Wednesday, April 1, 2015

MENCICIPI KULINER PASAR SANTA, JAKARTA

Pasar Santa. Saya rasa hampir semua warga Jakarta pasti kenal dengan pasar yang satu ini. Dulunya ini adalah kawasan pasar tradisional pada umumnya yang bisa ditemukan di mana saja. Awalnya lantai 1 difungsikan bagi para penjahit, namun karena sepi pembeli, para penjahit pun turun dan menempati lantai dasar pasar Santa. Lantai 1 pun sempat terbengkalai dan kosong melompom. Namun sejak Agustus 2014, Lantai 1 pasar ini mulai difungsikan sebagai areal foodcourt dan mulailah geliat pasar ini kembali muncul.

Beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa orang teman menyempatkan diri untuk sekedar berkunjung, melihat-lihat dan mencicipi beberapa jenis makanan yang ada di pasar ini. Dari puluhan bahkan mungkin ratusan jenis makanan yang dijual di sini, ini adalah beberapa makanan yang mampu saya cicipi dalam waktu 3 jam kunjungan ke sana.

1. Yakitori dan Onigiri
Semua teman dekat saya pasti tahu kalau saya penggemar makanan Jepang, makanya pas kesini foodcourt yang menyita perhatian saya tentu saja makanan Jepang. Di foodcourt Osaka Takoyaki ini memang menu utamanya Takoyaki dan Okonomiyaki. Pas melihat ada Yakitori tentu saja saya lebih memilihnya dengan alasan utamanya karena saya belum pernah mencicipinya.
Yakitori dan Onigiri
Yakitori adalah sate ala Jepang yang biasanya terdiri dari daging ayam, kulit, hati, ampela atau Jantung. 1 paket Yakitori berisi 4 sate dan 1 onigiri atau nasi kepal ini seharga Rp. 30.000,- Sate Yakitori yang saya terima berisi potongan daging ayam, hati, kulit, jantung dan paprika yang dioleskan semacam bumbu teriyaki sepertinya, karena rasanya lebih manis daripada yakinuki yang cenderung sedikit asin menurut saya.

2. Burritos
Hasil mondar-mandir selama beberapa saat, saya pun memutuskan untuk mencoba makanan Meksiko yang satu ini, Burritos. Di foodcourt Tako Cat sebenarnya ada juga menu Taco nya, namun berhubung saya sudah pernah mencicipinya, maka pilihan menu pun jatuh kepada Burritos yang belum pernah saya makan.

Burritos adalah makanan Meksiko yang terdiri dari Tortilla (roti pipih tanpa ragi yang terbuat dari gandum atau jagung) dengan isian berupa tumis potongan daging. Sebenarnya Taco dan Burritos hampir sama isiannya, namun Taco lebih cenderung sebagai camilan atau makanan sampingan, sedangkan Burritos lebih ke makanan utama. Itu sebabnya Burritos juga bisa ditambahkan dengan nasi, kacang, sayuran dan lain-lainnya sesuai selera.
Burritos ala Indonesia
Saya pun memesan Korean BBQ Beef Burritos Bowl seharga Rp. 35.000,-. Begitu pesanan saya jadi, saya hanya bisa bengong melihatnya karena Burritos di foodcourt ini tidak pakai tortilla!! Hadeuh.. kalau saja hari itu tidak ramai pengunjung, mungkin saya sudah protes kali.. Yasudahlah.. nikmati saja Burritos ala Indonesia ini *begitu deh akhirnya saya menyebutnya*

3. Black Dog
Makanan hot dog berwarna hitam di foodcourt Diyoji ini mungkin adalah makanan dengan antrian terpanjang. Mungkin karena posisinya yang strategis, tepat di depan tangga naik-turun. Untuk makanan yang satu ini sebenarnya teman saya yang memesannya. Saya sih cuma mencicipinya beberapa gigitan setelah teman saya berhasil mendapatkannya usai antri hampir 1 jam. Ckckck.. Saya sih pas lihat antriannya saja sudah malas, mending cari foodcourt lain yang tidak ngantri. Hehehehe..
Black Dog Single
Keunikan hot dog single seharga Rp. 35.000,- ini terletak di rotinya yang berwarna hitam. Makanya disebut sebagai black dog. Rasanya?! Sama aja kok dengan hot dog biasa. Namun, saya masih penasaran itu roti diwarnai pakai pewarna apaan sampai hitam begitu ya?! Hmm *Sok berpikir keras* wkwkwkwk..

4. Cendol Durian
Makanan ini juga bukan saya yang beli, tapi teman saya, jadi saya tidak tahu persis di foodcourt mana dan berapa harga makanan satu ini. tapi kalau melihat logonya sih sepertinya sih di foodcourt Beyond Cendol and Duren Bar. Sebenarnya saya kurang suka cendol karena perpaduan santan kental dan gula merah sering bikin tenggorokan saya sakit.
Cendol Durian dengan Topping Kit-Kat Greentea
Tapi pas mencicipi cendol satu ini, tenggorokan saya bisa menerimanya karena santannya ternyata tidak terlalu kental dan teman saya juga telah meminta agar gula merahnya sedikit saja. Wahh.. Keberuntungan yang menyenangkan. Ditambah pula dengan toping kitkat greentea kesukaan saya, keberuntungan yang sangat menyenangkan sekali... Mari makan!! :)

Itulah beberapa makanan yang saya coba di pasar Santa. Mungkin daftarnya akan bertambah kalau saya kembali berkunjung kesana. Masih banyak makanan lain yang ingin saya cicipi di sana.

Pasar tradisional yang sudah beralih fungsi ini bisa menjadi salah satu destinasi kuliner di Jakarta. Jika ingin puas mencicipi berbagai makanan disini saran saya adalah Jangan datang pas weekend! tempat ini terlalu penuh dan antriannya menjadi terlalu panjang! Lagipula tempat duduk juga terbatas. Saya dan teman-teman yang berjumlah 8 orang harus mencari tempat duduk terlebih dahulu baru bergantian mencari makanan. Di pasar ini benar-benar angkat pantat hilang tempat euy! Wkwkwkwk.. (EKW)

4 comments:

  1. Elaaah.. Nelen ludah..
    Kalo ke Jakarta beneran harus disempetin ke Pasar Santa dah.. Ahiiiik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yukss ke pasar Santa..
      saya juga pengen kesana lagi dan mencicipi makanan lainnya. :)

      Delete
  2. Udah pernah kesinii sekali~ ada banyak makanan enak sih, tapi ya itu rasanya terlalu sempit tempatnya. Kalau buat makan sambil nongkrong kurang asik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya sih enak aja buat nongkrong, tapi jangan pas weekend ..
      Padat merayap euyyyyy..

      Delete

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...