Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Wednesday, September 9, 2020

MENJAJAL KOPI KEKINIAN DI KOTA PATI

Mau caffee latte, cappucino atau espresso? Buat penduduk pinggiran kota tidak perlu repot harus ke kota besar lagi bila sekadar ingin ngopi kekinian. Di kota kecil Pati, contohnya, selama hampir 3 tahun tinggal di sini, sudah banyak cafe dan gerai kopi kekinian dengan konsep instagramable yang muncul hampir setiap bulannya.

Meski saya punya cafe tongkrongan favorit di Pati, kadang-kala bila jenuh saya suka melipir dan mencoba beberapa kopi kekinian yang muncul satu demi satu ini.

Baca Juga : Brotherhood, Cafe Cozy di Kota Pati

Oh ya, secara saya bukan penggemar kopi hitam, maka di kedai kopi kekinian ini saya biasanya akan membeli kopi dengan campuran susu dan gula atau gula aren atau sejenis caffe latte. Pokoknya kopi plus susu deh. Berikut ini beberapa kedai kopi kekinian di Pati yang telah saya cicipi.

Wednesday, November 14, 2018

MENYAPA SENJA DI BONTANG KUALA DENGAN SEPORSI GAMI BAWIS

Siapa yang disini yang suka menikmati senja atau matahari terbenam? Bagaimana jika senja itu dinikmati di sebuah desa nelayan yang terletak di tepian muara sungai? Tentu saja akan jadi pengalaman indah yang tak akan terlupakan. Hal inilah yang saya nikmati ketika mengunjungi kota Bontang di Kalimantan Timur.
Gerbang kota Bontang, Kalimantan Timur
Bontang merupakan kota yang terletak sekitar 5-6 jam dari kota Balikpapan, 2-3 jam dari kota Samarinda atau sekitar 120 kilometer dari kota Samarinda. Perjalanan menuju kota industri ini pun akan menempuh jalan yang berkelok-kelok menyusuri hutan dan perkebunan di sepanjang pesisir Kalimantan Timur. Meski kunjungan tugas negara kala itu cukup singkat di kota Bontang, namun saya berkesempatan menyaksikan perayaan ulang tahun kota ini di tahun 2013 lalu, menikmati sunset di sebuah kampung air atau kampung nelayan Bontang Kuala, dan mencicipi kuliner khasnya yang bikin lidah bergoyang.

Baca Juga : Meriahnya Bontang City Carnival

Sebenarnya, selama tugas negara disana, karena waktu yang terlalu mepet, saya serasa banget diburu-buru waktu. Baru mau mengambil gambar beberapa menit, sudah diajakin pindah lokasi. Saya sampai sempat uring-uringan seharian. Untuk menenangkan diri, saya meminta untuk mengambil gambar timelapse matahari terbenam di sebuah tempat dengan alasan stok footage. Maka ditunjukkan Bontang Kuala karena desa nelayan ini merupakan salah satu desa wisata kampung air yang terkenal di kota Bontang.

Wednesday, September 5, 2018

MENCICIPI KULINER JAGUNG BOSE DI OELBITENO, NTT

Salah satu keuntungan menjadi jurnalis adalah saya punya beberapa kesempatan mengunjungi daerah atau desa yang bukan merupakan tujuan wisata. Beberapa desa yang letaknya jauh dari perkotaan dan memang tidak memiliki objek wisata, namun punya kesan tersendiri saat bertamu dan bercengkerama dengan penduduknya.

Saat berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, saya berkesempatan mengunjungi sebuah desa bernama Oelbiteno. Apa yang menarik dari desa ini? Namanya unik euy. Hehehe. Terus terang kala itu saya butuh waktu agak lama untuk bisa melafalkan nama desa ini dengan benar.
Gerbang desa Oelbiteno, Nusa Tenggara Timur
Di desa ini saya bertemu dengan beberapa penduduk untuk melihat bagaimana mereka, terutama anak-anak belajar berkebun dan memanfaatkan air untuk pengairan dengan baik karena wilayah NTT termasuk daerah dengan iklim tropis hampir sepanjang tahun dan tekstur tanah yang kering dan tandus.

Wednesday, July 25, 2018

BERSANTAI DI RUMAH MANTAN

Cuaca panas-panas begini menjelajahi kota Sorong bakal lebih panas membara jika berkunjung ke rumah mantan. Eits. Mantan yang mana tuh?? Ini bukan mantan yang biasa dibuang ke laut ataupun di museumkan. Rumah Mantan ini adalah rumah makan dan cafe yang terletak di jalan Basuki Rachmat kota Sorong, Papua Barat.

Sebenarnya yang bikin saya tertarik sama rumah makan ini cuma satu, ya namanya itu, Rumah Mantan, yang mungkin beberapa orang rada horor yaa.. apalagi kalau mantannya ajaib bin rese bin rusuh. Dijamin bikin pengen jauh-jauh dari rumah mantan. Hehehehe.
Cafe Rumah Mantan

Monday, May 7, 2018

PEJUANG PEDAS GEPREK DI BUMI MINA TANI

Sejak memutuskan resign dan beralih menjadi freelancer, saya pun segera hengkang dari kota Jakarta dan balik ke kota Pati, Jawa Tengah. Selain karena biaya hidup yang lebih murah, saya juga berniat untuk kerja di rumah sembari menemani kedua orangtua. Maklum, saya sudah merantau selama 19 tahun, sejak umur 15, jauh dari orangtua.

Peralihan dari kota besar ke kota kecil tentu saja butuh banyak adaptasi. Salah satunya soal kuliner. Di kota besar meski tengah malam pun masih bisa mencari berbagai makanan yang diinginkan. Kota Pati memang punya beberapa kuliner lokal yang sudah pernah saya coba. Namun, di kota kecil ini, kalau tengah malam lapar mah paling banter makan mie instan euy. Itu juga harus sedia stok di rumah.

Baca Juga : Kulineran di Bumi Mina Tani

3 bulan pertama, saya bingung mencari makanan dengan sambal yang nampol. Maklum, di keluarga saya yang paling doyan makanan pedas. Sebenarnya di keluarga sih semuanya doyan pedas. Namun, levelnya beda-beda dan level saya lah yang paling tinggi.


Setelah beberapa bulan bengong aja di rumah, dimulai deh perjuangan mencari kuliner geprek di kota Bumi Mina Tani, kota Pati. Ini dia listnya.

Tuesday, April 24, 2018

MENYESAP NIKMATNYA SOTO BANJAR TEPIAN SUNGAI


Melancong ke Banjarmasin rasanya belum lengkap kalau belum menikmati hidangan kuliner khasnya, Soto Banjar. Sebenarnya saya ingin hunting soto banjar sendirian di kota Banjarmasin. Namun karena waktu dinas yang mepet, alhasil saya pun dibawa ke warung soto Banjar yang sudah terkenal di seantero Banjarmasin, Soto Banjar Bang Amat.
Soto Banjar Tepian sungai Martapura, 
Warung soto Bang Amat ini terletak di tepian sungai Martapura. Sembari menunggu pesanan, kita akan ditemani iringan musik tradisional Panting khas Banjarmasin dan dibuai dengan semilirnya angin di tepi sungai.

Oh ya, karena terletak di pinggir sungai, warung soto ini bisa dijangkau lewat jalur darat dan jalur sungai lho. Biasanya pengunjung yang baru pulang dari pasar terapung Lok Baintan selalu menyempatkan diri singgah di warung ini.

Wednesday, July 13, 2016

KULINERAN DI BUMI MINA TANI

Saya cuma bisa pulang setahun sekali, setiap Idul Fitri atau Idul Adha ke kota Pati. Saya memang pernah tinggal 3 tahun lebih sedikit di kota dengan julukan Bumi Mina Tani ini untuk  bersekolah di bangku SMA. Usai orangtua saya pensiun, mereka pun pindah dan menetap di kota ini untuk menikmati hari tuanya disini. Itu sebabnya yang tadinya saya pulang kampung ke Sorong, Papua Barat, namun sejak tahun 2011 mudik saya berubah haluan ke kota Pati.

Tiap pulang ke Pati, saya selalu mendadak galau. Galau antara mau tiap hari makan masakan ibu (namanya anak peratauan pasti hal utama yang dirindukan adalah masakan ibu) atau mau berkeliaran di luar rumah mencicipi makanan khas daerah Pati. Untungnya daya tampung perut saya oke, jadi ya dua-duanya saja saya jabanin. Hahahaha.

Berikut ini beberapa kuliner di kota Pati, Bumi Mina Tani yang telah saya sambangi dan menjadi favorit saya tiap kali mudik.

Wednesday, April 6, 2016

PAPEDA DALAM KETENANGAN SENTANI

Meski banyak huru-hara menyambut tugas negara ke Jayapura, saya akhirnya bisa meluangkan waktu untuk sejenak berada di tepi danau Sentani, Kabupaten Jayapura untuk sekedar duduk dan menikmati indahnya pemandangan di salah satu danau terbesar di Indonesia ini. Dengan luas areal mencapai 9360 hektar, setiap sudut danau Sentani bisa dinikmati dengan cara yang berbeda. Kali ini saya memilih untuk menikmatinya dengan sambil mencicipi kembali makanan khas Papua, Papeda!
Pernah tinggal di kota Sorong, Papua Barat selama 15 tahun membuat saya sudah terbiasa menikmati Papeda karena kadangkala Ibu saya suka memasak Papeda sendiri di rumah, terutama jika ada tamu dari luar kota yang datang. Namun terakhir kali saya mencicipi makanan ini hampir 10 tahun yang lalu, sekitar tahun 2007. Makanya begitu sampai di Jayapura, saya langsung minta ditemani ke restoran Yougwa di tepi danau Sentani untuk mencicipi kembali kuliner khas Papua ini.

Wednesday, November 18, 2015

SEDAP GURIH KAPAU UNI LIS

Main-main ke Sumatera Barat, terutama kota Bukittinggi rasanya kurang sempurna kalau tidak mencicipi nasi kapau. Namun mencari nasi kapau yang benar-benar enak, enak di lidah dan enak di kantong memang tidak mudah. "Saya pernah makan di nasi kapau Bukittingi dan pas bayar kena 'tembak' 60 ribu dong ndah. Mana rasanya biasa aja lagi. Hadeuhh" keluh seorang teman saat menceritakan pengalamannya di Bukittinggi. Makanya saat supir mengajak makan nasi kapau, saya bersikap 'antara mau dan tidak mau tapi terserah deh soalnya saya lapar' Wkwkwkwk..

Wednesday, May 27, 2015

MENYESAP NIKMATNYA PINDANG RUPIT KHAS LUBUK LINGGAU

Berkunjung ke suatu daerah untuk pertama kalinya seperti biasanya kuliner lokal selalu menjadi incaran utama. Begitu pula saat mendatangi kota Lubuk Linggau di Sumatera Selatan untuk dinas kantor. Di kota seluas 400an kilometer persegi ini sebenarnya saya mencicipi beberapa makanan, Beberapa teman biasanya menyebut pempek juga merupakan salah satu makanan khas kota ini. Hmm.. Kalau pempek sih di Jakarta juga ada. Masakan khas lainnya ada tidak?!
Pindang 
Tentu saja ada. Saya pun kemudian diperkenalkan dengan hidangan bernama Pindang Rupit. Hmm Seperti apa sih hidangan pindang khas daerah ini? Saya pun dibawa ke rumah makan di Jalan Lintas Tengah Linggau Bengkulu, tepatnya di samping kantor Bupati Lubuk Linggau. "Sebenernya hidangan ini khas daerah Musi Rawas, tapi saat ini daerah Musi Rawas sudah dilebur masuk ke dalam administratif kotamadya Lubuk Linggau" cerita Yosie Lukie Novita, pemilik Warung Nasi Yosi Pindang Rupit.

Wednesday, April 1, 2015

MENCICIPI KULINER PASAR SANTA, JAKARTA

Pasar Santa. Saya rasa hampir semua warga Jakarta pasti kenal dengan pasar yang satu ini. Dulunya ini adalah kawasan pasar tradisional pada umumnya yang bisa ditemukan di mana saja. Awalnya lantai 1 difungsikan bagi para penjahit, namun karena sepi pembeli, para penjahit pun turun dan menempati lantai dasar pasar Santa. Lantai 1 pun sempat terbengkalai dan kosong melompom. Namun sejak Agustus 2014, Lantai 1 pasar ini mulai difungsikan sebagai areal foodcourt dan mulailah geliat pasar ini kembali muncul.

Beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa orang teman menyempatkan diri untuk sekedar berkunjung, melihat-lihat dan mencicipi beberapa jenis makanan yang ada di pasar ini. Dari puluhan bahkan mungkin ratusan jenis makanan yang dijual di sini, ini adalah beberapa makanan yang mampu saya cicipi dalam waktu 3 jam kunjungan ke sana.

Monday, December 22, 2014

PEDAS DAN ASAM DI KULINER TOBASA, SUMATERA UTARA

Gerbang kabupaten Toba Samosir di Sumatera Utara
Saat akan ditugaskan pertengahan tahun 2013 untuk dinas kantor, hal pertama yang saya pikirkan saat mendengar kata Tobasa atau Toba Samosir adalah "Itu di sebelah mananya danau Toba ya? Di dalam pulau Samosir? Asyik!! saya bisa menyeberang naik kapal di danau Toba dong" sambil senyum-senyum senang. Dannn.. jawaban yang saya terima adalah: "Mau ngapain naik kapal?? Tobasa tuh di pinggiran danau, bukan di dalam pulau Samosir. Riset sana!!" *lagi keluar begonya saya* wkwkwkwk..

Sekilas mengenai Kabupaten Toba Samosir adalah salah satu dari 9 kabupaten dan kotamadya yang mengelilingi Danau Toba di Sumatera Utara. Dari bandara Kuala Namu, Medan menuju ke Tobasa menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 6-7 jam. Kabupaten yang lebih terkenal dengan nama Tobasa ini memiliki keunikan pada arsitektur bangunan tradisionalnya yang masih dapat terlihat di beberapa tempat dimana salah satunya adalah Pasar Balige dan kantor Dinas Pariwisata yang terletak di tengah kota.

Tuesday, February 25, 2014

KULINER SINGKAWANG RASA TIONGHOA YANG HALAL

Singkawang, Kalimantan Barat

Kota ini terkenal sebagai kota 1000 Kelenteng dan juga kota amoy karena banyaknya etnis china yang bermukim disini. Selain sibuk keliling-keliling di kota ini, saya dan kawan-kawan juga berkesempatan mencicipi berbagai menu khas kota Singkawang.

Thursday, December 26, 2013

(REVIEW) MENCICIPI ANEKA JEJAMURAN

Jamur, salah satu tumbuhan liar yang mudah ditemui, dari tengah kota hingga tengah hutan, namun paling sulit dibedakan antara yang beracun dan bisa dimakan. Beberapa jenisnya terkenal sangat beracun, namun beberapa diantaranya juga terkenal punya khasiat menyembuhkan yang luar biasa.

Kali ini saya akan mencoba mencicipi berbagai jenis jamur yang tentu saja aman dimakan di restoran Jejamuran. Resto ini cukup terkenal di seputaran Yogyakarta, meski lokasinya agak sedikit di pinggiran kota. Tepatnya di jalan Magelang KM 10, daerah Niron, kecamatan Pandowoharjo, kabupaten Sleman. Konsep resto ini memadukan antara budidaya jamur, konsultasi mengenai jamur dan tentu saja hidangan dengan bahan utama jamur.

Sunday, November 3, 2013

KULINER PEKANBARU RASA MINANG

Jalan-jalan ke sebuah kota yang baru rasanya kurang lengkap kalau tidak mencicipi makanan lokalnya. Itu sebabnya ketika saya berkunjung ke Pekanbaru, Riau, saya mencoba tidak memasuki warung makan seperti warteg atau warung Padang. Soalnya di Jakarta juga banyak kaleee.. hehehe..

Jam pertama menjejakkan kaki di Pekanbaru, saya disodori soto minang oleh teman saya, Indah Zuliarti. Soto kuah ini berisi bihun, daging sapi, ketupat, dan tahu goreng. Rasanya enak banget perpaduan rasa gurih dengan sedikit rasa asam dan pedas yang segar, meskipun saya tidak menambahkan perasaan jeruk nipis dan sambal.
Soto Minang

Friday, January 18, 2013

ICIP-ICIP MAKANAN DI KOTA KINABALU


Setiap mengunjungi daerah lain, saya selalu berusaha untuk mencicipi beberapa makanan rumah atau makanan khas di daerah tersebut. Beruntung saya selalu punya perut yang fleksibel ketika berpergian sehingga meski tidak makan nasi beberapa hari pun saya akan baik-baik saja. Paling sakit perutnya setelah pulang kembali ke rumah. Hehehehe…

Selama saya berkunjung ke Kota Kinabalu (KK), Malaysia, saya juga berkesempatan mencicipi beberapa makanannya. Menurut saya beberapa masakannya mirip kok sama Indonesia, hanya mungkin sedikit berbeda bumbu dengan di Indonesia.

Sunday, November 25, 2012

TELOR DADAR ATAU TELOR CEPLOK?

Saya suka telur dadar dengan segala macam tambahannya seperti bawang, tomat dan cabe. Tapi saya juga suka telur ceplok setengah matang. Hasil iseng di dapur menghasilkan kombinasi dari kedua jenis masakan telor ini.


Wednesday, June 27, 2012

(REVIEW) BAMBOO DIMSUM: MAKAN DIMSUM SEPUASNYA

Hari Selasa siang (26 Juni) saya mendapat sms dan 5 kali misscalled dari seorang teman, Eny Pujiastuti. Niat amat yah menghubungi saya.. hehehe...


Dimsum goreng
Dia mengajak saya untuk mencicipi satu restoran baru di Jakan Margonda, Depok. Namanya Bamboo Dimsum. Katanya sih makan sepuasnya hanya dengan membayar Rp.43.000,-. 

Sebenarnya nih yaa.. mendengar kata dimsum saya jadi sedikit malas, soalnya saya bukan penggemar makanan cina karena biasanya agak asin. Saya lebih suka makanan Jepang. Namun mempertimbangkan saya sudah jarang bertemu dengan teman saya yang satu ini, jadi saya pun mengiyakan tawarannya.

Popular Posts

Follow Me on