Skip to main content

(REVIEW) MENCICIPI ANEKA JEJAMURAN

Jamur, salah satu tumbuhan liar yang mudah ditemui, dari tengah kota hingga tengah hutan, namun paling sulit dibedakan antara yang beracun dan bisa dimakan. Beberapa jenisnya terkenal sangat beracun, namun beberapa diantaranya juga terkenal punya khasiat menyembuhkan yang luar biasa.

Kali ini saya akan mencoba mencicipi berbagai jenis jamur yang tentu saja aman dimakan di restoran Jejamuran. Resto ini cukup terkenal di seputaran Yogyakarta, meski lokasinya agak sedikit di pinggiran kota. Tepatnya di jalan Magelang KM 10, daerah Niron, kecamatan Pandowoharjo, kabupaten Sleman. Konsep resto ini memadukan antara budidaya jamur, konsultasi mengenai jamur dan tentu saja hidangan dengan bahan utama jamur.

Saat tiba di resto ini suasananya cukup ramai. Di bagian dalam restoran ini terdapat beberapa contoh display jamur yang digunakan pada menu masakan di restoran ini. Beberapa diantara adalah jamur merang, jamur portabella, jamur kancing, dan jamur yang didaulat punya efek menyembuhkan luar biasa, si jamur lingzhi.
Display jamur di restoran Jejamuran
jamur lingzhi
Jamur tiram merah
Jamur merang
Tadinya sih rencananya saya mau tanya-tanya nih soal jamur, sekalian mau konsultasi begitu. Namun setelah celingak-celinguk sekitar 10 menit saya tidak menemukan seseorang yang bisa menjelaskan kepada saya soal para jamur-jamur ini. Ya sudahlah. Mari kita duduk dan memesan makanan. Setelah mendapatkan meja yang kosong dan melihat-lihat menu, saya adik saya pun memesan 3 jenis masakan yaitu jamur bakar pedas, jamur crispy portabella dan tongseng jamur.

Menu pertama jamur bakar pedas ini saya pilih karena memang saya hobi makan bakar-bakaran dan pedas. 1 porsi jamur bakar pedas ini seharga Rp.9.091. Melihat harganya yang punya angka ganjil begitu sih saya cuma mikir pasti ada tambahan PPN nya lah..
Jamur bakar pedas
Rasanya cukup enak menurut saya. Kenapa hanya cukup enak? bukan enak banget? Hmm.. meski ada tambahan bumbu lainnya yang pas enaknya, sayangnya rasa pedasnya terlalu dominan sehingga menutupi rasa asli dari bumbu dan jamur itu sendiri. *lagi sok jadi kritikus makanan* hehehe..

Menu kedua adalah jamur crispy portabella seharga Rp.10.000/porsinya. Saya dari dulu memang suka jamur goreng, tapi saya belum pernah cicipi jamur portabella ini. Pas kunyahan jamur crispy portabella yang pertama akhirnya saya tahu rasanya jamur portabella itu sedikit mirip sama jamur kancing cuma lebih sedikit alot. Tapi rasanya sih enak pake banget deh!
jamur crispy portabella
Jamur portabela
Jamur kancing
Menu ketiga adalah tongseng jamur. Sebenarnya ini pesanan adik saya. Sejujurnya, kalau pesan buat diri sendiri sih menu tongseng pasti akan saya lewatkan karena memang saya kurang suka dengan menu satu ini, apalagi kalau pakai daging kambing. *Siap-siap dikeroyok sama fans tongseng kambing*
Tongseng jamur
Namun secara menu masakan seharga Rp.8.182/porsi ini sudah tersaji di depan mata ya dicoba sajalah sesendok dua sendok. Rasanya sih cukup enak sih, cuma ya itu, secara saya memang bukan fans makanan tongseng ya suapan ke mulut berhenti di sendok kedua.


Menurut saya pribadi, makanan disini berada di level cukup enak hingga enak banget. Namun sayangnya buat saya porsinya terlalu kecil atau sedikit, secara saya memang makannya banyak. 3 porsi berdua itu cuma memenuhi tidak sampai 2/3 kapasitas lambung saya. Hehehe.. Namun overall restoran ini tetap layak untuk didatangi kok. (EKW)

Comments

  1. Aaak... saya pernah kesini mbak... sate jamur sama es teh mint nya enaak...
    jadi kangen jogja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, emang banyak yang rekomendasikan sate jamur tapi belum sempat mencicipi,

      mungkin kalau lainkali ke jogja menu itu pasti bakalan saya coba deh,,

      Delete

Post a Comment