Wednesday, June 22, 2016

MENYUSURI SUNGAI CHAO PHRAYA

Pertama kali menjejakkan kaki di Bangkok, setelah melihat peta Bangkok, saya berkeinginan untuk menyusuri sungai Chao Phraya, sungai yang membelah kota Bangkok. Ehh sebenarnya letaknya gak persis di tengah sih, minggir dikit deh. Tapi tetap, kalau ada kota yang punya sungai, susur sungai itu wajib hukumnya, buat saya pribadi sih. Minimal nemplok di pinggiran sungai sambil menikmati hilir mudik kendaraan di atas sungai.
Kapal berbendera orange
Ternyata, sungai Chao Phraya punya angkutan air yang cukup aktif dan berjalan reguler setiap saat. Ada 4 jalur transportasi air yang bisa digunakan untuk menuju ke beberapa daerah di sepanjang sungai, termasuk jika ingin pergi ke kuil Wat Pho, Grand Palace dan kuil Wat Arun. Meski ketiga tempat ini bisa ditempuh juga lewat jalur darat, namun transportasi air tetap menggoda untuk saya jajal.



Oh ya, jalur transportasi sungai Chao Phraya yang bernama Chao Phraya Express Boat ini memiliki  4 jalur yang ditandai dengan bendera kecil berbentuk segitiga di bagian belakang kapal. Meski sama-sama menyusuri sungai Chao Phraya, ketiga jalur ini punya perbedaan di dermaga mana saja yang akan mereka singgahi.
Bendera Hijau : berhenti di 3 dermaga yaitu Pakrret, Nonthaburi dan Sathorn.
Bendera Orange : berhenti di hampir semua dermaga kecuali Wat Sawetachat, Wat Muang Kae, Rajine, dan Rama 8 Bridge.
Bendera Kuning: berhenti di 3 dermaga yaitu Ratburana, Nonthaburi, dan Sathorn
Bendera Biru : ini kapal turis yang jalurnya hampir sama dengan kapal bendera orange, cuma harganya lebih mahal, sekitar 40 baht sekali naik
Suasana dalam Chao Phraya Express Boat
Kondektur kapal orange berbaju orange.
Sebenarnya ada juga kapal tanpa bendera yang mengangkut penumpang. Mungkin bisa disebut kapal omprengan kali ya. Bila naik kapal ini tinggal bilang mau turun dimana, dan harganya hampir sama dengan kapal bendera orange, tapi bisa tergantung jauh dekatnya. Sepertinya kapal ini hanya dinaiki oleh orang lokal karena mereka bisa nego harga.

Hari kedua berada di Bangkok, saya bermaksud mengunjungi Wat Pho. Setelah menanyakan arah dan transportasi kepada resepsionis hotel, utamanya kapal menuju kesana, saya pun diarahkan menuju dermaga Sathorn. Disini juga terletak stasiun BTS Skytrain Saphan Taksin.

Begitu sampai di dermaga dan tahu saya mau ke Wat Pho, beberapa orang mengarahkan saya untuk membeli tiket terlebih dahulu sebesar 100 baht. Apa?? perahu bukannya cuma 10 baht ya?? Bahkan kata resepsionis hostel tiket paling mahal hanya 13 baht. "If you took the orange boat, don't pay more than 13 baht, okay?" pesan resepsionis kepada saya. Saya dan teman cuma garuk-garuk kepala di dermaga. Sayangnya karena kita terburu-buru karena sudah janjian dengan seseorang yang sudah duluan sampai Wat Pho,. akhirnya mau tak mau, suka tidak suka dibeli juga lah tuh tiket seharga 100 baht.

Selasai beli tiket saya dan teman langsung mencari tempat duduk di kapal berbendera orange. Namun, ada seseorang yang menghampiri kami dan berkata "This is not your boat, that's your boat" sambil nunjuk kapal perahu kayu panjang disampingnya. Oalahhhh!! makanya harganya 100 baht. Ternyata itu harga tiket long tail boat yang notabene adalah kapal wisata di Chao Phraya, bukan kapal reguler. Sigh! Berarti salah beli donk. *ngacak-ngacak kapal orang* Yasudlah dinikmati saja pemandangan di sepanjang sungai Chao Phraya yang terbentang sepanjang 372 kilometer.

Pemandangan sepanjang sungai ya mirip mirip lah dengan kota-kota lain yang memiliki sungai. Mulai dari bangunan rumah biasa hingga gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Di beberapa bagian terlihat beberapa kuil kecil dan juga kuil Wat Arun yang sedang dalam proses renovasi. Di sungainya sendiri terlihat banyak hilir mudik kapal berbagai jenis dan ukuran mulai dari kapal kayu kecil hingga kapal tongkang.

Saya masih senewen karena scam 100 baht di dermaga Sathorn jadinya niat balas dendam! Saya harus bisa naik transportasi sungainya dengan cara warga lokal.

Hari terakhir sebelum kepulangan ke tanah air, saya kembali menaiki kapal berbendera oranye karena niat mengunjungi Wat Arun yang juga terletak di tepian sungai. Saya berencana akan turun beberapa dermaga setelah Tha Thien. Saya sempat diminta untuk membayar 20 baht (ini harga turis buat kapal reguler di Chao Phraya) di dermaga, sebelum naik kapal, namun dengan muka cuek saya melewati saja petugas kapal di dermaga dan langsung mencari tempat duduk di kapal. Alhasil, saya cuma membayar 13 baht untuk kapal menuju ke dermaga yang bahkan lebih jauh dari dermaga Tha Tien. Hahahaha. *ketawa senang*

Triknya? Pasang muka cuek saat dihampiri petugas di dermaga dan langsung naik ke kapalnya begitu datang. Saat kondektur di atas kapal menghampiri, serahkan uang 20 baht, nanti dikasih kembalian tuh sama kondektur kapal tanpa komentar apapun. Hohohoho. Udah ya, udah puas kan ya nyusurin sungai Chao Phraya dengan harga lokal. Yuks pulang! (EKW) 

14 comments:

  1. Wkwkwk oh gitu tipsnya masang muka jelek eh jutek dicoba ah entar kalo ke bangkok lagi :D

    Salam kenal dr blogger abal2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muka saya gak jutek kok.. cuma kelewat datar aja..
      hehehe..
      salam kenal juga :)

      Delete
  2. paling menyenangkan memang menelusuri sungai ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. asiknya bs nongkrong dalam kapal sambil menikmati pemandangan..

      Delete
  3. Eh kalo 20 bath bukan nya cuman buat nyebrang aja ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyebrang kemana mas cum??
      20 baht itu bisa buat mondar-mandir di sungai Chao Phraya lho...

      Delete
  4. Mba Jakarta punya kalimalang dan Ciliwung, ga berminat river cruising jugakah?? *kemudian ditimpuk

    ReplyDelete
  5. Hahaha.. harus pake trik ya kalo di Bangkok. Temenku juga dulu cerita pas ke Grand Palace, melengos aja langsung masuk gak pake beli tiket karena disangka orang lokal. Tapi ya itu harus cuek aja dan jangan ngomong satu patah kata pun. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. iya.. Soalnya klo ngomong langsung ketahuan gak bisa ngomong bahasa thai..
      hehehehe..

      Delete
  6. oh caranya begitu ya, jadi lebih murah harganya cuma 13 bath..

    ReplyDelete

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...