Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

TRAVEL AGENT SPESIAL BUAT ORANG TERSAYANG

Hari ini saya pulang ke rumah di Pati, Jawa Tengah setelah sekian bulan lamanya saya tidak pulang ke rumah. Sudah lama tidak bersua dengan kedua orangtua khususnya ibu membuat saya jadi sering ngobrol dengan ibu di dapur sambil memasak atau sambil membersihkan kebun di samping rumah.

Berbagai cerita pun meluncur keluar dari mulut kecilku saat ibu bertanya bagaimana perjalananku saat ke Bandar Sri Begawan, Brunei dan Kota Kinabalu, Malaysia tahun lalu. Usai bercerita tanpa disangka ibu pun berkomentar "Asyik yah bisa jalan-jalan ke luar negeri. Paspornya jadi banyak capnya, ibu juga pengen punya banyak cap di paspor, paspornya ibu baru satu nih capnya, pas naik haji kemaren". Jlebbb!!! Mendengar kalimat itu rasanya sakitnya tuh disini *nunjuk dada*. Berasa ada pisau yang tiba-tiba menusuk.

MENIKMATI SEPINYA BRUNEI

Salah satu alasan kenapa saya mau mengunjungi Brunei, selain karena dapat tiket promo, karena negara ini terkenal sepi bak kota mati, kalau menurut kata beberapa orang yang pernah kesana. Seperti biasa juga, saya tidak terlalu peduli dengan omongan orang tentang suatu daerah hingga saya benar-benar menjejakkan kaki dan melihat daerah itu dengan mata kepala saya sendiri. Dan, ketika saya benar-benar berada disana, negara ini benar-benar sepi.

NYARIS PINGSAN DI PANTAI SERASA, BRUNEI

Seperti yang sudah saya tuliskan di beberapa artikel tentang Brunei sebelumnya, trip kali ini, saya lebih banyak tidur daripada jalan-jalan karena kecapekan kerja. *Workaholic mode ON*. Begitu pula hari terakhir saya di Brunei, saya tidur sampai jam 11 siang dan bangun hanya untuk mondar-mandir di sekitar hostel dan nongkrong di café.
Setelah puas nongkrong sampe jam 1-an, saya pun memutuskan untuk mengeksplore lebih jauh wilayah di sekitar hostel. Kalau dari awal saya cuma mondar-mandir di sekitar blok tempat hostel berada, sekarang saya berjalan sedikit lebih jauh menuju ke blok yang berikutnya. Tidak disangka, 2 blok dari hostel saya melihat deretan bus kota yang sedang parkir dengan berbagai tujuan. Lahh itu terminal bus toh?? Kenapa juga saya baru tahu ada terminal bus utama yang letaknya Cuma 300 meter dari hostel?? Jadi ngeliatin apa saja saya kemarin selama 2 hari mondar-mandir di sekitar hostel?? *berasa bodoh*
Yasudahlah ya.. Daripada menyesali, saya pun segera beranjak men…

AKU RINDU

Aku rindu,
Pada jejak kaki yang belum aku tapakkan
Pada tempat yang belum kudatangi
Pada dedaunan yang belum aku sentuh

Aku merindu,
Pada buaian angin yang belum sempat membelaiku
Pada kecupan hujan yang tak sempat menyentuh keningku
Pada tarian pelangi yang tak sempat mengajakku bermain

Aku hanya sendiri disini
Merindukanmu yang belum sempat kumiliki

Jakarta, April 2015
Ika Wirawati

MENCICIPI KULINER PASAR SANTA, JAKARTA

Pasar Santa. Saya rasa hampir semua warga Jakarta pasti kenal dengan pasar yang satu ini. Dulunya ini adalah kawasan pasar tradisional pada umumnya yang bisa ditemukan di mana saja. Awalnya lantai 1 difungsikan bagi para penjahit, namun karena sepi pembeli, para penjahit pun turun dan menempati lantai dasar pasar Santa. Lantai 1 pun sempat terbengkalai dan kosong melompom. Namun sejak Agustus 2014, Lantai 1 pasar ini mulai difungsikan sebagai areal foodcourt dan mulailah geliat pasar ini kembali muncul.

Beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa orang teman menyempatkan diri untuk sekedar berkunjung, melihat-lihat dan mencicipi beberapa jenis makanan yang ada di pasar ini. Dari puluhan bahkan mungkin ratusan jenis makanan yang dijual di sini, ini adalah beberapa makanan yang mampu saya cicipi dalam waktu 3 jam kunjungan ke sana.