Wednesday, April 6, 2016

PAPEDA DALAM KETENANGAN SENTANI

Meski banyak huru-hara menyambut tugas negara ke Jayapura, saya akhirnya bisa meluangkan waktu untuk sejenak berada di tepi danau Sentani, Kabupaten Jayapura untuk sekedar duduk dan menikmati indahnya pemandangan di salah satu danau terbesar di Indonesia ini. Dengan luas areal mencapai 9360 hektar, setiap sudut danau Sentani bisa dinikmati dengan cara yang berbeda. Kali ini saya memilih untuk menikmatinya dengan sambil mencicipi kembali makanan khas Papua, Papeda!
Pernah tinggal di kota Sorong, Papua Barat selama 15 tahun membuat saya sudah terbiasa menikmati Papeda karena kadangkala Ibu saya suka memasak Papeda sendiri di rumah, terutama jika ada tamu dari luar kota yang datang. Namun terakhir kali saya mencicipi makanan ini hampir 10 tahun yang lalu, sekitar tahun 2007. Makanya begitu sampai di Jayapura, saya langsung minta ditemani ke restoran Yougwa di tepi danau Sentani untuk mencicipi kembali kuliner khas Papua ini.


Papeda terbuat dari tepung sagu yang berasal dari pohon sagu yang banyak tumbuh di Papua. Cara buatnya mudah, cukup direbus dalam air panas hingga mengental seperti lem. Itu sebabnya om saya tiap kali mau mengajak makan papeda biasanya memberi kode "Kita ngelem perut yuks" Hehehehe.

Oh ya, Papeda tidak dimakan begitu saja tanpa ada makanan pendampingnya. Pendamping utamanya ada ikan kuah kuning yang sedikit asam dan gurih. Selain itu ada pula sayur bunga pepaya yang enak. Ahh. nikmat tiada duanya deh.

Puas menikmati hidangan yang mengoyang lidah, saatnya menikmati suasana tenang di pinggiran danau Sentani sambil menyaksikan sedikit aktifitas warganya menjelang matahari terbenam. Ahh. Nikmat Allah SWT manalagi yang bisa kau dustakan.  (EKW)

8 comments:

  1. wah nampak menggoda Papedanya, penasaran aja sih kaya apaan rasa makan papeda

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasanya.. rasa yang pernah ada,
      hehehe..
      kinyis-kinyis gimana gitu..

      Delete
  2. Hmmm... enak sekali papeda dan pendampingnya itu ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  3. Jadi kangen papeda...kenyal-kenyal dimana gitu di mulut, bikin ccepat kenyang tapi cepat juga laparnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, papeda bikin cepat kenyang dan lapar lagi..
      makannya justru lauknnya saya nambah lagi biar kenyangnya awet.
      hehehehe..

      Delete
  4. Disana ada masjid gak ya mbak? Sekitar danau sentani terutama kampung holong? Kalau boleh berbagi cerita ini email saya mbak rifqyfadil@gmail.com , saya akan senang sekali jika diberi info2 terkait karena akan kesana dalam waktu dekat untuk urusan pekerjaan.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. masjid ada kok. cuma saya kurang tau posisinya sebelah mana. Beberapa tempat di Papua memelihara babi dan anjing namun makanan halal cenderung mudah untuk didapatkan karena banyak pendatang dari pulau jawa yang menetap disana.

      Delete

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...