Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

(FOTO) SUATU SORE DI BONTANG KUALA

Liputan ke Bontang kali ini terus terang sempat bikin saya rada-rada spaneng. Dengan durasi video yang diminta sebanyak 45 menit dan 15 menit, saya cuma dikasih waktu 2 hari 1 malam untuk liputan. Bahkan hari terakhirnya cuma sampai jam 12 siang karena harus kembali ke Balikpapan untuk mengejar pesawat malam ke Jakarta. FYI. Bontang - Balikpapan sekitar 6-7 jam perjalanan. Namun, meski dengan manyun tingkat dewa, namun tugas tetap harus tetap dijalankan. *Singsingkan lengan baju*
Hari pertama begitu sampai langsung berkeliling di kota Bontang demi stock shot gambar sebanyak-banyaknya. Menjelang sore, saya meminta untuk mengambil stock shot gambar di suatu tempat yang bagus untuk matahari terbenam. Saya pun dibawa ke daerah Bontang Kuala. Bontang Kuala adalah pemukiman masyarakat nelayan di kota Bontang yang terkenal sebagai kampung di atas air. Bontang Kuala juga menjadi awal berdirinya kota Bontang.

MENGHAPUS SUNTUK DI KEHENINGAN SEBESI

Suntuk!! Itu selalu merupakan kata yang tepat untuk diucapkan ketika ada teman sekantor yang bertanya mau kemana dan ngapain traveling ke suatu tempat. Kata itu juga yang membuat saya terpacu untuk segera pulang kantor, packing dan langsung mencari bus ke Lampung tanpa berpikir panjang lagi. Teman di Lampung yang saya hubungi juga heran kenapa tiba-tiba saya mau ke tempatnya "Iseng aja, lagi suntuk" jawab saya singkat.
Hari itu bertepatan dengan weekend menjelang hari pertama bulan Ramadhan, tepatnya 28 juni 2014, hanya berselang 1 hari sebelum puasa di mulai. Saya sudah nongkrong di pagi buta di pelabuhan Merak, sambil menunggu kapal yang menuju ke Bakauheni. Dengan petunjuk dari teman, maka sampailah saya di pasar Kalianda, Lampung sekitar pukul 09.00.

(FOTO) MENDUNG TEDUH DANAU TOBA VIA TOBASA

Pertama kali menginjakkan kaki di provinsi Sumatera Utara, saya ditugaskan untuk meliput di daerah kabupaten Toba Samosir. Kabupaten yang memiliki luas lebih dari 2.000 kilometer persegi ini terletak 250 kilometer dari kota Medan, atau sekitar 6-7 jam perjalanan. Senang deh rasanya kalau bisa dapat liputan ke tempat-tempat yang non-mainstream, karena sudah dipastikan alamnya masih terjaga dengan baik.
Saya mengunjungi Tobasa di bulan November 2013, tepat saat musim hujan dimulai di Tanah Air. Akibatnya, mendung menggelayut berhari-hari, bahkan ada satu hari dimana selama setengah hari saya tidak bisa kemana-mana karena hujan turun dengan derasnya. Meski demikian, pemandangan danau terbesar di Indonesia ini tetap memukau.

PAPEDA DALAM KETENANGAN SENTANI

Meski banyak huru-hara menyambut tugas negara ke Jayapura, saya akhirnya bisa meluangkan waktu untuk sejenak berada di tepi danau Sentani, Kabupaten Jayapura untuk sekedar duduk dan menikmati indahnya pemandangan di salah satu danau terbesar di Indonesia ini. Dengan luas areal mencapai 9360 hektar, setiap sudut danau Sentani bisa dinikmati dengan cara yang berbeda. Kali ini saya memilih untuk menikmatinya dengan sambil mencicipi kembali makanan khas Papua, Papeda!
Pernah tinggal di kota Sorong, Papua Barat selama 15 tahun membuat saya sudah terbiasa menikmati Papeda karena kadangkala Ibu saya suka memasak Papeda sendiri di rumah, terutama jika ada tamu dari luar kota yang datang. Namun terakhir kali saya mencicipi makanan ini hampir 10 tahun yang lalu, sekitar tahun 2007. Makanya begitu sampai di Jayapura, saya langsung minta ditemani ke restoran Yougwa di tepi danau Sentani untuk mencicipi kembali kuliner khas Papua ini.