Wednesday, August 19, 2020

KEJADIAN TAK TERDUGA SAAT TRAVELING

Saat-saat traveling, tidak hanya cerita indah tentang perjalanan yang terjadi, ada juga beberapa kejadian apes, awkward dan lucu yang bisa terjadi, terutama jika berinteraksi dengan beberapa teman perjalanan di manapun. 

Jadi apa saja kejadian tak terduga apa saja dan lucu selama saya melakukan perjalanan? Yukks disimak. 

Dicuekin Pegawai Hotel di Siem Reap, Kamboja

Bulan Maret 2017 saya berkesempatan mengunjungi Siem Reap, Kamboja. Namun karena sehari sebelumnya saya kerja hingga pukul 2 malam dan langsung ke bandara untuk terbang pagi ke Siem Reap, alhasil saya pun ngantuk berat karena tidak tidur lebih dari 30 jam. Saya tiba di Siem Reap sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat dengan mata yang terasa digandulin barbel 10 kilo. Nguantuke puoool!!!


Saya pun langsung menuju ke salah satu hotel di sekitara Pub Street. Setelah melihat lokasi hotel yang di sebelahnya ada minimarket dan restoran halal, saya pun langsung masuk untuk check in. Karena masih pukul 10 pagi, pegawai hotel mengatakan saya baru bisa check in paling cepat 12 siang karena saat ini semua kamar, terutama yang dorm lagi full. Namun dia bilang ada yang bakal kosong siang ini. 

Ya sudahlah.. secara ngantuk berat, saya bilang akan menunggu di lobby saja. Kebetulan di lobby ada bagian lesehan dengan bean bag jadi sepertinya saya bisa sedikit rebahan dan tiduran disana sembari menunggu waktu check in. Lagipula saya sudah tidak sanggup jalan buat nyari hotel lain. Capek woyyy... 
Kejadian tak terduga saat traveling
Tampang pengen ngamuk ke petugas hotelnya
tapi juga ingin nutupin kantong mata karena tidak tidur lebih dari 30 jam

Sempat membuka mata beberapa kali dan melirik ke arah resepsionisnya. Si mas-mas yang tadi menyapa saya masih ada di sana. Saya melihat ada beberapa orang yang sepertinya sedang check out jadi saya menunggu saja. mungkin 15-30 menit bisa check in kali, kan kamar hotel biasanya dibersihkan dulu kan. Lanjut merem bentar sambil berharap segera dicolek buat check in

Tapi sampai hampir 3 jam, tidak ada yang menghampiri saya untuk memberitahukan soal check in. Karena masih ngantuk berat, saya pun cuma berpikir, mungkin kamar itu sudah ada yang booking online duluan kali. Saya kan on the spot bookingnya. 

Setelah jam mendekati pukul 2 siang, kepala saya yang mulai sakit karena tidur dengan posisi setengah duduk pun mulai sedikit mendidih. Sudah jam segini saya masih belum bisa check in?? Padahal tadi saya sempat melihat beberapa orang check out. Akhirnya setelah 30 menit mengamati resepsionis dan melihat ada orang lain yang check out lagi, saya pun menuju ke resepsionis dan menanyakan kamar yang kosong. 

Kejadian tak terduga saat traveling
Bodo amat lah dicuekin pegawai hotel
yang penting saya sudah sampai ke Angkor Wat, Siem Reap, Kamboja.

Dan kali tahu apa yang dibilang sama si mas-mas resepsionis? "OMG, I forgot about you. Let me check if we have bed in female dorm, like you want, right?" Itu dengar si mas-masnya ngomong gitu dengan sakit kepala yang semakin buruk rasanya pengen ngamuk. Baku hantam aja sini yok!! Bisa-bisanya saya dicuekin selama hampir 5 jam. padahal jarak meja resepsionis dan lobby tempat menunggu itu cuma 10 meter, itu ruangan kecil woyyy!! Masa dia tidak melihat saya rebahan di lobby?? 


Secara saya lebih butuh tidur daripada ngamuk-ngamuk, akhirnya saya menerima permintaan maaf setelah mendapatkan kamar yang saya butuhkan. Niatnya besok ganti hotel aja deh. Saya mau tidur dulu Sebel!!!!

Tragedi 'Celana Pendek' di Kuala Lumpur, Malaysia

Di bulan Februari 2017, kebetulan saya dan beberapa teman, total 20 orang mendapat kesempatan mengikuti event lari di sekitar wilayah Gua Tempurung Gopeng, Perak selama 2 hari 3 malam.  Acara berjalan lancar dan padat selama 2 hari dan di hari terakhir, usai ikutan lari, susur gua, panjat tebing dan berenang di sungai, semua orang pun kembali ke Kuala Lumpur dengan badan yang begitu penat. Iya lah capek woy. 

kejadian tak terduga saat traveling
Manjat-manjat di sekitar areal gua Tempurung, Gopeng,  
sehari sebelum tragedi celana pendek

Karena badan saya yang paling kecil di antara yang lainnya, sudah pasti saya selalu duduk di kursi belakang bersamaan dengan tas-tas dan barang perabotan lainnya. Yang kecil mah biasa lah bisa disempilin di manapun. Saya pun tidak keberatan karena bisa punya sandaran tas-tas buat tidur selama perjalanan hampir 3 jam. 

Di mobil yang saya tumpangin, saya bersama 1 teman Indonesia lainnya, 1 teman Korea, 1 teman Malaysia, dari 1 teman Belanda. 

Karena mengantuk, tapi posisi kepala yang tidak nyaman dengan bantalan tas keril yang banyak aksesorisnya, saya pun meraba-raba dan mencari tas goodiebag yang terasa empuk untuk bantalan tidur dengan mata setengah terpenjam. Setelah menemukan tas yang empuk, saya pun menariknya ke arah kepala saya dan lanjut tidur. 

Beberapa saat kemudian, mobil masuk ke pom bensin lalu parkir di pinggiran jalan setelah mengisi bensin untuk beristirahat sejenak sembari beli cemilan dan minum. Saya yang sudah terbangun cuma minta air putih dan roti buat ganjal perut. 

Sembari makan dan minum, saya melirik ke tempat tadi saya merebahkan kepala dan melihat seonggok celana pendek yang tergulung. Ehh saya tadi tidur beralaskan tuh celana?? Kirain tadi sudah dimasukkan ke dalam tas pas tadi ada yang jatuh. Karena teman dari Malaysia, Korea dan Indonesia saya kenal baik, jadi sudah biasa bila saya memegang pakaian mereka. 

Jadi dengan santai saya bilang "Astaga, saya baru tidur dengan bantalan celana orang nih. Ini celana pendek punya siapa nih??" sambil mengacungkan celana pendek ke arah teman-teman cowok di dalam mobil.
"Celana itu dari tas yang mana, ndah?" tanya seorang teman tanpa menengok ke belakang.

"Kayaknya dari tas goodiebag warna abu-abu. Itu tasnya siapa?"

Tiba-tiba teman dari Belanda menengok ke belakang dan bilang "Ahh.. itu tas saya. Oh, itu celana dalam saya. Tenang, ndah, itu celana dalam bersih kok. Tolong masukin lagi ke tas saya ya,"

Anjirr!!! Langsung tuh celana saya lempar ke tumpukan tas lainnya sambil jejeritan! 

Serius itu celana dalam, bukan celana pendek biasa??? Astagaaa.. saya tiduran dengan celana itu!! *pingsan!*

Itu teman dari Belanda emang paling tinggi sih. Kukira itu celana pendek teman dari Korea yang memang tingginya cuma beda beberapa senti dengan saya.

Yang bikin kesel lagi, tuh teman dari Belanda sama sekali tidak bergerak dari kursi depannya dan cuma bilang, "Itu celana dalam bersih kok. Tolong masukin ke tas saya lagi dong. Kan tadi kamu sudah pegang," 

Yeee.. ogah banget megang lagi!! 

Akhirnya teman dari Malaysia yang duduk di kursi sopir pun bergerak ke belakang "Mana celananya, biar saya yang masukin ke tasnya," 
Saya cuma nunjukin celana dan tasnya lalu bilang, "Singkirin jauh-jauh tuh tas dari saya!!"

Teman yang lainnya pun cuma ketawa-ketawa saja mendengar saya jejeritan sendiri di dalam mobil. Saya pun mencari goodiebag milik saya sendiri yang memang berisi jaket untuk bantalan tidur dan memastikan tidak ada tas lain di dekat kepala saya. Jangan sampai deh ada underwear lain yang mendadak muncul pas lagi saya tidur. Hadeuhhhh!

Dompet Lenyap di Merak, Banten

Sudah berulang kali ke Lampung dan beberapa kali pergi sendirian dengan bus ke sana membuat saya menjadi sedikit terlalu santai. Apalagi kalau ada teman seperjalanan. Saya yang biasanya selalu menyimpan uang di beberapa kantong pun kali ini tidak membagi-bagi uang saya setelah menariknya dari ATM. "Ahh nanti sajalah kalau pas di kapal feri," demikian pikir saya saat menarik uang di sebuah ATM di pom bensin saat bus sedang mengisi bahan bakar.

Setelah itu bus pun kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Merak. Karena ngantuk dan perjalanan malam, saya pun tertidur pulas di dalam bus. Saya dan seorang teman menempati kursi 3 baris dimana saya duduk di pojokan dan teman menempati kursi tengah. Sedangkan kursi di bagian lorong 2 kali berganti penumpang lainnya. 

Sekitar 15 menit sebelum pelabuhan merak saya sudah terbangun dan bersiap-siap untuk turun. Namun saat bangun, saya kaget melihat tas kamera saya sedikit terbuka. Apa semalam pas tidur saya lupa menarik resletingnya sampai full ya?? 

Meraba kamera masih ada saya pun masih santai, mungkin saya lupa menarik resletingnya. Namun saat mencoba mencari dompet saya, kok tidak ada?? Astagaa!!! Itu tas kamera langsung saya buka lebar-lebar. Jreng..Jreng!! Dompet raib!! Saya pun berusaha mencari di bawah kursi karena berpikir mungkin terjatuh karena tas sedikit kebuka dan memang terbuka dengan lebar yang cukup untuk mengambil dompet.

Begitu bus sampai di parkiran terminal bus pelabuhan Merak, saya dan teman saya masih sibuk mencari dompet di bawah kursi. Saat dihampiri kernet bus dan saya menceritakan masalahnya, kernetnya hanya bisa bilang, "Kalau tasnya kebuka sedikit berarti mungkin mbaknya kecopetan kali. Kadang-kadang suka kejadian soalnya."

Yahhh langsung lemas! Belum juga menyeberang ke Lampung dompet dan segala isinya termasuk uang tinai 400ribu sudah lenyap. Tapi yang bikin saya sedih bukan karena uang yang hilang tapi KTP. Bikin KTP itu butuh waktu paling lama dari semua isi dompet, mikirnya ada sudah bikin malas. Hadeuh. Akhirnya saya dan teman langsung menuju ke pos polisi untuk minta surat keterangan kehilangan, lalu melanjutkan perjalanan ke Lampung. 

kapal ferry di pelabuhan Merak, Banten

Lalu bagaimana caranya saya tetap traveling ke Lampung meski gak ada uang dan teman perjalanan uang cadangannya pun hanya cukup untuk dirinya sendiri? 

Saat itu saya langsung menelepon beberapa orang teman dan malam itu ada 2 orang yang bersedia meminjamkan uangnya supaya saya bisa lanjut traveling dan uang ditransfer ke rekening teman perjalanan saya.

 Itu pertama kali dan mudah-mudahan terakhir kalinya saya pinjam uang demi traveling euy. Soalnya sayang sama cuti 5 hari yang sudah di tangan. Jarang-jarang kantor mau ngasih cuti 5 hari tuhh.. Hehehe.

Terima kasih buat kedua orang teman yang sudah meminjamkan uang. Cuma bisa berdoa semoga Allah SWT melimpahkan rejeki yang banyak kepada mereka.

Ketinggalan KTP di Bontang, Kalimantan Timur

Karena jadwal tugas negara yang kelewat padat dalam waktu yang terlalu singkat di kota Bontang, Kalimantan Timur pada Oktober 2013, alhasil saya harus terburu-buru packing dan check out hotel 15 menit setelah liputan acara Bontang City Carnival.  

kejadian tak terduga saat traveling
Bontang City Carnival

Dengan terburu-buru, saya pun kembali ke hotel dan mengemasi semua peralatan kamera video dan perintilannya, lalu mengganti celana kargo dengan celana jeans. Saat mengganti celana, semua isi saku saya keluarkan dan letakkan di atas meja termasuk beberapa memory card hasil liputan yang nantinya saya letakkan di sebuah tas kecil yang terpisah dengan kamera dan perabotan lainnya. Total ada 4 tas. 

Saya cuma melirik sekilas isi kamar hotel dan hanya melihat sisa-sisa bon di meja samping tempat tidur. Akhinya saya pun beranjak keluar dengan membawa semua tas tersebut. 

Meski masih kesal, tapi ya sudahlah, yang penting liputan kelar dan saya pun duduk dengan santai di dalam mobil yang segera meluncur ke Balikpapan. Saat 3 jam di luar kota Bontang, tiba-tiba team leader mendapat telepon dari pihak hotel. 

Dia pun bilang bilang ke saya, "Ndah, KTP lo ketinggalan di hotel. Ini pegawainya nemu KTP kamu di meja. Kok bisa ketinggalan sih?? KTPmu ada di tumpukuan kertas di meja samping kasur? Masa kamu gak ngecek barang kamu sendiri sih?? Kamu gimana sih?" sambil terus nyerocos mengomeli saya. 

Saya pun yang tadinya panik sambil ngecek isi tas kecil pun langsung naik pitam. 
"KAMU GAK LIHAT SAYA TADI DI KAMAR MENGEMASI PERALATAN KANTOR?? PERHATIAN SAYA YA FOKUS SAMA KARTU MEMORI LIPUTAN DAN MEMASTIKAN SEMUA PERALATAN LENGKAP!!!  SAYA KAN SUDAH BILANG WAKTU LIPUTAN DI SINI MEPET!! JADINYA TERBURU-BURU KAN!!SEKARANG KAMU PILIH, MAU KETINGGALAN KTP ATAU MEMORY CARD LIPUTAN!!!

Team leader pun langsung terdiam dan sedikit pucat mendengar teriakan saya. 

"Nihh memory card hasil liputan, bawa sana ke Jakarta. Gw nunggu aja di Balikpapan sampai KTP gw dianterin. Ada yang mau ke Balikpapan kan di Bontang? Gw nginep aja deh di Balikpapan sampai KTP gw balik," Masih nyolot. Emosi saya!!!! 

Team leader pun berkata dengan lirih dan takut-takut, "Eh, kamu punya SIM gak? Naik pesawat bisa kok pakai SIM!"

"Ada! tapi sudah kadaluarsa!" masih nyolot.

"Gak masalah, biasanya gak dicek tanggal kadaluarsanya kok. Yang penting bener ada ya?"

"Iya, nih ada!" sembari ngacungin SIM di depan muka team leader tapi tetap dengan tampang nyolot. 

"Oke, bisa. berarti KTP kamu langsung kirim ke kantor aja ya. Jadi gak perlu kurir lagi dari Bontang ke Jakarta."

"Terserah!" saya masih jawab dengan nada emosi. Untungnya saya tetap bisa pulang ke Jakarta. Fyuh!

Terbata-bata di Singapura

Pertama kali ke luar negeri sudah pasti negara yang dituju Singapura lah ya.. Maka pada bulan April 2012 setelah mengalami hecticnya mau liburan ke Singapura, saya dan 2 orang teman pun terbang ke sana.

Setelah turun dari pesawat, lewat pesan teks teman saya mengarahkan untuk keluar dulu dari wilayah bandara dengan kereta lalu nanti berganti kereta untuk menuju ke Woodland. Secara saya masih bingung dengan denah Bandara Changi, Singapura, saya dan teman pun masih berkeliaran di bandara untuk mencari kereta yang dimaksud. 

Bertanya kepada beberapa petugas sih sudah, namun entah karena mereka ngomongnya kecepetan atau memang saya kupingnya memang belum terbiasa mendengar percakapan bahasa inggris sebanyak itu jadinya ya tidak paham dan cuma bisa garuk-garuk kepala sambil nyengir. 

kejadian tak terduga saat traveling
sampai di bandara Changi disambut hujan lebat

Lalu akhirnya memutuskan untuk bertanya pada orang lokal. Nyari orang lokal di bandara? Gampang! cari aja yang pakaiannya santai. Lalu saya pun melihat seorang bapak-bapak bercelana pendek. Nahh orang lokal tuh pasti, lalu dengan terbata-bata saya pun bertanya : "Excuse me, I'm sorry i want to take train to Woodland, which train should I take and from which floor?"

Lalu bapaknya cuma terdiam. Karena saya pikir pelafalan saya mungkin kurang baik jadi saya pun mengulangi pertanyaannya.

Tiba-tiba bapaknya berkata: "Mbak ngomong apaan sih? Saya gak ngerti? Mbak orang mana sih?" 
Ehh lhoo.. saya sempet bengong dan speechless selama beberapa lama sebelum akhirnya berkata dengan terbata-bata "Nganu pak, saya dari Indonesia, mau naik kereta ke Woodland dari mana ya?"

"Ohh dari Indonesia, mau ke Woodland. Pakai bahasa indonesia aja sih mbak, orang sini juga bakal ngerti kok. Saya juga orang Indonesia sering kesini. Saya dari Batam. Kalau mau naik kereta kesana mbak beli tiket disana lalu turun ke lantai sekian trus naik kereta ini sampai stasiun ini trus ganti kereta. Gak usah bayar lagi, Sekali bayar itu sudah bisa sampai Woodland ya. Baru pertama kali ke Singapura ya??. Selamat jalan-jalan ya," Si bapak nyerocos panjang lalu abis itu dia ngeloyor pergi begitu saja sampai saya harus agak teriak bilang "Terima kasih,"

Bahh.. sudah grogi dan keringat dingin berusaha bertanya pakai bahasa inggris, ternyata malah ketemu orang Indonesia juga di sini. Teman saya cuma ketawa ngakak pas melihat saya sempat bengong dan terbata-bata pas berbicara dengan si bapak itu. 

Ahh sudahlah, mari kita pusing-pusing di Singapura aja kuy..

Keracunan di Pantai Serasa, Brunei Darussalam

Karena mendadak ingin mengunjungi Pantai Serasa di daerah Muara, Brunei Darussalam pada April 2014, saya tidak punya persiapan bekal makanan ringan. Lagipula saya pikir di wilayah pantai pasti ada warung-warung kecil lah. Saat transit di daerah Pekan Muara, saya pun sempat membeli beberapa minuman dan kue yang mirip seperti kue pia gitu deh dan langsung memakannya. 

Sekitar 30 menit kemudian bus pun sampai di areal pantai Serasa dan saya langsung berkeliling sembari menikmati pantai yang sepi itu. Setelah 30 menit berkeliaran di pantai Serasa, mendadak saya merasakan pusing, kunang-kunang, keringat dingin dan sakit perut. Secara sebelumnya sudah pernah mengalami gejala yang sama, saya tahu saat itu saya sedang mengalami gejala keracunan makanan. 

Setelah diingat-ingat lagi, kue pia yang saya makan tadi rasanya memang sedikit aneh. Namun karena sedang berada di negara lain saya pikir memang rasa kue lokal seperti itu. Mana saya habisin 3/4 bungkus pula tuh kue. Hadeuhhh... 

kejadian tak terduga saat traveling
Pantai Serasa, Brunei Darussalam sebelum tepar di toilet

Kebetulan ada warung yang menjual air mineral dan langsung beli 2 air 1,5 liter lalu segera masuk ke toilet untuk buang air besar. Setiap kali selesai buang air dan muntah-muntah, saya keluar toilet lalu meminum air sebanyak yang saya bisa. Lalu masuk lagi ke toilet buat buang air dan muntah-muntah lagi. 

Setelah tiga kali bolak-balik keluar masuk toilet, akhirnya saya terduduk di depan wastafel toilet dengan badan lemas dan sepertinya saya sempat tertidur sekitar 20-30 menit. Setelah terbangun, saya pun melihat jam dan waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 sore waktu setempat. Saya sudah bikin janji saya sopir bus yang akan menjemput saya di depan pintu masuk sekitar pukul 05.00 sore. Setelah itu tidak akan ada bus lagi ke kota. 

Dengan sisa-sisa tenaga saya pun berjalan menuju ke pintu masuk pantai. Saat datang, dari pintu masuk menuju ke dalam pantai berjarak sekitar 10 menit jalan kaki. Namun karena sedang lemas dan saya harus berhenti beberapa kali setiap melangkah beberapa meter, alhasil saya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sugesti saya saat itu : Kalau mau pingsan nanti di dalam bus saja, ndah, biar bisa langsung di antar ke rumah sakit sama sopir dan kernet busnya. 

Alhamdulillah saat sudah berada di dalam bus menuju ke kota Bandar Seri Begawan, tenaga saya mulai pulih sedikit demi sedikit. Mungkin terbantu karena saya minum air hampir 2 liter lebih. Sampai di hotel saya pun cuma berani makan roti, pisang dan apel untuk memulihkan tenaga. Untungnya gak sampai di rawat di rumah sakit, di Brunei mahal euy. Alhamdulillah ya. 

Mountain/Altitude Sickness di gunung Kinabalu, Malaysia.

Meski sudah beberapa kali naik gunung di Indonesia, namun saya tidak pernah mengalami mountain/altitude sickness. Ini adalah penyakit yang disebabkan karena seseorang mendaki terlalu cepat ke ketinggian dan tubuh tidak sempat beradaptasi dengan tekanan dan oksigen yang rendah di ketinggian. Biasanya saya selalu punya waktu 1 malam di sekitar basecamp pendakian untuk membiasakan diri.

Namun saat mendaki ke gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia pada bulan September 2012, saat sudah berada di pertengahan jalan antara basecamp Laban Rata dan puncak Low, saya pun untuk pertama kalinya kena penyakit ini. Rasa pusing yang berputar-putar, mata berkunang-kunang serta mual mulai terasa saat baru 30 menit mendaki. 

kejadian tak terduga saat traveling
Jalur pendakian gunung KInabalu, Malaysia

Setelah mengingat-ingat kembali, saya baru ingat kalau kota Kinabalu itu terletak di tepi pantai yg 0 mdpl dan kemarin dari kota saya langsung menuju ke Ranau, tempat basecamp pendakian dan langsung mendaki ke basecamp Laban Rata di ketinggian 3.272 mdpl. Yaiyalah saya kena altitude sickness, tidak sempat adaptasi dan langsung nanjak ke ketinggian 3.000-an kurang dari 6 jam.

Apalagi pas persiapan hiking ke gunung Kinabalu sebelumnya pun saya lupa sarapan pula sampai mendadak lemas. Ini mah kamu mancing kerusuhan ehh penyakit, ndahh!! Alhamdulillah, sekitar 2 jam lebih kemudian, saya sudah bisa berdiri di puncak tertinggi di Malaysia itu. 

kejadian tak terduga saat traveling
Lelah tapi senang bisa sampai di sini.

Sebenarnya masih ada sih beberapa kejadian tak terduga saat traveling lainnya, mungkin nanti saya bisa bikin artikel lagi soal itu. Ditunggu aja deh. 

Nah.. kalau kalian ada yang pernah mengalami kejadian tak terduga saat traveling gak? Yuks di share di kolom komen! (EKW)

4 comments:

  1. Paling relate dengan yang keracunan makanan. Tahu banget rasanya gimana, trip rusak dan jadi gak nyaman huhuhu.

    Untuk kecopetan belum pernah dan jangan sampe. Yang paling "kocak" yang di Kamboja haha siyalan banget sampe lupa tuh orang. Gak kebayang kalau kamarnya trus keabisan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget om.. keracunan bikin harus istirahat total dan jaga makan selama 3 hari .. jd gak bisa nyobain yang aneh-aneh dehh.. hehehe..

      Itu yg di kamboja klo gak mikir saya butuh banget tidur udh kutinggalin dari tadi.. makanya meski pd akhirnya tinggal selama 3 hari di situ, hotelnya gak kureview.. sebel.. hahahaha..

      Delete
  2. Kayknya yang paling parah insiden kehilangan dompet ya. Itulah juga kenapa aku terbiasa split cash, dan terbukti bisa menolong saat dompetku ketinggalan di kost padahal udah otw ke Singapura hahaha.

    Soal tragedi celana dalem, menurutku itu culture shock. Mungkin buat si Londo itu biasa, apalagi dia klaim dalemannya bersih. Makanya yg bisa bantuin cuma si Malaysia. Dia paham perasaan kamu, tapi juga okay with that.

    Kesel banget ya dicuekin resepsionis hotel padahal lobinya kecil dan cuma ada kamu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kehilangan dompet memang bikin down lahh.. pas lagi belum sempat split cash juga.. pdhl biasanya rajin split cash.. lagi emang jadwalnya kena musibah sih.. yoweslah.. tp situ beruntung ya pas otw ke singapura msh ada duit selipan kan..

      tragedi celana itu sebenarnya megang celana dia gak terlalu masalah. yg paling bikin syok itu si londo lempeng banget mukanya dan gak geser sekalipun dr kursinya meski saya udh jejeritan.. ada tripod mah udh kutoyorin kepalanya pake tripod. wkwkwkwk.. dan gw percaya klaim underwearnya bersih soalnya seminggu kemudian dia ninggalin rendaman pakaian kotor selama 2 minggu di Ipoh pdhl dia lg otw ke Indonesia. minta tolong dicuciin pula.. hadeuhhh..

      Delete

Popular Posts

Follow Me on