setelahnya saya menyesal beli tiket ini. Kenapa? Baca saja sampai selesai ya. hehehe.

Dengan luas kawasan mencapai 400 kilometer persegi, Angkor Archeological Park sebenarnya adalah kawasan kerajaan kuno Kamboja yang dibangun oleh raja Suryavarman II pada abad ke 12 Masehi, sekitar tahun 1113 - 1150. Raja dari kerajaan Khmer ini awalnya membangun kawasan ini sebagai penghormatan kepada salah satu dewa umat Hindu, dewa Wishnu. Namun pada abad ke 14 Masehi kawasan kuil ini pun beralih fungsi menjadi kuil umat Budha.

Wednesday, June 22, 2016

MENYUSURI SUNGAI CHAO PHRAYA

Pertama kali menjejakkan kaki di Bangkok, setelah melihat peta Bangkok, saya berkeinginan untuk menyusuri sungai Chao Phraya, sungai yang membelah kota Bangkok. Ehh sebenarnya letaknya gak persis di tengah sih, minggir dikit deh. Tapi tetap, kalau ada kota yang punya sungai, susur sungai itu wajib hukumnya, buat saya pribadi sih. Minimal nemplok di pinggiran sungai sambil menikmati hilir mudik kendaraan di atas sungai.
Kapal berbendera orange
Ternyata, sungai Chao Phraya punya angkutan air yang cukup aktif dan berjalan reguler setiap saat. Ada 4 jalur transportasi air yang bisa digunakan untuk menuju ke beberapa daerah di sepanjang sungai, termasuk jika ingin pergi ke kuil Wat Pho, Grand Palace dan kuil Wat Arun. Meski ketiga tempat ini bisa ditempuh juga lewat jalur darat, namun transportasi air tetap menggoda untuk saya jajal.

Wednesday, June 8, 2016

SUDUT SUNYI DI WAT PHO DAN GRAND PALACE

Niat mengunjungi objek wisata paling terkenal di Bangkok, Wat Pho dan Grand Palace membuat saya dan teman cuma numpang taruh tas di hostel dan langsung jalan lagi. Kali ini kami bermaksud menggunakan kapal menyusuri sungai Chao Phraya untuk menuju ke kuil Wat Pho. Kebetulan hostel kami yang berada di jalan Surasak, Silom ini dekat dengan dermaga, hanya sekitar 10 menit jalan kaki.
Kuning bendera kerajaan
Oranye bendera umat Buddha
dan bendera negara Thailand
Kuil Wat Pho terletak di bagian barat sungai Chao Phraya. Buat yang naik kapal, dermaga tujuannya adalah Tha Thien. Kuil Wat Pho punya nama resmi yang cukup panjang, Wat Phra hetuphon Vimolmangklararm *keseleo lidah nih pas mencoba mengucapkannya*. Wat Pho merupakan kuil terbesar sekaligus tertua di Bangkok yang dibangun pada tahun 1688.

Wednesday, June 1, 2016

MALAS RISET, SESAT DI BANGKOK

Setiap kali mau melakukan perjalanan, biasanya saya memang jarang melakukan persiapan itinerary ataupun riset tempat wisata yang ada di suatu tempat. Saya lebih senang go show atau liat sikon saja di TKP kalau sudah sampai disana. Demikian pula saat ke Bangkok, Thailand. Secara ini kota besar, saya berpikir wisata disini paling wisata belanja di pusat perbelanjaan dan kulineran. Sempat sih buka google map Bangkok dan liat sungai Chao Praya yang melintasi Bangkok, tapi riset secara mendalam mau kemana dan ngapain saja selama disana sama sekali tidak saya lakukan.
Siap-siap ke Bangkok! 
Gara-gara malas riset itu juga saat teman saya di Bangkok, Pho,  menanyakan mau kemana, saya cuma bisa angkat bahu sambil bilang “entahlah, mungkin Yuni (travel mate) tahu mau kemana” sambil melirik ke arah Yuni yang duduk di bangku belakang. Akhirnya dia pun menjelaskan hendak kemana saja sedangkan saya cuma duduk manis mendengarkan sambil menikmati pemandangan. Hehehehe.. *travel mate gak tahu diri*

Wednesday, March 2, 2016

TERPESONA GOA BATU CAVES

Hari pertama di Kuala Lumpur, setelah pakai adegan nyasar di mall Kuala Lumpur, sebenarnya saya belum memutuskan hendak dan akan kemana hari itu. Namun saat melihat ada tujuan kereta yang langsung menuju ke Batucave, saat itu juga saya memutuskan untuk pergi kesana karena ternyata dari KL Sentral cuma sekali naik kereta sampai mentok di stasiun Batu Cave. Batu Cave adalah bukit kapur di daerah Selangor, Malaysia, yang memiliki serangkaian goa dan kuil. Lokasi Batu Cave tepatnya terletak di distrik Gombak.

Saat kesana, cuaca memang kurang bersahabat, mendung dan gerimis menemani sepanjang perjalanan. Namun itu tidak menyurutkan langkah kaki saya menuju ke wilayah kuil hindu terpopuler di luar India. Mungkin karena ingin melihat langsung patung dewa Murugan, dewa perang dan pelindung negeri, yang menjulang setinggi 42,7 meter, mungkin juga karena ingin melihat goa dari bebatuan kapur yang eksotis menurut saya. Ahh.. apapun itu, saya sudah berdiri di pintu keluar stasiun Batu Cave dengan hati berbunga-bunga.

Popular Posts

Follow Me on