Wednesday, August 12, 2015

CAHAYA DARI LANGIT DI GOA LAWA

Iseng-iseng main-main ke kampung orang setelah momen Lebaran membawa saya dan beberapa orang teman mengunjungi kawasan wisata Goa Lawa di Purbalingga, Jawa Tengah. Goa yang terbentuk akibat endapan lava dari gunung Slamet ini berada di desa Siwarak, kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Goa ini memiliki panjang 1,5 kilometer dengan luas mencapai 5 kilometer. Goa ini sudah dibuka untuk umum oleh pemerintah daerah setempat sehingga akses masuknya sudah terdapat jalur jalan yang diterangi lampu dan beberapa guide yang ada di beberapa titik.

Langkah kaki dan candaan ringan menemani dan menggema di seluruh sudut goa ketika kami memasuki tiap bagian lekukan goa. Saya dan teman mendadak berhenti di depan sebuah cekungan, cekungan itu pendek, tingginya hanya 1 meter. saya mencoba berjongkok dan mengarahkan sinar lampu senter ke dalamnya. Gelap! Tak ada cahaya yang memantul di dindingnya. Sepertinya lubang itu terlalu dalam dan kecil. Tidak seperti ruangan lain yang diberikan lampu di beberapa sudutnya.

Beberapa teman saya yang ragu melihatnya mengajak untuk beranjak dari tempat itu. "Tidak ada pengunjung yang masuk kesana, ndah". Itu alasan mereka. Namun, rasa penasaran membuat saya malah berjongkok dan memasuki lubang itu. Toh, tidak ada larangan untuk memasukinya dan saya juga membawa senter, pikirku.

Di awal memasuki lubang itu, ternyata ada ruang yang cukup besar yang membuat saya bisa berdiri dan berkeliling dengan bebas. Saya pun menyakinkan setidaknya 2 orang teman saya untuk ikut masuk bersama. Di dalam gua, di kejauhan terdapat pantulan cahaya putih dari matahari di dindingnya. Hmm mungkin di sekitar situ ada lubang keluar, pikirku.

Saat melangkah lebih jauh ke dalam senyum sumringah tiba-tiba terkembang lebar di wajah saya. Berkas pantulan cahaya itu ternyata dari sinar matahari yang jatuh dari atap goa. "Ada cahaya dari langit!" pekikku kepada teman-teman sambil mempercepat langkah menuju sinar tersebut. Untungnya saya masih ingat untuk tidak berlari karena banyak bebatuan besar dan cukup licin di sekitarnya. Bisa-bisa jatuh mencium batu dengan suksesnya kalau lari-lari di kegelapan itu. Hehehehe..
Wow! Kalau melihat ukurannya dan mengira-ngira, mungkin tinggi atap gua ini sekitar 3 atau 4 meter. Kecil memang bila dibandingkan dengan goa yang memiliki cahaya dari langit atau cahaya dari surga yang telah lebih dulu tersohor, goa Jomblang di Yogyakarta. Tapi cahaya dari langit ini tetap keren. Sayangnya, saya dan kawan-kawan tidak ada yang membawa tripod. Jadi memanfaatkan beberapa batu besar di sekililing cahaya tersebut, kami mengambil beberapa foto low light.

Ahh.. saya memang belum pernah melihat cahaya dari langit dari goa yang ternama itu, tapi cahaya dari langit di goa Lawa, sudah cukup membuat saya terpesona. Ada untungnya juga saya punya rasa penasaran yang tinggi. Kalau tidak, mana mungkin saya menemukan ruangan cahaya dari langit di goa Lawa ini. (EKW)

10 comments:

  1. Pengen banget bisa secara teknik foto-foto cahaya yang nembus goa gitu. Ini udah lumayan tapi masih kontras.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. ini juga masih belajar.. plus gak ada tripod pula.. jadi kalau ada yang sedikit ngeblur harap dimaklumi ya..
      hehehehe..

      Delete
  2. keren dan indah banget ih, dalamnya ada kayak airnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. di areal goa Lawa ini memang ada beberapa bagian yang ada airnya sih,

      Delete
  3. Replies
    1. Haduh.. saya gak tau bagaimana cara pakai teknik HDR.
      ajarin saya dong.

      Delete
  4. waktu awal buka tulisan ini ngelihat dr foto ku kira Goa Jomblang terbyata bukan. Gini ini harus dijaga biar ga banyak vandalismnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. kalau gak ada orangnya mungkin keliatannya seperti goa Jomblang. tapi pas ada orangnya jd ketahuan kalau goa ini ukurannya gak seberapa luas.
      hehehehe..

      Delete

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...