Wednesday, August 29, 2018

MANDI LUMPUR DI LABU KUBONG

Kapan terakhir kali kalian berlumuran lumpur?
Kalau saya sih mungkin waktu SD dulu saat main bola bersama teman-teman di Sorong, Papua Barat sambil hujan-hujanan. Seru sekali kenangan itu. Maklum, rumah saya di Sorong dikelilingi kebun dan rawa jadi kena air sedikit mah langsung lumpur dimana-mana.

Cuma sesi pemotretan di sawah Labu Kubong kok
Tahun lalu, saat menghadiri acara Social Influencer Fest 1.0 untuk campaign Visit Perak 2017, Malaysia, saya berkesempatan berkubang lumpur lagi. Kok bisa?

Salah satu agenda SIF 1.0 2017 adalah tinggal bersama penduduk setempat di beberapa daerah lewat program homestay. Selain homestay di Bagan Datok, saya dan seluruh peserta kembali ditempatkan di homestay di daerah Labu Kubong, Perak, Malaysia. Berbeda dengan daerah Bagan Datok yang dekat dengan wilayah muara sungai dan laut, Labu Kubong dikelilingi perbukitan dan sawah.

Baca Juga : Jadi Orang Lokal di Bagan Datok

Selama 2 hari 1 malam di Labu Kubong, saya mengikuti berbagai kegiatan yang biasa dilakukan oleh penduduk setempat.

1. Mencoba Madu labu Kubong
Di kampung Labu Kubong beberapa penduduknya merupakan peternak madu lebah tanpa sengat. Jadi kita aman mendekati sarang-sarang lebah untuk memanen madu langsung dari sarangnya meski tanpa menggunakan baju khusus. Rasa madunya agak berbeda dengan madu dari lebah bersengat. Madu dari lebah tanpa sengat ini cenderung lebih asam dan rada sepet.
mencoba madu lebah tanpa sengat di Labu Kubong
sarang lebah tanpa sengat di Labu Kubong
Propolis di Labu Kubong
Setelah beberapa peserta beranjak pergi untuk kegiatan berikutnya, saya menyempatkan diri membongkar (tentu saja ditemani salah satu peternak lebahnya) sarang lebah dan mencicipi propolisnya. Apa itu propolis? Itu hasil sampingan lebah selain madu. Propolis di sarang lebah tanpa sengat ini berbentuk butiran-butiran kuning kecil. Meski cuma sedikit, propolis juga punya kandungan gizi yang banyak lho. Googling sendiri aja deh untuk tahu khasiat propolis ya.

2. Menyadap Karet.
Di Labu Kubong juga banyak terdapat perkebunan karet sehingga kegiatan menyadap karet pun masuk dalam agenda kegiatan. Secara ini kegiatan yang pakai pisau tajam, jadi peserta cowok pun otomatis langsung pada maju duluan. Hadeuhh. Saya yang juga pengen mencoba pun terpaksa batal ikut menoreh pohon karet ini. Sibuk foto-foto aja deh.
Bunda Yaomi serius amat nyadap karetnya
3. Menanam Padi.
Iya sih di Indonesia juga ada sawah. Di belakang rumah tante saya di Tegal pun langsung berbatasan dengan sawah, sehingga jendela harus pakai kasa besi demi supaya ular dan binatang lainnya tidak masuk ke dalam rumah lewat jendela itu. Namun siapa disini yang pernah menceburkan diri ke sawah ikutan menanam padi?? Pasti sangat jarang, termasuk saya yang paling cuma senang foto-foto petani lagi di sawah saja.

Makanya waktu ada agenda menanam padi di sawah, sebenarnya semua peserta dari Asia rada ogah-ogahan turun ke sawah karena berpendapat "Di negara saya juga ada kok". Ya, termasuk saya juga berpikiran demikian. Hehehe. Namun melihat beberapa petani sudah mulai turun ke sawah dan berusaha banget membujuk kita, akhirnya saya luluh. Yaa kapan lagi bisa ikut menanam padi sekalian main lumpur di negara orang. Saya dan Astari (Indonesia) adalah peserta pertama yang turun ke sawah, lalu diikutin Glen dari Filipina, Yohoney dan Hosik dari Korea serta Yuki dari Jepang.
Bapak petani Labu Kubong berbagi ilmu tentang menanam padi
Awalnya malas turun ke sawah. lihat dari pinggiran aja.
Akhirnya ikutan turun dan mengajari teman dari Filipina cara menanam padi


Peserta dari Jepang belajar cara membuat garis di sawah 
Akhirnya pada ikutan turun ke sawah deh
Percayalah! ini juga sesi pemotretan kok
Setelah menanam padi selesai, saya dipersilakan membersihkan kaki dan tangan yang penuh lumpur di sungai kecil dekat sawah tersebut. Lhoo.. udahan main lumpurnya? Begitu aja tuh? Ternyata tidak, saudara-saudara. Penduduk disini ternyata punya kebiasaan kalau sudah selesai bersawah, mereka suka main lempat bola di lapangan atau sawah yang kosong atau belum digarap. Dan tentu saja kita diajakin lagi. Secara tadi sudah main lumpur sedikit, jadi sekalian aja lah ya, sekalian kotor. "Mari kita main sambil menunggu makan siang" begitu ajakan salah satu petani.

Awalnya sih cuma main lempar bola biasa, saling mengoper begitu. Lama-lama karena lingkaran makin besar karena bapak-bapak petani pada banyak yang ikutan jadilah kita mendadak dipecah menjadi 2 team dan permainan lempar dan oper bola berubah menjadi permainan rugby. Iya Rugby!! Permaian bola yang pakai nabrak-nabrak lawan itu.
Awalnya cuma main lempar bola
Lama-lama yang ikutan nambah banyak
Peserta ceweknya cuma saya dan Astari, ditambah Yuki (Jepang), Hosik (Korea) dan James (Kanada) yang mendadak ikutan turun karena pengen main rugby. "Saya sering main rugby di Kanada, tapi belum pernah di areal berlumpur seperti ini", katanya. Yoweslah. Saya satu team dengan James dan Yuki, plus bapak-bapak petani yang saya bahkan tidak tahu namanya. Hahaha. Sedangkan Astari dan Hosik di team lawan dengan bapak-bapak petani lainnya.
lama-lama jadi main rugby deh! 
Keroyok!! 
Mandi lumpur di Labu Kubong!
Puas abis mandi lumpur di Labu Kubong
Secara orang yang saya kenal lama cuma Astari dan Hosik, maka cuma mereka berdua ini yang berani saya tabrak dan jatuhin (diselengket!! wkwkwk) ke kubangan lumpur. Hosik juga satu-satunya cowok yang berani mendorong dan menjatuhkan saya ke kubangan lumpur euy. Hahahaha.. Alhasil lumpur dari ujung kaki ampe ke kepala euy. Sepertinya ada yang masih dendam abis saya dorong dan jatuhin ke danau pas di Royal Belum. Wkwkwk.. Untung saya satu team sama James, jadi setelah saya berhasil rebut bola ya pasti langsung oper ke James yang emang fisiknya lebih tinggi dan oke buat lelarian di sawah.

Baca Juga : Basah Kering di Royal Belum

Lebih dari sejam main, matahari sudah meninggi. Beberapa penduduk wanita memberi kabar bahwa makan siang sudah hampir siap jadi kita harus segera menyudahi permainan. Boo.. semuanya sudah penuh lumpur dari ujung kaki ke ujung rambut. Sungai kecil di dekat sawah sudah tidak bisa dipakai buat membersihkan semua lumpurnya. Jadilah kita diajak menuju ke sungai besar yang agak jauh dari sawah. dan disini malah pada main-main air juga. Ya sama-sama mereka semua, si bapak-bapak petani yang ternyata bisa macam anak kecil ketemu mainan baru. wkwkwkwk.

Sebelum menuju ke tempat makan siang, ternyata saya harus balik ke homestay buat ganti celana panjang karena tanpa saya ketahui, celana batik yang saya pakai sobek, di bagian selangkangan pula. Astari yang selalu di dekat saya yang memberitahu. Untung saya selalu menggunakan celana pendek setiap pakai celana panjang jadi aurat tetap terjaga. Hehehe.. Lesson learn, jangan pakai celana batik kalau mau aktivitas berat macam lelarian di sawah berjam-jam, bahannya tidak kuat euy!

4. Membuat Kerajinan 
Beberapa peserta yang tidak ikut ke sawah, ternyata ikut bersama ibu-ibu petani berkumpul di halaman sebuah rumah untuk belajar membuat anyaman dari bambu dan gulungan kertas dan membuat beberapa kerajinan yang bisa dipakai sehari-hari atau dijual. Nah kalau kerajinan ini memang saya dulu sering buat waktu SD dan SMP karena ada pelajarannya kan di sekolah. Jadi saya cuma melihat sebentar sambil membantu menerjemahkan beberapa instruksi dari ibu-ibu yang tidak fasih berbahasa Inggris atau membantu menunjukkan cara menganyam yang benar.

Setelah makan siang yang ternyata kesorean, rasanya badan tuh rontok deh ya. Capek tapi hati senang! Makanya malam pun bisa langsung tertidur pulas dengan suksesnya. Momen main dan mandi lumpur di Labu Kubong adalah salah satu momen paling berkesan selama acara SIF 1.0 2017 euy. (EKW)

60 comments:

  1. Seru banget kegiatannya, selain mandi lumpur yah 😂, bisa berjumpa dengan teman-teman baru

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. saya jadi akrab sama beberapa peserta dari negara lain karena main lumpur2an begini deh. hehehe

      Delete
  2. Saya suka loh kegiatan bertani begini. Seru yaa.. mungkin karena kita jarang melakukannya jadi seru. Kalau tiap hari Pstinya sama saja dgn kerjaa yg kita lakukan skrg.. xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sawah memang dimana-mana, tapi emang mau turun tiap hari? rasanya tidak kan. makanya manfaatin banget momen itu buat main lumpur. Berani kotor? siapa takut! *Bukan iklan* hehehe

      Delete
  3. Hati hati lumpurnya masuk telinga atau hidup tuh mbak.. Hehehe. . Jadi keengen ikutan nih. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. untung saya pakai jilbab, paling yang dikahawatirkan pacet atau lintah. Namun Alhamdulillah tidak ada tuh.. mungkin karena darah saya sepet kali ya. wkwkwk

      Delete
  4. aktifitas ini mengingatkan masa kecil di kampung halaman dulu. biar panas dan kotor tapi menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya saya juga jadi ingat masa kecil, meski bukan di sawah tapi di rawa-rawa sih. hehehe

      Delete
  5. Duh mba seru banget pengalamannya nambah wawasan baru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain nambah wawasan juga nambah teman baru mbak. Senangnya dobel-dobel deh

      Delete
  6. Asli ini seru banget. Ekpresinya itu lho..hehe
    Selain seru-seruannya dapet, ilmunya juga pasti dapet.

    Jadi kangen maen bola di lumpur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ekspresi lelah tapi puas.. seru banget lah pokoknya.. 😄😄😄

      Delete
  7. Huhu liat ini jadi inget kampung yes..pengen main di sawah juga hehe . Btw itu kegiatannya seru banget sih bisa icip madu langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa kesini berasa pulang kampung banget euy.. penduduknya ramah2 bangets..

      Delete
  8. Seru banget kegiatannya. Usai menanam padi, dilanjut dnegan main bola di sawah hehehe

    ReplyDelete
  9. seru banget acara ini, pesertanya lintas negara dan mengenal kegiatan penduduk lokal. Asik juga ya belajar menanam padi dan ngoprek rumahnya lebah :D

    ReplyDelete
  10. Asyiknya bisa main lumpur tapi ga ada yg marahin. Ini hiburan yg jarang ada di zaman milenial kayak sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita bakal dimarahinnya kalau gak ikut turun ke sawah. Yoweslah mari kita main lumpur!!

      Delete
  11. Mbak aku baru tahu lho kalau ada madu yang tanpa sengat, bisa buat edukasi utk anak2 jg ya, tapi sayang jauh hehe. Seru banget bisa belajar rame2 ttg pertanian dan budi daya lebah TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa. Saya jg baru tahu soal madu dari lebah tanpa sengat ini sih. Rasanya lebih asam dan rada sepet dibandingkan madu biasa.

      Delete
  12. pengalaman yang sangat berharga ya mba.. bisa langsung menyaksikan sumber daya alam indonesia yang sangat kaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan di Indonesia, mbak. Tapi di negara tetangga, Malaysia.
      Alam pedesaannya memang sama dengan di tanah air ya.

      Delete
  13. hwaaaa kegiatannya seru banget mbakkk. . kalo beginian ngajak anak2 pasti mereka juga bakalan seneng banget inii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak2 mah pasti senang banget.. saya rasa disuruh berhenti main juga ogah tuh bocah. Wkwkwk

      Delete
  14. Replies
    1. Iyaa. Cuma satu yg bikin kita semua mau berhenti. Waktunya makan! Hahaha

      Delete
  15. Tertarik banget nyobain madunya langsung. Lezat dan manisnya paati beda sama yang udah botolan di sulermarket.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau madu yang ini rada asem dan sepet gitu.. beda sama madu pada umumnya. Mungkin karena lebahnya juga beda kali ya.

      Delete
  16. Pasti seru bgt ya Kak bisa mandi lumpur, nyadap karet dan bergembira dialam terbuka. Bisa melepas kepenatan yg ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. cuma disini saya melupakan sejenak kerjaan sebagai fotografer. Secara main lumpur manabisa megang2 kamera. Hehhehe..

      Delete
  17. Aktifitasnya seru banget deh jadi pingin ikutan rasanya, dan akupun tertarik makan madu secara langsung gitu, yg alami pasti lebih enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agenda kegiatannya asli bikin badan pegel2 tapi happy banget dan bermanfaat euy. Dan tentunya selalu dikenang.

      Delete
  18. Seru bangeeet main lumpur sampai puaaas, haha. Sejenak lupakan Ibukota dengan segala hiruk pikuk dan polusinya ya, bahagia pastiiii :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahagia sekali mbak. Ampe celana sobek lebih dari sejengkal aja nggak ngeh tuh.. wkwkwk

      Delete
  19. Seru banget yaa, lihat foto-fotonya jadi pengen ikutan main juga, hehehe

    ReplyDelete
  20. Aih pengennya mencicipi madu seperti itu, Mbak. Penasaran dengan yang aslinya, yg dari alam

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya rasa tidak jauh berbeda sama yang botolan. paling cuma dapat tambahan remah-remah sarang lebahnya aja sih.. hehehe

      Delete
  21. seru banget ya bisa bebas main mandi lumpur. buat orang kota mandi lumpur hal yang bisa bikin bahagia. mungkin beberapa orang lokal pada heran liat wisatawan antusias mandi lumpur hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah. tapi karena mandi lumpurnya ditemani penduduk lokalnya juga ya jadi seru bareng-bareng sih.. mereka jadi bisa main2 juga kan. hehehe

      Delete
  22. Replies
    1. seru sekali mbak. meski awalnya malas2an pas diajak, tapi sekali kotor yowes.. bablas deh sampai mandi lumpur.

      Delete
  23. Keren nih homestay di negeri Jiran. Terakhir main lumpur 2 thn lalu saat nanam padi ut penelitian

    ReplyDelete
    Replies
    1. melihat negara tetangga bikin seperti ini jadi kepikiran Indonesia harusnya bisa juga dong. alamnya sama kok. tapi di beberapa daerah di Indonesia saya lihat sudah ada konsep seperti ini sih.

      Delete
  24. Aku nggak pernah main lumpur, kak. Selain karena rumahnya udah di area perkotaan, anaknya juga ndak suka kotor-kotoran hehe.

    Seru banget acaranya! Kamu kok bisa dapet kesempatan kayak gini terus, sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini saya kotori kamu kak. *evil smirk*
      kotor2an itu seru lhoo..

      Ini acara tahun lalu kok. cuma banyak gitu yang bisa jadi bahan tulisan tapi harus gantian topik ama yang lainnya. hehehe

      Delete
  25. Menanam padi, membajak sawah dll banyak tenyata ya kreativitasnya di area berlumpur hihiih...seru bingits akhirnya jadi main kotor2an deh. Penasaran aja kalo belum terjun ke sawah meskipun hampir semua peserta merasa memiliki sawah di negaranya masing2 khaan? Mantap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa. sebelum kotor mah ogah-ogahan, tapi begitu kena lumpur dikit mah lanjut terus sampai mandi lumpur. hehehe

      Delete
  26. Replies
    1. iyaa. Desa Labu Kubong memang terkenal di Malaysia sebagai desa ekowisata dengan homestaynya.

      Delete
  27. Gua baca tulisan ini dari kalimat awal sampe kalimat akhir. Terus stop. terus nostalgia jaman dulu. Ya ampun udah setahun lebih loh. Rindu juga ya sama homestay labu kubong. Homestay yang enak. Cuma rombongan mas chandra aja yang zonk wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memori saat itu memang bikin kangen euy.. nostalgia main lumupur lalu nyebur ke sungai tuhh momen paling seru ya di Labu Kubong. Aku pun rindu, kk raisa.

      rombongannya Chancil mah kelewat serius sih yaa. wkwkwk..

      Delete
  28. Wah justru mandi lumpur itu yang bagian serunya hahahahaha

    ReplyDelete
  29. wah beruntung bangett mbak bisa ikutan acara se seru ini

    ReplyDelete
  30. seru amat yaa, mandi lumpur gitu, ku jadi pengen hehee

    ReplyDelete

Follow Me on