Wednesday, April 6, 2011

CANDI KIDAL: AWAL MULA KERAJAAN SINGOSARI


Secara saya suka sekali mengunjungi bangunan bersejarah, maka mari kita berwisata sejarah lagi.

Sewaktu liputan ke Malang, Jawa Timur, selain candi Jago, saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi candi Kidal. Sama seperti candi Jago, plang nama Candi Kidal ini juga sudah saya lihat sewaktu akan mendaki ke gunung Semeru. Kebetulan Plang namanya ada di dekat pertigaan setelah pasar Tumpang.


Dari candi Jago, candi Kidal berjarak 7 km. Dari pasar Tumpang tidak ada angkutan umum ke candi ini, jadi kalian harus naik ojek dengan bayaran Rp. 15.000 (kalo gak salah bisa di tawar deh).



Sebenarnya candi ini letaknya di pinggir jalan (sebelah kiri jalan). Sayangnya plang namanya nggak terlihat mencolok, rancu sama plang nama tukang jualan makanan di pinggir jalan. Jadi klo mau kesini perhatikan baik-baik tiap plang nama di pinggir jalan. Jangan sampai plang nama "CANDI KIDAL" kelewat ama kalian.


Masuk ke areal candi ini sebenarnya gratis. Tapi sebaiknya kalian membayar seikhlasnya sekitar Rp.5.000-Rp.10.000 buat kuncennya. Kan dia udah berjasa mau menjaga warisan bersejarah itu. OK ?!

Asal nama candi Kidal mungkin karena daerah tempat candi ini berada di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Malang, Jawa Timur. Kabarnya, candi ini merupakan candi pemujaan paling tua di Jawa Timur karena dibangun pada tahun 1248 Masehi.

Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya raja Anusapati, raja kedua Singosari yang memerintah kerajaan Singosari selama 20 tahun (1227 - 1248). 
Bangunannya bisa dibilang utuh, padahal baru satu kali dipugar, tahun 1992. Cuma menurut kuncennya, beberapa arca sudah tidak ada, dibawa oleh Belanda ke negaranya. "Mungkin kalo jaman dahulu candi bisa diangkut, candi ini mungkin bakalan diangkut ke Belanda juga kali," kata kuncennya (lupa namanya).

Huah.. Pantesan benda-benda bersejarah kita banyak yang berada di negara asing ya. 
Cerita kuncen candi kidal ini, candi ini merupakan perwujudan dari raja Singosari, raja Anusapati, sedangkan candi Singosari  sendiri merupakan cucunya. Jadi candi ini usianya lebih tua dari candi Singosari yang terkenal itu lho. *Kagum*. Lingkungan candi ini juga bersih dan rapi banget. 

Sayangnya, di sekitar kawasan candi ini banyak peternakan ayam. Alhasil.. Bau kotoran ayam yang semerbak tercium di udara. Kata kuncennya bau kandang ayam juga dikeluhkan oleh para pengunjung. Namun karena mayoritas perekonomian di desa ini adalah peternakan ayam, jadinya gak bisa di apa-apain lagi deh..

Jadi klo ke Malang, sempatkan diri untuk mengunjungi candi Kidal yah..

see ya.. (EKW)

No comments:

Post a Comment

Translate

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...