Wednesday, January 20, 2016

MENDADAK PANIK DI PUNCAK GALAU

Seperti kebiasaan saya pada umunya, kalau diajakin ke sebuah tempat baru, terutama yang masih bisa dijangkau dengan durasi sehari semalam, jawaban iya sudah pasti akan segera meluncur dari mulut saya. Begitu pula saat diajakin ngetrip *sebenarnya buat belajar fotografi sih* oleh klub fotografi Backpacker Jakarta ke sebuah gunung di Bogor pun langsung disambar tanpa mikir. *jadi impulsif traveler nih lama-lama*. Kali ini tujuannya adalah Gunung Kapur Ciampea yang konon katanya jalur pendakiannya hampir sama dengan gunung Munara di daerah  Rumpin. Dan secara kita akan mengejar sunrise, berangkat tengah malam pun dijabanin.
Perjalanan Jakarta - Bogor cuma memakan waktu 1 jam menuju ke arah jalan raya Cibungbulan. Gunung Kapur Ciampea ini ternyata sudah punya pos pendakian jadi semua harus mendaftar di basecamp. Retribusinya pun cukup murah, cuma Rp.5.000 per orang.

Wednesday, January 13, 2016

(FOTO) UNIKNYA LOBBY HOTEL TRANSIT LUBUK LINGGAU

Sebenarnya dari luar hotel ini biasa saja. Tapi begitu masuk ke dalam lobbynya, saya terpesona dengan desain interiornya yang sangat artisitik. Bahkan pemiliknya dengan pede-nya memajang foto-foto keluarga dan koleksi barang antik di lobby dan ruang makannya. Ini beberapa foto saat saya mengunjunginya untuk kedua kalinya. 

PS. desain kamarnya biasa saja jadi tidak saya pajang fotonya. hehehehe.. (EKW) 

Lobby Hotel 

Wednesday, December 23, 2015

IRONI DI BATAS SENJA

Entah berapa folder foto yang saat ini saya miliki pasti hampir semuanya berisi foto berwarna jingga dari turun atau terbitnya sang surya. Entah berapa puluh angle yang saya gunakan demi hasil foto sunset dan sunrise yang lain dari biasanya, bukan hanya sekedar bulatan berwarna jingga di batas horison.

Hingga suatu ketika, saya terduduk diam di sudut pantai pulau Air, Kepulauan Seribu. Menggenggam kamera di pangkauan sambil menatap mentari yang perlahan turun ke peraduan. Saya benar-benar tidak mempedulikan teriakan teman-teman saya saat itu yang berkata "Endah, foto! Sunsetnya lagi keren tuh". Entah mengapa, Saat itu saya sedang berada di titik jenuh. Saya tak mau lagi merekam gambar lewat mata kamera. Saya hanya ingin merekam warna sang senja kali ini lewat mata dan hati saya.

Wednesday, December 16, 2015

NYASAR DI MALL KUALA LUMPUR

Hampir semua teman dekat saya tahu bahwa kalau saya masuk mall pasti nyasar. Cuma beberapa mall yang bisa saya masuki tanpa kesasar seperti Margo City dan Cilandak Town Square karena cuma punya 2 atau 3 lantai dan area depan dan belakang. Mall sekelas ITC Cempaka Putih, Thamrin City, apalagi Mall of Indonesia pasti saya butuh waktu setidaknya 20 menit untuk menemukan pintu keluar yang sama ketika saya masuk.

Demikian juga saat pertama kali ke Kuala Lumpur. Tanpa bekal peta apapun, saya tidak tahu kalau yang namanya KL sentral itu terintegrasi dengan mall NU sentral. Akibatnya, buat keluar dari tempat turun bus menuju ke area hostel yang berada tepat depan mall saja saya berputar-putar sampai hampir 1 jam dan keluar di pintu yang salah beberapa kali. Tiap kali keluar pintu ketemunya gedung-gedung pencakar langit melulu. Ehh itu ruko-ruko yang banyak penginapan dan cafe dimana ya?! *garuk-garuk kepala sambil sok sibuk mainin hape padahal tidak ada sinyal wifi yang nyambung juga* *jedotin kepala ke tembok*

Wednesday, November 18, 2015

SEDAP GURIH KAPAU UNI LIS

Main-main ke Sumatera Barat, terutama kota Bukittinggi rasanya kurang sempurna kalau tidak mencicipi nasi kapau. Namun mencari nasi kapau yang benar-benar enak, enak di lidah dan enak di kantong memang tidak mudah. "Saya pernah makan di nasi kapau Bukittingi dan pas bayar kena 'tembak' 60 ribu dong ndah. Mana rasanya biasa aja lagi. Hadeuhh" keluh seorang teman saat menceritakan pengalamannya di Bukittinggi. Makanya saat supir mengajak makan nasi kapau, saya bersikap 'antara mau dan tidak mau tapi terserah deh soalnya saya lapar' Wkwkwkwk..

Wednesday, November 4, 2015

ZONK DI FORT DE COCK

Mendengar ada bangunan bersejarah di Bukittinggi berupa benteng, saya langsung antusias. Apalagi supir sempat bilang kita sudah melewati wilayah benteng itu beberapa kali dalam sehari bikin saya tambah penasaran. "Letaknya diatas bukit itu tuh, ketutupan sama pepohonan" jelas pak sopir saat kami melewatinya untuk kesekian kalinya hari itu. *mana.. mana.. mana bentengnya* *kemal = kepo maksimal*.


"Ngapain kesana? emang harus ada gambar benteng?" tanya team leader saat saya bilang mau kesana. "Iya, kan butuh gambar icon kota. Bukittinggi selain Jam Gadang, benteng itu termasuk dalam icon kota ini kan?!" nyari-nyari alasan sambil melemparkan senyuman penuh arti ke sopir dan disambut dengan anggukan. "Ohh.. yaudah, kamu sama fotografer kesana, saya dan penulis ketemu kepala dinas kebersihan kota dulu ya, nanti kita nyusul kesana" Yes! Kita ke benteng *sorak-sorai bergembira*

Popular Posts

Follow Me on