Wednesday, November 16, 2016

MENGGOSOK JUTAAN RUPIAH DI MARTAPURA

Martapura, Kalimantan Selatan sudah terkenal se antero Nusantara sebagai tempat penghasil intan permata berkualitas wahid di dunia. Meski ada ungkapan yang menyebutkan "Intan Permata adalah sahabat wanita" namun saya bukanlah penggemar perhiasan dan batu-batuan semacam itu. Iya! memang saya selalu menyebut perhiasaan semacam intan permata dan sejenisnya sebagai bebatuan, toh sebelum digali, dipotong dan digosok kan itu barang bentuknya batu kan?! Jadi, meski sekarang tuh barang berbentuk perhiasaan yang harganya jutaan juga saya tetap menyebutnya batu. Hehehehehe..
Namun, meski bukan penggemar batuan jenis ini, saat diajak untuk melihat proses penggosokan intan di Martapura tentu saja saya tidak menolaknya. Kapan lagi gitu bisa melihat penggosokan batu berharga jutaan itu langsung di kotanya. Kesempatan langka tidak boleh dilewatkan.


Tempat penggosokan yang saya datangi adalah Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan (PIPPI) yang terletak di jalan Ahmad Yani no 2, Martapura, Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan. PIPPI ini merupakan hasil kerjasama antara Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan) dengan Pemprov Kalimantan Selatan dan kabupaten Banjar Baru dan berdiri sejak bulan April 2014.

Proses penggosokan tidak hanya untuk memperhalus batu-batuannya, namun juga untuk membentuk batuan berharga ini menjadi bentuk dengan presisi yang sangat sempurna. Cacat sedikit saja, harga bisa jatuh cukup drastis. Itu sebabnya ahli penggosokan intan permata biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi ahli gosok yang diakui.  

"Harga termurah intan adalah 8 juta per karat. Itu yang kualitasnya paling rendah. sedangkan yang termahal bisa mencapai 80 juta per karat" ujar pengelolanya. Heh??? Itu uang semua ya??? *geleng-geleng kepala lalu bengong* Punya uang segitu mah buat saya mending beli tiket pesawat kemana gitu. Huft!
Alat pendeteksi keaslian intan dan berlian
Label harganya bikin pusing..

Batuan jenis lain juga dijual disini
Melihat display berbagai jenis intan permata dan bebatuan lainnya saya justru pusing bukan karena kilauannya, tapi pusing menghitung jumlah nol di label harganya. Alamak jang! *garuk-garuk kepala lalu buang dompet ke tong sampah* Isi dompet saya tidak laku disini. Hahahahaha.. 

Namun batu intan permata di Martapura ini memang sangat indah dan meski cuma sekilas melihat proses penggosokannya yang ternyata cukup rumit dan penuh detail, saya jadi sedikit mengerti kenapa batu jenis ini dihargai begitu tinggi. Belum lagi kalau melihat proses pendulangan intan di sungai-sungai Martapura. Sayang saya belum berkesempatan untuk melihat proses pendulangannya. Mungkin lain kali. Insya Allah! (EKW) 

6 comments:

  1. intan dibilang batu kalo emas juga batu dong yaa kak. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. yahhh.. pokoknya itu bebatuan dahh.. cuma beda jenis dan harga doank kok..
      hehehehe..

      Delete
  2. Dulu sempat ke Cempaka lihat penambangannya, tapi nggak sempat mampir ke tempat penggosokan semacam di PIPPI ini. Ternyata asyik juga tempatnya. Yah hitung-hitung mengkhayal dulu mau beli yang mana kalau mendadak dapat lotere hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahhh.. saya justru gak sempat yang ke cempakanya... karena ngejar pesawat mas.
      hehehe..

      Delete
  3. Nolnya ada berapa tuh mbak?

    Asyik ya mbak bisa lihat langsung pengasahannya. Itu dibuka untuk unun juga nggak mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak deh pokoknya mas.. saya langsung ilfil ngitungnya.. hehehe..
      kalau gak salah terbuka untuk umum sih..

      Delete

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...