Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

Tuesday, January 22, 2019

5 WISATA CURUG DI BOGOR

Sebagai salah satu kota penyangga ibukota Jakarta, Bogor punya banyak destinasi wisata yang menarik dan masih tersembunyi. Jaraknya yang hanya 1 jam dari kota Jakarta pun membuat Bogor menjadi destinasi weekend escape bagi warga Jakarta.

Saya pun saat jenuh pasti akan 'melarikan diri’ sejenak ke kota hujan ini dan menikmati alamnya yang asri dan masih alami. Salah satu tujuan wisata di Bogor adalah Curug atau air terjun. Hal ini dikarenakan Bogor dikelilingi beberapa taman nasional atau gunung sehingga banyak curug-curug yang bisa dikunjungi. Berikut ini 5 wisata curug di Bogor yang pernah saya kunjungi.

1. Curug Barong dan Curug Lewihejo

Kedua curug ini berada di aliran sungai yang sama. Curug ini terletak di kampung Wangan Cileungsi, Karang Tengah, Babakan Madang, Sentul, Bogor. Letaknya sekitar 10 kilometer dari pusat kota Bogor atau sekitar 20 hingga 45 menit berkendara.

Baca Juga : Gigit Jari di Keimutan Curug Barong dan Curug Lewihejo
Curug Barong, Bogor

Thursday, February 22, 2018

5 AIR TERJUN CANTIK DI GEOPARK CILETUH

Taman bumi atau Geopark Ciletuh sudah sejak 2 tahun terakhir menjadi primadona tujuan wisata baru di Sukabumi, Jawa Barat. Memiliki areal seluas 1.261 kilometer persegi dan mencakup 8 kecamatan, Geopark Ciletuh telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional yang diakui oleh UNESCO pada tahun 2015. Berjarak hanya sekitar 7-8 jam berkendara, tidaklah heran kalau setiap akhir pekan wilayah Ciletuh dipadati oleh pengunjung.
Akhirnya ke Geopark Ciletuh juga di Sukabumi, Jawa Barat. 
Saya dan teman-teman sebenarnya telah merencanakan trip ke taman bumi Ciletuh ini sejak tahun 2015, sejak Ciletuh mulai naik daun dan terdengar di beberapa grup whatsapp traveling. Namun, karena kesibukan masing-masing dan trip-trip mendadak lainnya yang datang bertubi-tubi, barulah pada bulan Februari 2018 bisa terlaksana juga trip ke Ciletuh ini. Lama aja ya rencananya sampai 3 tahun. hahaha.

Selama 2 hari 1 malam disana, saya dan 17 orang teman pun sibuk hunting foto di beberapa curug atau air terjun yang berada di kawasan Ciletuh. Sebenarnya masih banyak air terjun lainnya yang bisa didatangi mengingat kawasan taman bumi Ciletuh ini berbentuk perbukitan yang memiliki banyak patahan tebing dan sungai. Namun dalam tempo 2 hari 1 malam, berikut ini 5 air terjun yang bisa saya datangi.

Wednesday, December 14, 2016

MENYAPA PAGI DI ALESANO

Perjalanan menuju ke Alesano di daerah Cigombong, Bogor, Jawa Barat terpaksa dimulai sore hari dengan sepeda motor dari kawasan Semanggi. Saya telat dan langsung kena semprot omelan sama teman saya, mas Adhie. "Kita kan ngejar waktu supaya sebelum magrib bisa sampai sana, ndah. Jalan jam segini mau sampai sana jam berapa nih". Dan saya cuma nyengir garing sambil mengenakan helm. Hihihi. Maaf ya. Khilaf tadi abis ditraktir teman.

Namun ada untungnya juga sih jalan agak sorean, karena hujan yang mengguyur Bogor sejak siang sudah reda saat kami melintasinya sore itu. Namun yah itu, kita jadi kemalaman sampai di areal Cigombong. Ditambah perjalanan dari desa setempat menuju camping ground yang mendadak turun kabut tebal meski tanpa hujan. Beruntung salah seorang pengelola berpapasan dengan kami saat menuju area camping ground sehingga kami tidak perlu pakai acara nyasar di antah berantah kampung orang ini.

Malam itu lebih banyak saya habiskan dalam tenda bersamaan dengan tebalnya kabut, angin kencang dan rintik hujan. Niat menikmati cahaya kota di malam hari pun pupus. Setiap kali membuka tenda, hanya angin dingin yang menusuk dan menampar wajah dengan keras yang menyapa. Cahaya di kejauhan itu hanya bisa dinikmati beberapa saat sebelum kabut kembali menyelimutinya. Ahh sudahlah.

Wednesday, March 16, 2016

MELEPAS RINDU DI CIKURAY

Sejak awal 2014, saya tak lagi menapakkan kaki di dinginnya hutan dan tingginya gunung. Trauma akibat pendakian di gunung Salak yang membawa pergi salah satu teman membuat saya kini lebih banyak menghabiskan waktu di pantai, pulau dan laut. Terkadang ada rasa ingin kembali berpetualang ke ketinggian yang menjulang di kejauhan. Namun, rasa takut selalu menyurutkan langkah untuk kesana. Berkali-kali tawaran menapakkan kaki di ketinggian itu saya tolak. Kalaupun ada, hanya gunung-gunung standar yg bisa didaki dalam hitungan 2-3 jam. Lebih dari 5 jam?! Sudah pasti hanya.gelengan kepala lirih yang bisa saya berikan. Bahkan tawaran ke gunung Gede yang sudah berkali-kali saya sambangi pun tetap saya tolak.
view gunung Cikuray sebelum pos pemancar
Hingga suatu saat teman menawarkan untuk mendaki puncak Cikuray. Saya masih meragu, namun tak ada gelengan kepala kali ini. Hanya senyuman dan kalimat "masih tentatif tapi Insya Allah ya" yang bisa terucap dengan gemuruh di dada yang memburu. Masih sanggupkah saya?! Masih takutkah saya?! Bagaimana jika hal itu terulang kembali?! Ahh.. tak sadar bulir-bulir airmata menetes di sudut mata.

Wednesday, March 9, 2016

TAK JADI ARGOPURO, ARGAPURA PUN JADI


Entah sudah kesekian kali berapa saya diajak naik ke gunung Argopuro, namun untuk kesekian kali pun selalu batal. Yang terakhir kali malah terpaksa saya batalin kurang dari 24 jam dari jam keberangkatan kereta karena tugas mendadak di luar kota. Huft! *derita jurnalis yang sering tugas dadakan luar kota*

Hingga suatu saat saya diajak teman untuk ikutan survey ke kebun bawang di Argapura, saya langsung mengernyitkan dahi. Emang di gunung Argopuro ada kebun bawang ya? *Tanya siapa* Ternyata yang dia maksud adalah kecamatan Argapura di kota Majalengka, Jawa Barat, bukan gunung Argopuro di Jawa Timur. Oalah! Beda kota beda provinsi toh.

Wednesday, January 20, 2016

MENDADAK PANIK DI PUNCAK GALAU

Seperti kebiasaan saya pada umunya, kalau diajakin ke sebuah tempat baru, terutama yang masih bisa dijangkau dengan durasi sehari semalam, jawaban iya sudah pasti akan segera meluncur dari mulut saya. Begitu pula saat diajakin ngetrip *sebenarnya buat belajar fotografi sih* oleh klub fotografi Backpacker Jakarta ke sebuah gunung di Bogor pun langsung disambar tanpa mikir. *jadi impulsif traveler nih lama-lama*. Kali ini tujuannya adalah Gunung Kapur Ciampea yang konon katanya jalur pendakiannya hampir sama dengan gunung Munara di daerah  Rumpin. Dan secara kita akan mengejar sunrise, berangkat tengah malam pun dijabanin.
Perjalanan Jakarta - Bogor cuma memakan waktu 1 jam menuju ke arah jalan raya Cibungbulan. Gunung Kapur Ciampea ini ternyata sudah punya pos pendakian jadi semua harus mendaftar di basecamp. Retribusinya pun cukup murah, cuma Rp.5.000 per orang.

Wednesday, July 22, 2015

MELIHAT SISI LAIN TEBING KARATON


Mendapatkan tawaran megunjungi salah satu tempat yang lagi happening di Bandung ini tentu saja tidak saya sia-siakan. Tebing Karaton. Wilayahnya merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Juanda, Dago Atas, Bandung, Jawa Barat. Jadi, tiket masuknya sudah sepaket dengan biaya masuk Taman Hutan Juanda, Goa Jepang dan Goa Belanda. 

Begitu memasuki wilayah Tebing Karaton ini saya sedikit terkejut dengan banyaknya orang yang telah berada disana, terlalu padat malah untuk ukuran tebing sekecil itu. Itu sebabnya setelah mengambil beberapa foto di sekitar Tebing Karaton, saya memilih untuk berjalan menuju areal lain yang tidak terlalu ramai. Disini saya bisa melihat sisi lain Tebing Karaton dari kejauhan dan memotret beberapa sudut.

Wednesday, June 24, 2015

NGERI-NGERI SEDAP MENDAKI GUNUNG BATU


Ajakan ke gunung Batu di daerah Jonggol ini sebenarnya datang hampir seminggu sebelumnya. Namun berhubung cara menuju kesana dengan touring menggunakan motor dan hingga h-1 tidak ada motor yang bisa ditebengin, saya sih sudah membuang jauh-jauh niat kesana, meski penasaran.

Namun, namanya rejeki mau traveling mah emang tidak akan kemana deh, jam 5 pagi, usai sholat subuh, sebuah pesan whatsapp muncul menawarkan apakah masih niat ikut ke gunung Batu dari seorang teman, Mas Adhie karena tebengannya batal ikut. Tentu saja jawabannya IYA! *loncat-loncat kegirangan* Janjian jam 8 pagi di daerah Tebet, meluncurlah 3 motor dan 6 orang menuju ke kawasan Jonggol, Jawa Barat.

3 jam berkendara melewati jalan-jalan, perumahan, pedesaan hingga persawahan, sampailah juga di kampung Gunung Batu 1, desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Bogor yang terletak persis di bawah Gunung Batu. Awalnya pas mendengar kata Gunung Batu, saya pikir cuma namanya saja begitu, ternyata gunung ini beneran terbuat dari batu, bahkan lebih mirip tebing daripada gunung. Saya sampai bingung bagaimana cara sampai di puncaknya, mendaki lewat mana? Manjat? Kagak bawa peralatan manjat!

Wednesday, June 10, 2015

NANJAK CANTIK DI KEBUN YANG MENINGGI

Saat diajak nanjak ke gunung Munara oleh teman saya, saya sih cuma mengiyakan saja dengan alasan terbesar karena penasaran, saya belum pernah dengar nama gunung ini. Lebih penasaran lagi saat dibilang trip nanjak ke gunung di wilayah Rumpin, Bogor ini bisa berangkat pagi pulang sore, dijamin magrib sudah bisa sampai di rumah. Bahkan saat saya tanya mesti bawa logistik apa saja, teman saya cuma bilang bawa camilan dan minuman secukupnya saja. Hah?? Serius nih?? Gunung seperti apa dan setinggi apa sih Munara ini?? *Penasaran mode ON*
Puncak gunung Munara
Janjian ketemuan sama beberapa orang yang baru saya kenal di stasiun Bojong Gede membawa saya dan teman-teman baru ini menuju ke Kampung Sawah, Rumpin dengan angkot sewaan. Usai beristirahat di warung terdekat mulailah perjalanan menuju ke puncak gunung Munara. Terus terang saya tidak berekspektasi macam-macam soal gunung ini. Yang penting bisa ikut dan mengetahui seperti apa gunung munara ini.

Jalan santai melewati sungai, hutan bambu dan hutan lain-lainnya, saya bertemu dengan para pendaki lainnya, atau lebih tepatnya penduduk sekitar daerah Bogor dan Depok yang ingin sekedar menikmati keasrian alam. Kalau kata salah satu teman saat saya bertanya bagaimana jalur pendakiannya, dia cuma menjawab, ini jalur setapak biasa kok, Munara ini bukan gunung, cuma sekedar kebun penduduk yang meninggi. Heh?? Istilah macam apa itu?? Jelas-jelas tadi di bawah saya melihat puncak gunung Munara, yang ditandai dengan batu besar, itu cukup tinggi dan jauh kok.. Wow, sepertinya ada pendaki profesional nih disini.

Wednesday, June 3, 2015

PECICILAN DI STONE GARDEN

Siang-siang dan panas-panas begini memang rasanya salah pakai coat tebal main-main ke wilayah Stone Garden yang merupakan padang terbuka ini. Stone Garden, ini merupakan wilayah di Bandung Barat yang sedang menanjak kepopulerannya. Tepatnya berada di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, kecamatan Cipatat, Padalarang, Bandung Barat. Disebut sebagai stone garden karena di padang ini terdapat batu-batu besar berbagai ukuran di ketinggian sekitar 900-an mdpl dengan luas wilayah mencapai 2 hektar.

Biaya masuk ke wilayah taman bebatuan ini cukup murah, hanya Rp. 5.500/orang, itu sudah termasuk paketan ke goa Pawon di bawahnya. Sedangkan biaya parkir berkisar Rp.2.000 - Rp.5.000 tergantung kendaraannya. Oh iya, memasuki wilayah Stone garden, akan ada tambahan biaya, Rp. 3.000,-yang katanya sih semacam biaya kebersihan begitu deh.

Wednesday, October 29, 2014

GIGIT JARI DI KEIMUTAN CURUG BARONG DAN CURUG LEWIHEJO

Ketika mendengar kata curug, yang terbayang tentu saja air terjun dengan ketinggian diatas 5 meter lebih, meski aliran airnya mungkin kecil. Makanya sewaktu diajak jalan sama si Dede Ruslan saya mengiyakan karena kalau saya mengingat kembali, sebenarnya sudah lama juga tidak mengunjungi wilayah yang bersentuhan dengan curug, air terjun dan sejenisnya.

Saturday, May 31, 2014

(FOTO) KEMBALI MENGINSPIRASI DI DEPOK


Saat masih berada di Bali untuk kelas inspirasi Bali, saya mendapatkan email untuk kembali bertugas sebagai fotografer di kelas inspirasi wilayah Depok. Hmm.. tawaran yang menarik. Secara saya cukup menikmati kegiatan kelas inspirasi di Bali, maka tawaran Kelas inspirasi Depok pun saya terima.

Ternyata berdasarkan pengundian, saya mendapatkan tugas di SDN Pondok Cina 1, persis di sebelah Gramedia Margonda Depok. Itu cuma sekitar 5 kilometer dari kediaman saya saat ini yang berada di Lenteng Agung.

Sunday, November 24, 2013

AROMA MENYENGAT DI GUNUNG PAPANDAYAN

Huekks!!

Berkali-kali saya ingin muntah mencium aroma semerbak yang melayang di udara. Jalanan yang tak seberapa menanjak itu pun terasa berat. Bunyi semburan asap berwarna kuning dari sela-sela bebatuan pun tetap menyembur keluar tanpa mempedulikan para pejalan dan pendaki yang berusaha melewatinya.

Perjalanan saya ke salah satu gunung volcano teraktif yang berada di daerah Garut, Jawa Barat ini dimulai ketika ada postingan dari seorang kawan di salah satu jejaring sosial. Berhubung sebelumnya saya belum pernah mendaki ke gunung ini, meski tanggal keberangkatannya bertepatan dengan libur long weekend (29 Maret, Jumat, wafat Isa Almasih), saya tetap ingin ikut pendakian ini.

Monday, April 8, 2013

(FOTO) BANDUNG LAUTAN ONTHEL 2013

Ibukota Jawa Barat ini selalu punya dua nama alias yang keren. Parijs Van Java dan Bandung Lautan Api.

Parijs Van Java memiliki arti Parisnya pulau Jawa karena memiliki keindahan kotanya. Sedangkan julukan Bandung Lautan Api karena peristiwa pada 24 Maret 1946 dimana para pejuang kemerdekaan sengaja membakar kota Bandung agar tidak diambil alih oleh para penjajah. *membayangkan rasanya membakar satu kota itu seperti apa ya? Hmmm.. kayaknya seru.. hehehe.. *

Nah.. cukup deh masalah sejarahnya.. Akhir bulan Maret lalu saya berkunjung kembali ke kota ini dan melihat sebuah festival yang cukup unik. Namanya Bandung Lautan Onthel. Jadi dalam rangka memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, Paguyuban Sepeda Baheula Bandung (PSBB) menggelar festival sepeda jadul ini selama 2 hari, 23-24 Maret 2013. 

Sunday, December 16, 2012

TOURING KE UJUNG GENTENG, SUKABUMI

Sebenarnya acara ini sudah cukup lama, tahun 2010. Namun berhubung blog di Multiply akan ditutup, jadi tulisan ini saya masukkan di blogspot. Hitung-hitung nostalgia sama beberapa perjalanan dulu yang mungkin belum tentu bisa saya lakukan kembali. Sekarang saya coba menulis soal perjalanan saat ke Ujung Genteng, Sukabumi tanggal 1 - 3 Mei 2010...
Touring ke Ujung Genteng dengan 4 mobil
Sebenarnya ini bisa disebut acara Caterva tidak resmi, secara bikinnya dadakan dan ala kadarnya..
Bayangkan  saja.. hari sabtu malam kita mau jalan tapi belum jelas berapa orang dan mobil siapa saja yang bakal dipakai untuk mengangkut tuh orang-orang yang mau ikut. Ditambah lagi, meski mobilnya ada tapi sopirnya gak ada.. sampai-sampai saya memberikan opsi untuk mengikat gerobak di belakang mobil dan ditarik sampai ujung genteng buat mengangkut orang-orang yang tidak bisa terangkut di dalam mobil..
hehehehe...

Wednesday, June 27, 2012

(REVIEW) BAMBOO DIMSUM: MAKAN DIMSUM SEPUASNYA

Hari Selasa siang (26 Juni) saya mendapat sms dan 5 kali misscalled dari seorang teman, Eny Pujiastuti. Niat amat yah menghubungi saya.. hehehe...


Dimsum goreng
Dia mengajak saya untuk mencicipi satu restoran baru di Jakan Margonda, Depok. Namanya Bamboo Dimsum. Katanya sih makan sepuasnya hanya dengan membayar Rp.43.000,-. 

Sebenarnya nih yaa.. mendengar kata dimsum saya jadi sedikit malas, soalnya saya bukan penggemar makanan cina karena biasanya agak asin. Saya lebih suka makanan Jepang. Namun mempertimbangkan saya sudah jarang bertemu dengan teman saya yang satu ini, jadi saya pun mengiyakan tawarannya.

Popular Posts

Follow Me on