Skip to main content

GIGIT JARI DI KEIMUTAN CURUG BARONG DAN CURUG LEWIHEJO

Ketika mendengar kata curug, yang terbayang tentu saja air terjun dengan ketinggian diatas 5 meter lebih, meski aliran airnya mungkin kecil. Makanya sewaktu diajak jalan sama si Dede Ruslan saya mengiyakan karena kalau saya mengingat kembali, sebenarnya sudah lama juga tidak mengunjungi wilayah yang bersentuhan dengan curug, air terjun dan sejenisnya.

Perjalanan yang dimulai dari Cibinong dengan sepeda motor dengan belasan teman-teman menuju ke daerah Sentul tidaklah mudah. Jalanan kami lalui mulai dari jalan aspal hingga berpasir dan kerikil, tanjakan dan turunan curam hingga jembatan rusak yang sedang diperbaiki. 




Guide kita, Ambar
Curug Barong dan Curug Lewihejo ini terletak di Desa Karang Tengah, kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perjalanan menuju ke Curug Barong lebih panjang daripada curug Lewihejo. Lagipula, Curug Barong belum setenar curug Lewihejo di kalangan penduduk diluar daerah Bogor. Oleh karena itu, kami meminta bantuan penduduk setempat, seorang bocah tepatnya, bernama Ambar untuk mengantarkan kami menuju curug Barong.

Setelah melewati ladang penduduk, perbukitan dan hutan selama lebih kurang 45 menit, sampailah kita di curug Barong. Jujur, sebenarnya dari jauh curug ini sudah terlihat, namun saat itu saya berpikiran itu hanya aliran sungai biasa yang melewati bebatuan yang sedikit besar dan tinggi. Ternyata curug Barong ini memang imut, tingginya tidak lebih dari 5 meter euy.


Tapi yasudahlah yaa.. nikmati sajalah. Lagipula ini aliran air curug Barongnya jernihnya pakai banget saudara-saudara. Pokoknya rugi kalau tidak ikutan nyebur, dan sayangnya, saya rugi besar. Tepat sebelum berangkat ke curug ini, saya kedatangan tamu bulanan. Alhasil, saya cuma bisa gigit jari sambil sok senyam-senyum memandangi teman-teman saya yang bergembira ria di dalam air. *manyun tingkat dewa*




Setelah puas main air *sebenarnya sih saya cuma nyelupin kaki sebatas lutut ke air euy..* dan foto-foto, kita pun beranjak menuju ke curug LewiHejo. Jarak antara curug Barong dan LewiHejo sebenarnya sih tidak jauh, cuma karena kita nyasar dan muter-muter di lading penduduk, baru sekitar 1 jam kemudian kita bisa menemukan curug yang posisinya sedikit lebih tersembunyi ini.





Curug Lewihejo ini malah lebih imut daripada curug Barong, mungkin hanya berkisar 3 – 4 meter saja. Tapi tetap aliran air yang masih jernih dan dingin menjadi daya tarik curug ini, sama seperti curug sebelumnya. Daaannnn.. seperti diawal, saya pun cuma bisa gigit jari juga di curug ini. *serius ini manyunnya tingkat dewa langit ketujuh deh*




Ya sudahlah ya.. nikmati sajalah keindahan alam disekitar curug ini *menyenangkan diri sendiri*. Imut memang kedua curug ini, dan saya hanya bisa berharap, siapapun yang berkunjung ke dua curug ini bisa tetap menjaga kebersihannya karena suatu saat saya ingin datang kesini lagi dan masih bisa menikmati kejernihan air dari kedua curug imut ini. (EKW) 

Comments

  1. Aih.. saya jadi rindu musim hujan! :D

    Itu perginya di bulan Oktober ini mbak pas musim kemarau?

    ReplyDelete
  2. rasanya kayak pengen nyebur kesana...
    ademnyaaa ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa..

      saya pengen kesana lagi karena belum sempat nyebur..

      Delete
  3. airnya bening bangeeeet......dan foto slow speednya keyeeeen :)...cheers..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bening dan dinginnya itu lohh.. nyess nya sampai kesini *tunjuk dada*

      Delete
  4. Wah Curug ini saya lewati waktu itu, karena tujuan saya mengunjungi wisata curug hordeng next trip dh menuju Curug barong nya.

    ReplyDelete

Post a Comment