Wednesday, February 18, 2015

ADA CENGKEH LAUT DI PISANG

Para pembaca yang budiman, judul artikel kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan kuliner ya.
Salah satu kebun cengkeh di pulau Pisang
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi salah satu pulau di wilayah provinsi Lampung, yaitu pulau Pisang. Pulau pisang masuk dalam wilayah kabupaten hasil pemekaran yaitu Pesisir Barat.

Baca Juga : Sebuah Cerita dari Sepenggal Surga di Pesisir Barat

Di pulau ini, saya berkesempatan untuk tinggal dan mendengarkan cerita dari salah satu penduduk disana. Pak Tuzakki adalah salah satu petani cengkeh di pulau ini, dengan luas kebun setengah hektar, Ia memiliki 400 batang cengkeh berumur antara 5 hingga 10 tahun.
Mendengarkan cerita Pak Tuzakki sambil memetik cengkeh
Ia berkisah, tanaman cengkeh di pulau ini mulai dibudidayakan sejak 15 tahun silam. Namun saat itu jumlahnya belum seberapa. Bibit tanaman di pulau ini kemungkinan berasal dari Bengkulu atau Padang "Karena dulu penduduk sini banyak yang berasal dari Padang sepertinya" ujar pak Tuzakki sambil memisahkan tangkai dan cengkeh di halaman belakang kiosnya bersama seorang temannya.

Sore ini pak Tuzakki membawa hampir 2 kilo cengkeh yang berasal dari satu pohon. "Hari ini tidak bisa memetik banyak karena hujan terus dari tadi pagi. Saya hanya sempat panen dari beberapa pohon saja, sudah terlanjur basah kuyup dan kedinginan karena kehujanan ya.. saya pulang saja" sambil tersenyum.

Wednesday, February 11, 2015

SEBUAH CERITA DARI SEPENGGAL SURGA DI PESISIR BARAT


Perjalanan kali ini dimulai dengan sebuah percakapan antara saya dengan seorang nelayan di dermaga Kuala Stabas, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, provinsi Lampung.
Kapal bercadik di sekitar dermaga Kuala Stabas, Krui
Saya : "Disini pelabuhan buat menyeberang ke pulau?"
Nelayan : "Iya, Mbak mau ke pulau?"
Saya: "Iya, Kapalnya ada?"
Nelayan : "Tuh kapalnya" (nunjuk kapal dengan nama Pulau Carita)
Saya : "Ohh.. Terima kasih" (terus nyamperin tukang kapal buat nanya jadwal berangkat dan booking tempat)

Nelayan: "Udahan Mbak?"
Saya : "Udah Pak"
Nelayan : Tahu darimana pulau itu? Kok baru sekarang mana? Angin dan ombaknya lagi gede banget nih"
Saya : Oh ya?! Lagi musim hujan sih ya"
Nelayan: "Iya, 2 hari yan lalu kapal saya baru terbalik di tengah laut pas mengangkut penumpang dari pulau itu kesini"
Saya : "Hah!! Serius???"
Nelayan : Iya, ada sekitar 30-an penumpangnya, tapi tidak ada yang meninggal kok. semuanya pada jago berenang. jadi mereka bisa mengapung di laut selama 2 jam sebelum dijemput kapal lainnya. Terus kapal saya bisa ditarik kembali kesini".
Saya :"Ohhhh!! Kayaknya saya butuh pelampung nih, secara saya tidak jago berenang. Paling cuma bisa mengapung sekitar 10-15 menit saja."
Nelayan: "Waktu itu sih kapal saya memang overload. Kalau sekarang mah tidak akan lebih dari 10 orang kok."
Saya: "Ohhh.." (Lagi) "Trus kapal bapak yang mana?"
Nelayan : "Itu, si Pulau Carita yang nanti Mbak tumpangin ke pulau. Saya pamit ke pasar dulu ya, mau ngambil barang. Permisi"
Saya : (Bengong dan diam seribu bahasa)

Sumpeehh lo kapal yang mau saya naikin baru kebalik di laut 2 hari yang lalu???? Tidakkk!!!! 

Wednesday, February 4, 2015

JALAN KAKI KE PULAU MAITEM



Pulau Maitem ini sebenarnya lebih dekat dengan desa Ketapang, Lampung Selatan daripada pulau Pahawang yang sudah terkenal duluan kemana-mana. Akses menuju ke pulau ini bisa ditempuh dengan dua cara yaitu sewa perahu seharga 400rb dan jalan kaki. Haah!!! Serius nih jalan kaki??? Iya saya serius pakai banget pulau ini bisa ditempuh dengan jalan kaki, dengan catatan, laut sedang surut.

Akses jalan menuju pulau ini berada di bagian yang berlawanan arah dari dermaga ketapang, di tempat penyemaian bibit mangrove. Bisa tanya ke penduduk setempat kalau tidak tahu.


Wednesday, January 28, 2015

MENIKMATI SENJA DAN PAGI DI KRUI


Pagi-pagi saya dibangunkan oleh ketukan di pintu kamar. Travelmate saya, Arif W sudah berdiri di depan pintu saat saya membuka pintu dalam keadaan setengah sadar.

Saya : ada apa??
Arif : Mau ikut ke krui gak?
Saya : boleh, kapan?!
Arif : sekarang! Packing gih..

Whoaaa..
Dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya, saya mulai membenahi barang-barang saya. Sumpah ini nyawa belum terkumpul sepenuhnya!!!! Akhirnya saya memutuskan untuk cuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu sebelum melanjutkan packing dengan harapan air dingin bisa bikin saya lebih melek!

Sekitar 60 menit kemudian kita pun segera menuju terminal Rajabasa, Lampung untuk mengejar bus terakhir ke Krui pagi ini yang akan berangkat pukul 10 pagi. Kalau telat bus berikutnya akan berangkat jam 5 sore. Alhamdulillah, kita masih bisa mengejar bus terakhir yang sudah siap akan berangkat itu. Dengan merogoh kocek 60ribu/orang, bus mini atau elf ini pun berangkat menuju ke Krui.


Wednesday, January 21, 2015

MENJAJAKI KETINGGIAN MENARA MAITEM

Takut tapi penasaran dengan pemandangan dari atas menara suar lah yang bisa membuat langkah kaki saya terus mendaki meski tangan mencengkeram plang tangga dengan erat. Rasa menggelitik di hati dan sekujur tubuh saat secara perlahan tapi pasti saya mulai menyadari betapa tingginya jejak langkah kaki saat memandang ke bawah.


Monday, January 12, 2015

BERMAIN AIR DI LUBUK LINGGAU


Kota Lubuk Linggau sebenarnya terletak di Sumatera Selatan. Namun akses menuju ke kota ini ternyata lebih cepat jika melalui Bengkulu daripada Palembang. Dari Palembang, kota Lubuk Linggau berjarak 314 kilometer dan jalan darat menuju kota ini mencapai 8 jam, sedangkan dari Bengkulu jalan darat ‘hanya’ menempuh sekitar 5 – 6 jam perjalanan.

Kota Lubuk Linggau ini dilewati oleh 2 sungai besar yaitu Sungai Kelingi dan sungai Musi. Oleh karena itu kota ini memiliki beberapa wisata air. Saya berkesempatan mengunjungi dua wisata air yaitu air terjun Temam dan bendungan Watervang.

Monday, January 5, 2015

(FOTO) PEMENANG TURNAMEN FOTO PERJALANAN RONDE KE 53: LET"S JUMP!

Assalamualaikum...

Tepat pukul 00.00 waktu Indonesia bagian barat, Turnamen Foto Perjalanan ronde ke 53 dengan tema Le'ts Jump! resmi ditutup. Sebanyak 11 blogger ikut berpartisipasi dalam TFP kali ini. Terima kasih buat semua yang sudah mengirimkan foto-fotonya. Semuanya keren-keren! sampai-sampai saya jadi galau di malam tahun baru untuk menentukan pemenangnya. 

Setelah bolak-balik melihat Galeri Turnamen Foto Perjalanan ronde ke 53 dengan seksama, akhirnya saya memutuskan bahwa pemenang TFP kali ini adalah mas Rinaldhi Maulana dengan judul Pertapa Ganteng di Gili Nanggu. 

Saya memilih foto ini selain karena pose nya yang ciamik, keindahan alam Gili Nanggu juga terlihat dengan jelas sehingga bikin foto ini lebih segar dan hidup. Selamat ya!!!! *tepuk tangan*
Silakan mas Rinaldhi Maulana untuk menjadi host dan seru-seruan denga Turnamen Foto Perjalanan ronde berikutnya! Sekali lagi Selamat ya... (EKW) 

Popular Posts

Follow Me on