Wednesday, May 15, 2013

MISTERI CINLOK DI UJUNG KULON

"Hayo.. ngaku! siapa yang cinlok habis dari ujung kulon?" tutur salah satu teman saya saat kita berkumpul kembali di foodcourt Plaza Semanggi untuk saling bertukar foto-foto perjalanan kami beberapa hari yang lalu di Taman Nasional yang terletak di ujung paling barat pulau Jawa.

Ketemuan di Foodcourt Plaza Semanggi
demi foto narsis masing-masing
Hahahaha.. 

Candaan dan memori pun mulai flashback ke hari sabtu dan minggu pada awal mei 2013 ketika kita memulai perjalanan menyeberang dari daerah Sumur ke pulau Peucang. Saya, Irma dan 15 orang lainnya yang belum saling mengenal dengan baik satu sama lain ini pun memulai perjalanan. 


Berpose sebelum menyeberang ke pulau Peucang

Meski sebelumnya kita sudah saling berkenalan sebelumnya di Slipi Jaya, tempat meeting point, sejujurnya saya cuma ingat setidaknya nama 3 orang, selebihnya saya mesti menunggu jika ada orang lain yang memanggil nama dia baru bisa saya ajakin ngobrol. Hehehe.. 


Sesampainya di pulau Peucang, hal pertama yang dilakukan adalah.. Foto-Foto.. Hahaha.. Bukannya bermaksud untuk narsis tapi dengan pemandangan pasir putih, air laut yang jernih, rusa berkeliaran di sekitar barak, bagaimana bisa untuk tidak narsis euy.. Tetapi saya perhatikan makhluk yang paling narsis di grup ini adalah Yuli, sang Mami. 


Kenapa dia saya panggil mami? Karena dialah acara trip ini bisa terlaksana. Selain itu orangnya super hiperaktif banget, mirip mami-mami yang ada di sinetron Indonesia. *sinetron apa ya? perasaan saya tidak pernah nonton sinetron deehh..*

Dermaga pulau Peucang

pantai pulau peucang yang bersih dan jernih

Snorkling di bagian samping pulau ini merupakan yang paling menyenangkan buat saya. Soalnya terakhir kali saya snorkeling itu waktu ke Gili Trawangan, Lombok, hampir 2 tahun yang lalu. Jadinya kangeeennn.. banget sama suasana laut yang bersih dan tenang seperti ini. 

Sunrise di pulau Peucang
pagi hari di pulau Peucang

Berenang bolak-balik sambil mengagumi para penghuni lautan yang lucu-lucu dan imut tanpa terasa betis kiri saya kram saudara-saudara.. Halah.. Akhirnya mau tidak mau saya terpaksa berhenti dulu dan mendapat bantuan pertolongan dari Irma dan Kharis untuk mengurangi sakit di betis. Ternyata setelah beristirahat, baru ketahuan yang menderita kram bukan cuma saya, ada setidaknya 4 orang yang juga kram gara-gara kelamaan berenang dan snorkling. 


Sore harinya kita semua menuju karang Copong, lokasi yang ditempuh sekitar 1 jam dan berada di belakang pulau Peucang. Disini kita bisa menikmati sunset dan kumpulan bebatuan karang yang tegak berdiri. Disini kita puas-puasin foto-foto dengan sunset dengan berbagai macam gaya.

Sunset di Karang Copong

menikmati sunset 
salah satu bagian Karang Copong

Keesokan harinya kita semua menyeberang menuju Taman Nasional Ujung Kulon untuk melihat kawanan banteng. Sialnya, kita datangnya agak kesiangan jadi tuh para banteng sudah masuk kembali ke dalam hutan. Yah.. Penonton kecewa saudara-saudara. Tapi teteup prosesi pemotretan jalan terus lahh. Hohohoho..


Selanjutnya kita harus menyeberang kembali, lalu dilanjutkan dengan trekking selama 30 menit melewati dan membelah hutan demi menuju ke sebuah tempat bernama Tanjung Layar. Disini merupakan daerah pantai yang memiliki batu karang yang menjulang tinggi. kalau dilihat-lihat sih cocok lah buat orang-orang yang punya hobi manjat-manjat macam cicak-cicak di dinding. 

Tanjung Layar
Cinlok dengan pulau ini

Dengan pemandangan yang spektakuler seperti itu ya bagaimana mungkin tidak tercipta cinta lokasi disini. Jadi, Ya.. saya memang cinlok di Ujung Kulon, dengan keasrian dan keindahan alamnya, dari yang berada diatas tanah dan air hingga dibawah air. Saya ingin sekali berkunjung kembali ke tempat ini lagi suatu saat. Dengan siapa? Biarkan itu menjadi misteri buat saya dan kawan-kawan saya yang sedang kepo. Hahahahaha.. (EKW)


Siap-siap pulang

9 comments:

  1. subhanallah, perjalanan yang mengasyikkan ..dan panorama sunrise serta sunsetnya itu sungguh luarbiasa indahnya... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih..
      pemandangannya memang luar biasa indah.. sampai2 tidak ingin beranjak dari sana.. :)

      Delete
  2. terimakasih telah mengindah-indahkan :D "misteri cinlok di ujung kulon" judul yg menarik :D. setuju jika pulau peucang menjadi pantai perawan ujung kulon? :D
    http://ujungkulonwild.com/pulau-peucang-pulau-peraawan-di-ujung-kulon/

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak diindah-indahkan juga memang sudah indah kok.. Peucang memang pantai perawan yang menawan..

      judul memang harus menarik dan provokatif kan.. hehehe..

      Delete
  3. Jadikangen ujung kulon, dan saya mmg cinlok juga ama UK ini sampai 3x datang kesana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo kita kesana lg..

      pengen nyebur di laut yang super jernih itu.. pengen main2 sama rusa, monyet dan babi hutannya..

      btw aniwei, salam kenal ya..

      Delete
  4. cakep pulau peucangnya :D ini yang deket sama ujung kulon kan? mumpung skarang dah di jakarta, pasti di schedule buat pulau ini ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. tapi klo kesana sebaiknya bareng2 deh, soalnya harga sewa kapalnya 2,2 juta (gak bisa nego, ini harga sebelum bbm naik)

      kalo bareng-bareng kan bisa patungan..

      Delete

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...